15 Contoh Teks Anekdot Singkat dalam Bahasa Indonesia Berbagai Tema, Lucu dan Menghibur
Minggu, 08 September 2024 - 13:52 WIB
loading...
A
A
A
Pembeli: “Lho gimana sih, terus mana rotinya, saya mau beli roti bukan buah, kok dari tadi yang disebutkan buah-buahan aja, ya udah deh saya ga jadi beli.”
Tukang roti: “Ada-aja anak muda.”
Ada dua orang sahabat lintas negara bernama Anwar dan Andrew. Mereka berdua sedang santai memperbincangkan mengenai kelucuan sebuah negara.
Anwar: “Swiss itu negara yang lucu ya.”
Andrew: “kok gitu?”
Anwar: “Ya negara Swiss mempunyai kementerian angkatan laut. Padahal mereka tidak memiliki wilayah laut.”
Mendengar ucapan Anwar, Andrew pun tertawa terbahak-bahak. Namun, Andrew segera berhenti tertawa.
Andrew: “Tapi asal negara Indonesia sepertinya lebih lucu.”
Anwar:“Lho, mengapa?”
Andrew: “Sebab negaramu punya kementerian urusan uang. Padahal, kalian tak punya uang.”
Andrew: (Terdiam).
Suatu hari di sebuah keluarga yang bahagia ada sepasang kakak beradik yang pergi untuk berkebun, namun tiba-tiba mereka pulang dengan tergesa-gesa.
Kakak : “Mah, tolong ini gawat, adik menelan kecoa mah!”
Mama : “Astaga kok bisa sih kak! Bagaimana ceritanya? Cepet kamu panggil ayah supaya ayah bawa dokter kesini,”
Kakak : “Oh kalau gitu tambah menjadi masalah bu, tunggu bentar aja kecoanya mati, soalnya kakak udah kasih adik racun anti serangga tadi,”
Indra: “Jok, kamu perhatiin deh gerak-gerik Pak Bagas, dosen ilmu politik kita.”
Tono: “Lah, emang kenapa ndra?”
Indra: “Kalau sedang mengajar, dia ga pernah berdiri lama-lama, ga pernah pergi jauh dari tempat duduk.”
Tono: “Kan beliau sudah tua, yah mungkin saja karena beliau ga kuat berdiri lama.
Indra: “Tau ga, beliau tu mirip banget sama pejabat kalau kaya gitu."
Tono: “Hah, kok pejabat, apa hubungannya?”
Indra: “Iya pejabat, ga bisa jauh dari kursi jabatannya, harus diduduki karena takut diduduki orang lain.”
Tono: “Waduh bahaya ini”
Di acara kampus, seorang mahasiswa yang cerdas tidak sengaja bertemu dengan seorang politikus terkenal.
Kemudian, mahasiswa bertanya, “Apa pendapat bapak tentang sistem pendidikan di negeri ini yang perlu diperbaiki?”
Politikus dengan sombongnya dan menjawab, “Pendidikan kita saat ini sudah sangat baik. Saya sendiri adalah produknya dan lihatlah seberapa sukses saya sekarang,”
Lalu, mahasiswa itu tersenyum dan berkata, “Tentu, pak. Namun, saat bapak lulus sekolah, kelas Etika dalam Politik kan belum diajarkan,”
Di suatu siang hari terdapat dua anak muda yang tengah bercanda di halaman rumah.
Irfan: “Rasyid, yuk kita main tebak-tebakan?
Rasyid: “Yuk”
Irfan: “Kursi-kursi apa yang bisa membuat orang lupa ketika mendudukinya?”
Rasyid: “Kursi goyang? Kursi roda?
Irfan: : “Salah”
Rasyid: “Lho salah, lalu jawabannya yang benar apa ?
Irfan: “Jawabannya yaitu kursi DPR”
Rasyid: “Maksudnya gimana ?”
Irfan: “Iyaa kursi DPR, coba kamu perhatikan aja ketika caleg sebelum menduduki kursi DPR pasti menjanjikan sesuatu, tetapi kalau sudah terpilih mendadak lupa akan janjinya.”
Rasyid: (merenung, sebab bapaknya caleg).
Itulah ulasan mengenai 15 contoh teks anekdot singkat dalam bahasa Indonesia berbagai tema. Semoga ulasan ini menjadi pengetahuanmu ya!
MG/Bramcov Stivens Situmeang
Tukang roti: “Ada-aja anak muda.”
11. Teks Anekdot tentang Kisah Pertemanan
Ada dua orang sahabat lintas negara bernama Anwar dan Andrew. Mereka berdua sedang santai memperbincangkan mengenai kelucuan sebuah negara.
Anwar: “Swiss itu negara yang lucu ya.”
Andrew: “kok gitu?”
Anwar: “Ya negara Swiss mempunyai kementerian angkatan laut. Padahal mereka tidak memiliki wilayah laut.”
Mendengar ucapan Anwar, Andrew pun tertawa terbahak-bahak. Namun, Andrew segera berhenti tertawa.
Andrew: “Tapi asal negara Indonesia sepertinya lebih lucu.”
Anwar:“Lho, mengapa?”
Andrew: “Sebab negaramu punya kementerian urusan uang. Padahal, kalian tak punya uang.”
Andrew: (Terdiam).
12. Teks Anekdot tentang Sepasang Kakak Beradik
Suatu hari di sebuah keluarga yang bahagia ada sepasang kakak beradik yang pergi untuk berkebun, namun tiba-tiba mereka pulang dengan tergesa-gesa.
Kakak : “Mah, tolong ini gawat, adik menelan kecoa mah!”
Mama : “Astaga kok bisa sih kak! Bagaimana ceritanya? Cepet kamu panggil ayah supaya ayah bawa dokter kesini,”
Kakak : “Oh kalau gitu tambah menjadi masalah bu, tunggu bentar aja kecoanya mati, soalnya kakak udah kasih adik racun anti serangga tadi,”
13. Teks Anekdot tentang Pejabat
Indra: “Jok, kamu perhatiin deh gerak-gerik Pak Bagas, dosen ilmu politik kita.”
Tono: “Lah, emang kenapa ndra?”
Indra: “Kalau sedang mengajar, dia ga pernah berdiri lama-lama, ga pernah pergi jauh dari tempat duduk.”
Tono: “Kan beliau sudah tua, yah mungkin saja karena beliau ga kuat berdiri lama.
Indra: “Tau ga, beliau tu mirip banget sama pejabat kalau kaya gitu."
Tono: “Hah, kok pejabat, apa hubungannya?”
Indra: “Iya pejabat, ga bisa jauh dari kursi jabatannya, harus diduduki karena takut diduduki orang lain.”
Tono: “Waduh bahaya ini”
14. Teks Anekdot tentang Politikus yang Sombong
Di acara kampus, seorang mahasiswa yang cerdas tidak sengaja bertemu dengan seorang politikus terkenal.
Kemudian, mahasiswa bertanya, “Apa pendapat bapak tentang sistem pendidikan di negeri ini yang perlu diperbaiki?”
Politikus dengan sombongnya dan menjawab, “Pendidikan kita saat ini sudah sangat baik. Saya sendiri adalah produknya dan lihatlah seberapa sukses saya sekarang,”
Lalu, mahasiswa itu tersenyum dan berkata, “Tentu, pak. Namun, saat bapak lulus sekolah, kelas Etika dalam Politik kan belum diajarkan,”
15. Teks Anekdot tentang Kursi Ternyaman
Di suatu siang hari terdapat dua anak muda yang tengah bercanda di halaman rumah.
Irfan: “Rasyid, yuk kita main tebak-tebakan?
Rasyid: “Yuk”
Irfan: “Kursi-kursi apa yang bisa membuat orang lupa ketika mendudukinya?”
Rasyid: “Kursi goyang? Kursi roda?
Irfan: : “Salah”
Rasyid: “Lho salah, lalu jawabannya yang benar apa ?
Irfan: “Jawabannya yaitu kursi DPR”
Rasyid: “Maksudnya gimana ?”
Irfan: “Iyaa kursi DPR, coba kamu perhatikan aja ketika caleg sebelum menduduki kursi DPR pasti menjanjikan sesuatu, tetapi kalau sudah terpilih mendadak lupa akan janjinya.”
Rasyid: (merenung, sebab bapaknya caleg).
Itulah ulasan mengenai 15 contoh teks anekdot singkat dalam bahasa Indonesia berbagai tema. Semoga ulasan ini menjadi pengetahuanmu ya!
MG/Bramcov Stivens Situmeang
(nnz)
Lihat Juga :