10 Contoh Teks Fiksi Berbagai Tema Beserta Strukturnya, Cocok untuk Tugas Sekolah
Jum'at, 13 September 2024 - 16:01 WIB
loading...
A
A
A
Datuk Limbatang memiliki seorang putra bernama Giran. Suatu hari, Datuk Limbatang berkunjung ke rumah Bujang Sembilan. Saat itu lah Sani dan Giran menyadari bahwa mereka saling jatuh cinta.
Ketika musim panen tiba, di kampung tersebut diadakan adu silat. Para pemuda kampung termasuk Kukuban dan Giran ikut mendaftarkan diri masing-masing. Di acara tersebut Kukuban berhadapan dengan Giran.
Keduanya sama kuat hingga pada suatu kesempatan Giran berhasil menangkis serangan dari Kukuban, hingga Kukuban berguling di tanah dan dinyatakan kalah. Hal itu ternyata membuat Kukuban merasa kesal dan dendam terhadap Giran.
Urutan Kejadian:
Beberapa hari setelah acara tersebut, Datuk Limbatang datang untuk meminang Sani. Namun, karena dendam, Kukuban menolak pinangan tersebut. Selain itu, Kukuban juga memperlihatkan bekas kakinya yang patah karena Giran.
Datuk Limbatan dengan bijak menjelaskan bahwa hal itu adalah wajar dalam sebuah pertandingan. Namun, Kukuban tetap bersikukuh. Sani dan Giran pun sedih. Mereka sepakat untuk bertemu di ladang untuk mencari jalan keluar.
Saat sedang berbicara, sepotong ranting berduri tersangkut pada sarung Sani dan membuat pahanya terluka. Giran pun segera mengobatinya dengan daun obat yang telah ia ramu. Tiba-tiba puluhan orang muncul dan menuduh mereka telah melakukan perbuatan terlarang, sehingga harus dihukum.
Mereka berusaha membela diri tetapi sia-sia dan langsung diarak menuju puncak Gunung Tinjau. Sebelum dihukum, Giran berdoa sekaligus mengutuk dengan mengucap jika memang mereka bersalah, ia rela tubuhnya hancur di dalam air kawah gunung.
Namun, jika tidak bersalah, letuskanlah gunung ini dan kutuk Bujang Sembilan menjadi ikan. Setelah itu Giran dan Sani segera melompat ke dalam kawah.
Beberapa saat berselang, gunung itu meletus yang sangat keras dan menghancurkan semua yang berada di sekitarnya.
Kemudian, Bujang Sembilan pun menjelma menjadi ikan. Letusan Gunung Tinjau itu menyisakan kawah luas yang berubah menjadi danau, yang akhirnya diberi nama Danau Maninjau.
Reorientasi:
Berdasarkan kisah di atas menjelaskan bahwa sebagai manusia tidak berhak untuk menghakimi, sebaiknya mencari kebenaran lebih dalam.
Orientasi:
Sebuah kisah terdapat 3 sekawan yang sering menghabiskan waktu bersama dengan menggunakan sepeda di sore hari. Mereka terdiri dari Wahyu, Dondon dan Tono. Mereka bertiga selalu mencoba untuk menjelajahi dan berkelana di setiap sore hari.
Urutan Kejadian:
Suatu sore, mereka mencoba untuk mencari rute baru untuk dijelajahi di sebuah kompleks rumah dan ide ini dari usulkan dari Tono. Pada awalnya, Tono ditentang oleh Dondon, sebab ibunya melarang untuk berpergian jauh dari kompleks mereka. Tetapi adanya desakan dari Wahyu dan Tono, mereka pun melancarkan aksinya. Rupanya mereka tidak mengetahui apa akibat dari aksi tersebut
Tak lama, ada seekor anjing yang dipelihara dekat pabrik terlepas dari pengikatnya yang mengakibatkan anjing itu mengejar mereka bertiga. Kemudian, mereka dengan sekuat tenaga mengayuh sepedanya untuk berusaha menjauh dari anjing tersebut. Pada akhirnya mereka pun selamat dari kejaran anjing.
Reorientasi:
Berdasarkan kisah mereka pembaca mendapat pesan yaitu patuhilah apa yang sudah dikatakan orang tua, sebab anak-anak tidak akan mengetahui apa yang terjadi setelah tidak mengikuti apa kata orang tua tersebut. Selain itu, setiap perbuatan memiliki konsekuensi.
Orientasi:
Sebuah desa terpencil terdapat seorang siswa yang hidupnya jauh dari kata modern. Anak itu bernama Firman, ia memiliki kehidupan yang sederhana dan tinggal bersama kedua orang tuanya. Meski daerah terpencil dan tidak ada internet, mereka tetap bahagia untuk tetap tinggal di rumah tersebut.
Urutan Kejadian:
Firman sejak kecil sudah memiliki cita-cita untuk menjadikan desanya lebih maju dan tidak tertinggal dari desa lainnya. Ia juga memiliki tekad kuat dan dibuktikan setiap harinya datang ke sekolah dengan penuh semangat untuk menimba ilmu.
Pada suatu saat, impian Firman tercapai ketika ia sudah beranjak dewasa dan sukses. Kemudian, Firman menjadikan desa tersebut dipandang oleh banyak orang dengan menyebarkan ke media sosial. Berkat kerja kerasnya sedari kecil, ia sudah membantu banyak orang di desanya, seperti memberikan bantuan buku dan mendirikan sekolah yang layak. Sehingga pada akhirnya, daerah itu dikenal banyak orang.
Reorientasi:
Dalam kisah Firman memiliki pesan tersirat yaitu memiliki impian tinggi harus diimbangi dengan usaha yang besar. Karena untuk mewujudkan semua itu diperlukan kerja keras.
Orientasi:
Alkisah diceritakan terdapat seorang putri dari Jawa Barat bernama Dayang Sumbi, ia memiliki seorang putra yang diberi nama Sangkuriang. Suatu hari, Sangkuriang sedang berburu dan tidak mengetahui bahwa sang anjing itu merupakan titisan dari parlemen dan ayahnya. Kemudian, Sangkuriang kembali ke istana dan memberitahu ibunya bahwa Tumang sudah diusir ke dalam hutan. Lalu, ibunya marah dan memukul kepala Sangkuriang.
Di saat bersamaan, Sangkuriang kecewa terhadap perlakuan ibunya dan memutuskan untuk pergi dari kediamannya yang mewah. Waktu terus berjalan hingga Sangkuriang kembali bertemu dengan ibunya. Tetapi ibunya tetap awet muda dan cantik berkat ia selalu berdoa dan bertapa.
Tak disangka, Sangkuriang jatuh cinta kepada ibunya sendiri. Hingga suatu saat ia melamar ibu kandungnya. Namun, Dayang Sumbi baru mengetahui bahwa Sangkuriang merupakan anak kandungnya setelah ia menemukan sebuah bekas luka di kepala.
Setelah itu, Dayang Sumbing mencari cara untuk mengakhiri pernikahannya. Jika ia ingin menikahi dirinya, maka Sangkuriang harus mengarungi sungai Citarum dan membuat penyeberangan sungai besar harus diselesaikan sebelum fajar menyingsing.
Ketika musim panen tiba, di kampung tersebut diadakan adu silat. Para pemuda kampung termasuk Kukuban dan Giran ikut mendaftarkan diri masing-masing. Di acara tersebut Kukuban berhadapan dengan Giran.
Keduanya sama kuat hingga pada suatu kesempatan Giran berhasil menangkis serangan dari Kukuban, hingga Kukuban berguling di tanah dan dinyatakan kalah. Hal itu ternyata membuat Kukuban merasa kesal dan dendam terhadap Giran.
Urutan Kejadian:
Beberapa hari setelah acara tersebut, Datuk Limbatang datang untuk meminang Sani. Namun, karena dendam, Kukuban menolak pinangan tersebut. Selain itu, Kukuban juga memperlihatkan bekas kakinya yang patah karena Giran.
Datuk Limbatan dengan bijak menjelaskan bahwa hal itu adalah wajar dalam sebuah pertandingan. Namun, Kukuban tetap bersikukuh. Sani dan Giran pun sedih. Mereka sepakat untuk bertemu di ladang untuk mencari jalan keluar.
Saat sedang berbicara, sepotong ranting berduri tersangkut pada sarung Sani dan membuat pahanya terluka. Giran pun segera mengobatinya dengan daun obat yang telah ia ramu. Tiba-tiba puluhan orang muncul dan menuduh mereka telah melakukan perbuatan terlarang, sehingga harus dihukum.
Mereka berusaha membela diri tetapi sia-sia dan langsung diarak menuju puncak Gunung Tinjau. Sebelum dihukum, Giran berdoa sekaligus mengutuk dengan mengucap jika memang mereka bersalah, ia rela tubuhnya hancur di dalam air kawah gunung.
Namun, jika tidak bersalah, letuskanlah gunung ini dan kutuk Bujang Sembilan menjadi ikan. Setelah itu Giran dan Sani segera melompat ke dalam kawah.
Beberapa saat berselang, gunung itu meletus yang sangat keras dan menghancurkan semua yang berada di sekitarnya.
Kemudian, Bujang Sembilan pun menjelma menjadi ikan. Letusan Gunung Tinjau itu menyisakan kawah luas yang berubah menjadi danau, yang akhirnya diberi nama Danau Maninjau.
Reorientasi:
Berdasarkan kisah di atas menjelaskan bahwa sebagai manusia tidak berhak untuk menghakimi, sebaiknya mencari kebenaran lebih dalam.
4. Contoh Teks Fiksi tentang Dikejar Anjing
Orientasi:
Sebuah kisah terdapat 3 sekawan yang sering menghabiskan waktu bersama dengan menggunakan sepeda di sore hari. Mereka terdiri dari Wahyu, Dondon dan Tono. Mereka bertiga selalu mencoba untuk menjelajahi dan berkelana di setiap sore hari.
Urutan Kejadian:
Suatu sore, mereka mencoba untuk mencari rute baru untuk dijelajahi di sebuah kompleks rumah dan ide ini dari usulkan dari Tono. Pada awalnya, Tono ditentang oleh Dondon, sebab ibunya melarang untuk berpergian jauh dari kompleks mereka. Tetapi adanya desakan dari Wahyu dan Tono, mereka pun melancarkan aksinya. Rupanya mereka tidak mengetahui apa akibat dari aksi tersebut
Tak lama, ada seekor anjing yang dipelihara dekat pabrik terlepas dari pengikatnya yang mengakibatkan anjing itu mengejar mereka bertiga. Kemudian, mereka dengan sekuat tenaga mengayuh sepedanya untuk berusaha menjauh dari anjing tersebut. Pada akhirnya mereka pun selamat dari kejaran anjing.
Reorientasi:
Berdasarkan kisah mereka pembaca mendapat pesan yaitu patuhilah apa yang sudah dikatakan orang tua, sebab anak-anak tidak akan mengetahui apa yang terjadi setelah tidak mengikuti apa kata orang tua tersebut. Selain itu, setiap perbuatan memiliki konsekuensi.
5. Contoh Teks Fiksi tentang Perjuangan Seorang Siswa
Orientasi:
Sebuah desa terpencil terdapat seorang siswa yang hidupnya jauh dari kata modern. Anak itu bernama Firman, ia memiliki kehidupan yang sederhana dan tinggal bersama kedua orang tuanya. Meski daerah terpencil dan tidak ada internet, mereka tetap bahagia untuk tetap tinggal di rumah tersebut.
Urutan Kejadian:
Firman sejak kecil sudah memiliki cita-cita untuk menjadikan desanya lebih maju dan tidak tertinggal dari desa lainnya. Ia juga memiliki tekad kuat dan dibuktikan setiap harinya datang ke sekolah dengan penuh semangat untuk menimba ilmu.
Pada suatu saat, impian Firman tercapai ketika ia sudah beranjak dewasa dan sukses. Kemudian, Firman menjadikan desa tersebut dipandang oleh banyak orang dengan menyebarkan ke media sosial. Berkat kerja kerasnya sedari kecil, ia sudah membantu banyak orang di desanya, seperti memberikan bantuan buku dan mendirikan sekolah yang layak. Sehingga pada akhirnya, daerah itu dikenal banyak orang.
Reorientasi:
Dalam kisah Firman memiliki pesan tersirat yaitu memiliki impian tinggi harus diimbangi dengan usaha yang besar. Karena untuk mewujudkan semua itu diperlukan kerja keras.
6. Contoh Teks Fiksi tentang Sangkuriang
Orientasi:
Alkisah diceritakan terdapat seorang putri dari Jawa Barat bernama Dayang Sumbi, ia memiliki seorang putra yang diberi nama Sangkuriang. Suatu hari, Sangkuriang sedang berburu dan tidak mengetahui bahwa sang anjing itu merupakan titisan dari parlemen dan ayahnya. Kemudian, Sangkuriang kembali ke istana dan memberitahu ibunya bahwa Tumang sudah diusir ke dalam hutan. Lalu, ibunya marah dan memukul kepala Sangkuriang.
Di saat bersamaan, Sangkuriang kecewa terhadap perlakuan ibunya dan memutuskan untuk pergi dari kediamannya yang mewah. Waktu terus berjalan hingga Sangkuriang kembali bertemu dengan ibunya. Tetapi ibunya tetap awet muda dan cantik berkat ia selalu berdoa dan bertapa.
Tak disangka, Sangkuriang jatuh cinta kepada ibunya sendiri. Hingga suatu saat ia melamar ibu kandungnya. Namun, Dayang Sumbi baru mengetahui bahwa Sangkuriang merupakan anak kandungnya setelah ia menemukan sebuah bekas luka di kepala.
Setelah itu, Dayang Sumbing mencari cara untuk mengakhiri pernikahannya. Jika ia ingin menikahi dirinya, maka Sangkuriang harus mengarungi sungai Citarum dan membuat penyeberangan sungai besar harus diselesaikan sebelum fajar menyingsing.
Lihat Juga :