15 Contoh Teks Anekdot Singkat dalam Bahasa Indonesia Berbagai Tema, Lucu dan Menghibur
Minggu, 08 September 2024 - 13:52 WIB
loading...
A
A
A
Akhirnya Wahyu dan penjual kue pun sama-sama berteduh. Agar tidak terlalu terasa canggung, ia pun memulai obrolan
Wahyu: “Nek, sudah lama jualan kue?”
Nenek: “Sudah sekitar 35 tahun, Nak”
Wahyu kembali bertanya kepada nenek
Wahyu: “Memangnya tidak ada yang membantu, Nek?Anak-anak nenek kemana?”
Nenek: “Anak-anak saya sibuk kerja, ada yang di Polda, rumah sakit, dan juga sekolah”
Wahyu pun kagum mendengar jawaban nenek itu
Wahyu: “Wow, hebat! Walau hanya berjualan kue, namun anak-anak nenek sukses semua ya?”
Nenek: “Ya sama saja Nak, kerjanya seperti saya, jualan kue.”
Di sebuah ruangan kelas sedang berlangsung proses pembelajaran. Dikarenakan kondisinya begitu santai, sang guru pun terlibat percakapan dengan satu di antara muridnya.
Murid: "Bu, ibu guru, saya mau tanya Bu!"
Guru: "Ya silahan, apa yang ingin kamu tanyakan, Pul?"
Murid: "Bu guru, sebenarnya boleh tidak seseorang dihukum karena perbuatan yang belum dilakukannya?"
Guru: "Ya jelas tidak boleh dong. Seseorang itu baru boleh dihukum apabila dia terbukti bersalah, Pul."
Murid: "Alhamdulillah Bu, jadi saya bebas hukuman ya, Bu? Soalnya saya belum mengerjakan PR."
Guru: “Lahh… (terkejut)”
Monyet Jantan: "Kaum manusia itu aneh, ya."
Monyet Betina: "Memangnya kenapa?"
Monyet Jantan: "Setiap orang yang dianggap jelek pasti dibilang dasar monyet."
Monyet Betina: "Terima sajalah. Itu sudah nasib kita."
Monyet Jantan: "Padahal, kaum kita enggak ada yang korupsi kolusi nepotisme dan hanya ada KKN doang."
Monyet Betina: "Sama saja kalau begitu."
Monyet Jantan: "Bukan KKN itu yang saya maksud, KKN maksudnya kesana kesini nangkring."
Monyet Betina: "Oh gitu, ya. Dasar monyet!"
Suatu hari seorang pengemis menghampiri seorang anak yang duduk di halte bis.
Pengemis: "Nak, minta sedekahnya, nak,"
Sang anak lantas merogoh saku celananya dan mengeluarkan selembar uang sepuluh ribu dan memberikannya kepada sang pengemis sambil berkata,
Anak: "Kembalian lima ribu ya, Pak" pinta anak tersebut. Pengemis kemudian menyodorkan mangkuk berisi uang kembalian.
Pengemis: "Ini, Nak, kembaliannya silahkan diambil."
Anak: "Tunggu Pak, ini kembaliannya kelebihan tujuh ribu,"
Pengemis: "Oh, tidak apa-apa, Nak. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”
Pada pagi hari yang cerah, seorang anak muda sengaja belum sarapan karena ingin membeli bubur di depan komplek. Namun, tiba-tiba ia mendengar bel pedagang roti. Tanpa pikir panjang, anak muda pun langsung menuju teras rumah untuk memanggil penjual roti keliling
Pembeli: “Bang, jual roti apa aja?”
Penjual: “Banyak macamnya mas, lihat dan pilih saja sendiri.”
Pembeli: “Ini apa, “Bang?”
Penjual: “Kalau yang ini nanas, Mas.”
Pembeli: “Kalau yang ini apa?”
Penjual “Srikaya.”
Pembeli: “Bang, kalau yang ini?”
Penjual: “Blueberry, Mas.”
Wahyu: “Nek, sudah lama jualan kue?”
Nenek: “Sudah sekitar 35 tahun, Nak”
Wahyu kembali bertanya kepada nenek
Wahyu: “Memangnya tidak ada yang membantu, Nek?Anak-anak nenek kemana?”
Nenek: “Anak-anak saya sibuk kerja, ada yang di Polda, rumah sakit, dan juga sekolah”
Wahyu pun kagum mendengar jawaban nenek itu
Wahyu: “Wow, hebat! Walau hanya berjualan kue, namun anak-anak nenek sukses semua ya?”
Nenek: “Ya sama saja Nak, kerjanya seperti saya, jualan kue.”
7. Teks Anekdot tentang Murid yang Cerdas
Di sebuah ruangan kelas sedang berlangsung proses pembelajaran. Dikarenakan kondisinya begitu santai, sang guru pun terlibat percakapan dengan satu di antara muridnya.
Murid: "Bu, ibu guru, saya mau tanya Bu!"
Guru: "Ya silahan, apa yang ingin kamu tanyakan, Pul?"
Murid: "Bu guru, sebenarnya boleh tidak seseorang dihukum karena perbuatan yang belum dilakukannya?"
Guru: "Ya jelas tidak boleh dong. Seseorang itu baru boleh dihukum apabila dia terbukti bersalah, Pul."
Murid: "Alhamdulillah Bu, jadi saya bebas hukuman ya, Bu? Soalnya saya belum mengerjakan PR."
Guru: “Lahh… (terkejut)”
8. Teks Anekdot tentang Percakapan Antar Monyet
Monyet Jantan: "Kaum manusia itu aneh, ya."
Monyet Betina: "Memangnya kenapa?"
Monyet Jantan: "Setiap orang yang dianggap jelek pasti dibilang dasar monyet."
Monyet Betina: "Terima sajalah. Itu sudah nasib kita."
Monyet Jantan: "Padahal, kaum kita enggak ada yang korupsi kolusi nepotisme dan hanya ada KKN doang."
Monyet Betina: "Sama saja kalau begitu."
Monyet Jantan: "Bukan KKN itu yang saya maksud, KKN maksudnya kesana kesini nangkring."
Monyet Betina: "Oh gitu, ya. Dasar monyet!"
9. Teks Anekdot tentang Sedekah
Suatu hari seorang pengemis menghampiri seorang anak yang duduk di halte bis.
Pengemis: "Nak, minta sedekahnya, nak,"
Sang anak lantas merogoh saku celananya dan mengeluarkan selembar uang sepuluh ribu dan memberikannya kepada sang pengemis sambil berkata,
Anak: "Kembalian lima ribu ya, Pak" pinta anak tersebut. Pengemis kemudian menyodorkan mangkuk berisi uang kembalian.
Pengemis: "Ini, Nak, kembaliannya silahkan diambil."
Anak: "Tunggu Pak, ini kembaliannya kelebihan tujuh ribu,"
Pengemis: "Oh, tidak apa-apa, Nak. Ambil uang itu, anggap saja saya bersedekah.”
10. Teks Anekdot tentang Penjual Roti Keliling
Pada pagi hari yang cerah, seorang anak muda sengaja belum sarapan karena ingin membeli bubur di depan komplek. Namun, tiba-tiba ia mendengar bel pedagang roti. Tanpa pikir panjang, anak muda pun langsung menuju teras rumah untuk memanggil penjual roti keliling
Pembeli: “Bang, jual roti apa aja?”
Penjual: “Banyak macamnya mas, lihat dan pilih saja sendiri.”
Pembeli: “Ini apa, “Bang?”
Penjual: “Kalau yang ini nanas, Mas.”
Pembeli: “Kalau yang ini apa?”
Penjual “Srikaya.”
Pembeli: “Bang, kalau yang ini?”
Penjual: “Blueberry, Mas.”
Lihat Juga :