Perpusnas Tetapkan Naskah Kidung Bwana Winasa sebagai IKON 2024
Sabtu, 12 Oktober 2024 - 14:54 WIB
loading...
A
A
A
Perwakilan Giriya Mandhara Pemaron, Ida Pedanda Gede Mandhara Putra Kekeran sebagai penyimpan naskah menyampaikan rasa syukur dan bangga atas terpilihnya naskah Kidung Bwanā Winaṣā sebagai IKON Provinsi Bali.
“Karena itu merupakan sejarah yang bukan sejarah ngawang-ngawang jadi sejarah yang nyata. Di samping itu, merupakan suatu sarana pendidikan untuk dapat berpikir mencari satu kesatuan dan mengandung konsep untuk mencari kedamaian. Kalau sudah diresapi isi daripada lontar itu, muncul perasanya adalah kemandirian, teguh dalam pendapat untuk mencapai kesejahteraan bersama,” tuturnya.
Senada, perwakilan Gria Gede Belayu, Ida Pedanda Gede Putra Gelgel selaku keturunan penulis naskah menyampaikan rasa terima kasih atas terpilihnya naskah Kidung Bwanā Winaṣā menjadi IKON pada 2024.
“Saya sekeluarga sangat berterima kasih sekali dengan IKON ini. Sebab mungkin munculnya karya-karya beliau sekarang ini bisa memacu untuk pemimpin-pemimpin selanjutnya. Di sana ada catatan-catatan seorang pemimpin yang bijaksana,” pungkasnya.
Pada 2024, Perpusnas menetapkan tujuh naskah Nusantara sebagai IKON. Selain Kidung Bwanā Winaṣā, naskah yang ditetapkan menjadi IKON adalah Bo’ Sangaji Kai (Kesultanan Bima), Pustaha Laklak Tambar ni Hulit (Sumatra Utara), Naskah Undang-Undang Simbur Cahaya (Sumatra Selatan), Lontar Sri Tanjung (Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur), Lontara Attoriolong Bone (Sulawesi Selatan), dan Lontar Primbon Suku Tengger (Jawa Timur).
“Karena itu merupakan sejarah yang bukan sejarah ngawang-ngawang jadi sejarah yang nyata. Di samping itu, merupakan suatu sarana pendidikan untuk dapat berpikir mencari satu kesatuan dan mengandung konsep untuk mencari kedamaian. Kalau sudah diresapi isi daripada lontar itu, muncul perasanya adalah kemandirian, teguh dalam pendapat untuk mencapai kesejahteraan bersama,” tuturnya.
Senada, perwakilan Gria Gede Belayu, Ida Pedanda Gede Putra Gelgel selaku keturunan penulis naskah menyampaikan rasa terima kasih atas terpilihnya naskah Kidung Bwanā Winaṣā menjadi IKON pada 2024.
“Saya sekeluarga sangat berterima kasih sekali dengan IKON ini. Sebab mungkin munculnya karya-karya beliau sekarang ini bisa memacu untuk pemimpin-pemimpin selanjutnya. Di sana ada catatan-catatan seorang pemimpin yang bijaksana,” pungkasnya.
Pada 2024, Perpusnas menetapkan tujuh naskah Nusantara sebagai IKON. Selain Kidung Bwanā Winaṣā, naskah yang ditetapkan menjadi IKON adalah Bo’ Sangaji Kai (Kesultanan Bima), Pustaha Laklak Tambar ni Hulit (Sumatra Utara), Naskah Undang-Undang Simbur Cahaya (Sumatra Selatan), Lontar Sri Tanjung (Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur), Lontara Attoriolong Bone (Sulawesi Selatan), dan Lontar Primbon Suku Tengger (Jawa Timur).
(nnz)
Lihat Juga :