Ciptakan Pendidikan Menyenangkan bagi Anak di Rumah
Jum'at, 28 Agustus 2020 - 20:33 WIB
loading...
A
A
A
Kak Seto mengatakan bahwa tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan belajar daring di rumah. Dia juga meminta guru agar tidak memaksakan pencapaian nilai akademik atau pemenuhan kurikulum kepada anak selama belajar daring. (Baca juga: Sekolah Diminta Sediakan 2 Opsi Pembelajaran Siswa di Zona Kuning dan Hijau )
“Kami dari awal anjurkan bahwa ini adalah keadaan darurat sehingga kurikulum pendidikan yang dipakai juga harus darurat. Apa itu? Kurikulum yang menyenangkan anak, kurikulum kehidupan. Ayo ajak anak-anak mendongeng, ciptakan suasana gembira,” paparnya.
Kak Seto yang juga pengajar di Universitas Gunadarma ini mengatakan, sejatinya pendidikan itu mengutamakan pada lima hal. Pertama yang diprioritaskan bukan soal iptek, melainkan etika, yakni mengajarkan anak bagaimana cara bersopan santun dan menghargai sesama. Kedua adalah estetika, yakni bagaimana anak belajar keindahan dan kerapihan. Di masa pandemi ini anak bisa diajarkan bagaimana cara menata rumah, mengatur meja belajar, merapihkan pakaian sendiri dan lain-lain.
Pelajaran seperti itu menurut Kak Seto lebih menyenangkan daripada seharian anak diminta menonton layar. “Setelah etika dan estetika, berikutnya baru unsur iptek. Iptek pun bisa dengan cara menyenangkan, bukan sekadar belajar kalkulus, tapi bagaimana belajar menghadapi hidup. Bayangkan berapa anak yang tidak bisa tidur, kabur tengah malam karena stres dengan pelajaran,” ujarnya. (Baca juga: Jateng Mulai Buka Sekolah, Ganjar: Semuanya Sudah Dipersiapkan dengan Baik )
Belajar daring dalam jangka waktu panjang pun di rumah bukan masalah. Kak Seto menyebut hasil penelitian yang dilakukannya kedekatan antara anak dengan orang tua sangat berpengaruh pada prestasi akademik siswa. “Justru pendidikan yang sebenar-benarnya itu yang seperti ini, belajar untuk hidup, buat apa akademik bagus tapi ternyata anak narkoba
“Kami dari awal anjurkan bahwa ini adalah keadaan darurat sehingga kurikulum pendidikan yang dipakai juga harus darurat. Apa itu? Kurikulum yang menyenangkan anak, kurikulum kehidupan. Ayo ajak anak-anak mendongeng, ciptakan suasana gembira,” paparnya.
Kak Seto yang juga pengajar di Universitas Gunadarma ini mengatakan, sejatinya pendidikan itu mengutamakan pada lima hal. Pertama yang diprioritaskan bukan soal iptek, melainkan etika, yakni mengajarkan anak bagaimana cara bersopan santun dan menghargai sesama. Kedua adalah estetika, yakni bagaimana anak belajar keindahan dan kerapihan. Di masa pandemi ini anak bisa diajarkan bagaimana cara menata rumah, mengatur meja belajar, merapihkan pakaian sendiri dan lain-lain.
Pelajaran seperti itu menurut Kak Seto lebih menyenangkan daripada seharian anak diminta menonton layar. “Setelah etika dan estetika, berikutnya baru unsur iptek. Iptek pun bisa dengan cara menyenangkan, bukan sekadar belajar kalkulus, tapi bagaimana belajar menghadapi hidup. Bayangkan berapa anak yang tidak bisa tidur, kabur tengah malam karena stres dengan pelajaran,” ujarnya. (Baca juga: Jateng Mulai Buka Sekolah, Ganjar: Semuanya Sudah Dipersiapkan dengan Baik )
Belajar daring dalam jangka waktu panjang pun di rumah bukan masalah. Kak Seto menyebut hasil penelitian yang dilakukannya kedekatan antara anak dengan orang tua sangat berpengaruh pada prestasi akademik siswa. “Justru pendidikan yang sebenar-benarnya itu yang seperti ini, belajar untuk hidup, buat apa akademik bagus tapi ternyata anak narkoba
Lihat Juga :