Ini Sejumlah Catatan Jika Kurikulum Merdeka Dilanjutkan, Apa Saja?
Rabu, 23 Oktober 2024 - 11:14 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu P2G juga meminta kementerian meringankan beban administrasi guru dalam Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dan juga ada perbaikan dan penyempurnaan buku teks utama.
Baca juga: Kurikulum Merdeka Resmi Berlaku Nasional, Ada Masa Transisi
“Ganti menteri ganti kurikulum, sebenarnya tidak selalu terjadi dalam sejarah kurikulum nasional. Indonesia baru 11 kali berganti kurikulum nasional, sedangkan menteri Pendidikan dan Kebudayaan sudah berganti sebanyak 38 kali sejak Ki Hadjar Dewantara sampai Nadiem Makarim," lanjut mahasiswa S3 UGM ini.
Dia mengatakan, jika ganti menteri harus mengganti kurikulum dirasa akan berdampak negatif. Misalnya secara psikologis bagi siswa, disorientasi ketidakjelasan arah, hambatan harmonisasi dengan perguruan tinggi, dan penyesuaian buku teks yang tidak mudah.
"Kemudian pelatihan guru yang tak efektif, administrasi pembelajaran, sampai pada paradigma guru, siswa, dan orang tua termasuk birokrasi pendidikan di daerah," lugasnya.
Baca juga: Kurikulum Merdeka Resmi Berlaku Nasional, Ada Masa Transisi
“Ganti menteri ganti kurikulum, sebenarnya tidak selalu terjadi dalam sejarah kurikulum nasional. Indonesia baru 11 kali berganti kurikulum nasional, sedangkan menteri Pendidikan dan Kebudayaan sudah berganti sebanyak 38 kali sejak Ki Hadjar Dewantara sampai Nadiem Makarim," lanjut mahasiswa S3 UGM ini.
Dia mengatakan, jika ganti menteri harus mengganti kurikulum dirasa akan berdampak negatif. Misalnya secara psikologis bagi siswa, disorientasi ketidakjelasan arah, hambatan harmonisasi dengan perguruan tinggi, dan penyesuaian buku teks yang tidak mudah.
"Kemudian pelatihan guru yang tak efektif, administrasi pembelajaran, sampai pada paradigma guru, siswa, dan orang tua termasuk birokrasi pendidikan di daerah," lugasnya.
(nnz)
Lihat Juga :