15 Contoh Teks Anekdot Singkat dalam Bahasa Indonesia Berbagai Tema, Lucu dan Menghibur
Minggu, 08 September 2024 - 13:52 WIB
loading...
Teks anekdot adalah teks cerita yang dapat menghibur, mengundang tawa dan biasanya menceritakan tentang kejadian sehari-hari yang lucu. Foto/Dok/SINDOnews.
A
A
A
JAKARTA - Teks anekdot adalah teks cerita yang dapat menghibur, mengundang tawa dan biasanya menceritakan tentang kejadian sehari-hari yang lucu. Teks anekdot memiliki alur yang sederhana dan berfokus kejadian tertentu.
Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ), teks anekdot bertujuan untuk mengundang tawa bagi orang yang membacanya.
Baca juga: 10 Contoh Teks Tantangan Lengkap Beserta Strukturnya
Tak hanya itu, teks anekdot juga dapat menyindir orang atau lembaga tertentu yang dikemas dengan kalimat lucu, tetapi pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
Berikut adalah 15 contoh teks anekdot singkat dalam bahasa Indonesia berbagai tema.
Cerita tentang Ilham, seorang pelajar SMA yang sedang kasmaran dengan teman sekolahnya bernama Nara.
Saat di sekolah Ilham ditanya oleh gurunya tentang mengapa dia ingin menjadi panitia acara di sekolah.
Baca juga: Dongeng Si Kancil dan Buaya Lengkap dengan Pesan Moralnya
Guru: “Ilham, mengapa kamu mau jadi panitia?”
Ilham: “Sudah jelas Bu, saya ingin bersama bersama Nara”
Guru: “Oh, Nara! Pikiranmu hanya dipenuhi oleh Nara saja,”
Setelah beberapa hari kemudian, Ilham mendaftar lomba cerdas cermat dan kedua temannya pun bertanya alasan mengapa ia ingin ikut lomba cerdas cermat.
Ahmad: “Ham, mengapa kamu ingin ikut lomba?”
Mulyono: “Ah, jelas dong. Karena kamu ingin melihat Nara kan. Benar kan,Ham?”
Ilham: “Tentu saja, bro! Nara nomor satu, selalu ada di hati,”
Suatu hari, saat Ilham sedang berada di jalan raya, dia melihat seorang nenek tua yang ingin menyeberang. Ilham dengan cepat menyeberangkan nenek tersebut ke sisi lain jalan.
Nenek: “Dek, kamu kenapa sebrangin nenek?”
Ilham: “Supaya dapat Nara, Nek.”
Nenek: “Lho tapi kan nenek ga mau nyebrang. Pie toh dek?”
Ilham: “Hehehe”
Di suatu hari di tengah hujan deras yang membuat jalanan kota banjir, Agus dan Dewi terjebak dalam kemacetan lalu lintas yang parah.
Baca juga: 10 Contoh Teks Persuasi Singkat dalam Bahasa Indonesia Berbagai Tema
Mereka duduk di mobil Agus selama berjam-jam.
Agus akhirnya berkata dengan nada frustasi, “Ini adalah kemacetan terburuk yang pernah aku alami seumur hidup. Aku bahkan mulai merasa seperti orang-orang ini adalah saudara-saudara jauh yang datang ke pesta pernikahanku!”
Dewi tertawa dan menjawab, “Benar, Agus, tetapi setidaknya kita sudah tahu sekarang bahwa dalam pernikahan, kita bisa bertahan dalam keadaan terburuk sekali pun!”
Di tengah kelas berlangsung seorang guru sedang menjelaskan bahaya nepostime kepada murid-muridnya dan tiba-tiba salah satu murid bertanya suatu hal yang mengejutkan.
Guru: “Jadi begitu ya anak-anak, nepotisme itu sangat membahayakan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Nepotisme bisa mengakibatkan kehancuran suatu negara."
Murid: “Bu, saya mau tanya, Indonesia pernah terlibat dengan nepotisme kah, bu?
Ketika pertanyaan itu ditanyakan oleh murid dan dalam waktu singkat ruangan menjadi hening. Kemudian, guru pun menghela nafas sambil memandangi kedua foto Presiden Abdul dan Wakil Presiden Ahmad di tahun 2050.
Seorang pria baru saja kemalingan motor dan melapor ke Polisi.
Pelapor: "Pak saya kemalingan."
Polisi: "Kemalingan apa?"
Pelapor: "Motor, Pak. Tapi saya beruntung Pak."
Polisi: "Kemalingan kok beruntung?"
Pelapor: "Iya pak. Saya beruntung karena CCTV merekam dengan jelas. Karena saya bisa melihat dengan jelas wajah malingnya."
Polisi: "Sudah minta izin malingnya untuk merekam?"
Pelapor: "Belum pak (sambil menatap polisi dengan keheranan)
Polisi: "Itu ilegal karena melanggar UU ITE. Anda saya tangkap!"
Pelapor: “Yeuu kocak…”
Pembeli: Permisi Mbak, saya mau pesan, boleh?
Penjual Online: Oh iya boleh Mas, silahkan mau pesan apa? berapa jumlahnya?
Pembeli: Maksud saya bukan mau pesan barang Mbak.
Penjual Online: Kok gitu? Terus mau pesan apa Mas?
Pembeli: Jadi saya cuma mau pesan sama Mbak, jangan lupa makan, jaga kesehatan, dan ingat sholat lima waktu ya.
Penjual: Heheh Terima kasih
Wahyu membeli beberapa kue dari seorang nenek di pinggir jalan, namun ia tidak bisa melanjutkan perjalanan pulangnya karena tiba-tiba hujan turun deras sekali.
Dikutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ), teks anekdot bertujuan untuk mengundang tawa bagi orang yang membacanya.
Baca juga: 10 Contoh Teks Tantangan Lengkap Beserta Strukturnya
Tak hanya itu, teks anekdot juga dapat menyindir orang atau lembaga tertentu yang dikemas dengan kalimat lucu, tetapi pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik.
Berikut adalah 15 contoh teks anekdot singkat dalam bahasa Indonesia berbagai tema.
1. Teks Anekdot tentang Rasa Suka yang mendalam
Cerita tentang Ilham, seorang pelajar SMA yang sedang kasmaran dengan teman sekolahnya bernama Nara.
Saat di sekolah Ilham ditanya oleh gurunya tentang mengapa dia ingin menjadi panitia acara di sekolah.
Baca juga: Dongeng Si Kancil dan Buaya Lengkap dengan Pesan Moralnya
Guru: “Ilham, mengapa kamu mau jadi panitia?”
Ilham: “Sudah jelas Bu, saya ingin bersama bersama Nara”
Guru: “Oh, Nara! Pikiranmu hanya dipenuhi oleh Nara saja,”
Setelah beberapa hari kemudian, Ilham mendaftar lomba cerdas cermat dan kedua temannya pun bertanya alasan mengapa ia ingin ikut lomba cerdas cermat.
Ahmad: “Ham, mengapa kamu ingin ikut lomba?”
Mulyono: “Ah, jelas dong. Karena kamu ingin melihat Nara kan. Benar kan,Ham?”
Ilham: “Tentu saja, bro! Nara nomor satu, selalu ada di hati,”
Suatu hari, saat Ilham sedang berada di jalan raya, dia melihat seorang nenek tua yang ingin menyeberang. Ilham dengan cepat menyeberangkan nenek tersebut ke sisi lain jalan.
Nenek: “Dek, kamu kenapa sebrangin nenek?”
Ilham: “Supaya dapat Nara, Nek.”
Nenek: “Lho tapi kan nenek ga mau nyebrang. Pie toh dek?”
Ilham: “Hehehe”
2. Teks Anekdot tentang Hujan
Di suatu hari di tengah hujan deras yang membuat jalanan kota banjir, Agus dan Dewi terjebak dalam kemacetan lalu lintas yang parah.
Baca juga: 10 Contoh Teks Persuasi Singkat dalam Bahasa Indonesia Berbagai Tema
Mereka duduk di mobil Agus selama berjam-jam.
Agus akhirnya berkata dengan nada frustasi, “Ini adalah kemacetan terburuk yang pernah aku alami seumur hidup. Aku bahkan mulai merasa seperti orang-orang ini adalah saudara-saudara jauh yang datang ke pesta pernikahanku!”
Dewi tertawa dan menjawab, “Benar, Agus, tetapi setidaknya kita sudah tahu sekarang bahwa dalam pernikahan, kita bisa bertahan dalam keadaan terburuk sekali pun!”
3. Teks Anekdot tentang Nepotisme
Di tengah kelas berlangsung seorang guru sedang menjelaskan bahaya nepostime kepada murid-muridnya dan tiba-tiba salah satu murid bertanya suatu hal yang mengejutkan.
Guru: “Jadi begitu ya anak-anak, nepotisme itu sangat membahayakan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Nepotisme bisa mengakibatkan kehancuran suatu negara."
Murid: “Bu, saya mau tanya, Indonesia pernah terlibat dengan nepotisme kah, bu?
Ketika pertanyaan itu ditanyakan oleh murid dan dalam waktu singkat ruangan menjadi hening. Kemudian, guru pun menghela nafas sambil memandangi kedua foto Presiden Abdul dan Wakil Presiden Ahmad di tahun 2050.
4. Teks Anekdot tentang UU ITE
Seorang pria baru saja kemalingan motor dan melapor ke Polisi.
Pelapor: "Pak saya kemalingan."
Polisi: "Kemalingan apa?"
Pelapor: "Motor, Pak. Tapi saya beruntung Pak."
Polisi: "Kemalingan kok beruntung?"
Pelapor: "Iya pak. Saya beruntung karena CCTV merekam dengan jelas. Karena saya bisa melihat dengan jelas wajah malingnya."
Polisi: "Sudah minta izin malingnya untuk merekam?"
Pelapor: "Belum pak (sambil menatap polisi dengan keheranan)
Polisi: "Itu ilegal karena melanggar UU ITE. Anda saya tangkap!"
Pelapor: “Yeuu kocak…”
5. Teks Anekdot tentang Pesan
Pembeli: Permisi Mbak, saya mau pesan, boleh?
Penjual Online: Oh iya boleh Mas, silahkan mau pesan apa? berapa jumlahnya?
Pembeli: Maksud saya bukan mau pesan barang Mbak.
Penjual Online: Kok gitu? Terus mau pesan apa Mas?
Pembeli: Jadi saya cuma mau pesan sama Mbak, jangan lupa makan, jaga kesehatan, dan ingat sholat lima waktu ya.
Penjual: Heheh Terima kasih
6. Teks Anekdot tentang Penjual Kue
Wahyu membeli beberapa kue dari seorang nenek di pinggir jalan, namun ia tidak bisa melanjutkan perjalanan pulangnya karena tiba-tiba hujan turun deras sekali.
Lihat Juga :