5 Fakta UI Buka 3 Prodi Baru Spesialis dan Subspesialis di Fakultas Kedokteran
Jum'at, 25 Oktober 2024 - 09:19 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu dapat membuka akses yang luas bagi masyarakat daerah maupun kota, khususnya terhadap pelayanan Kedokteran Emergensi, Jantung dan Pembuluh Darah serta Urologi yang berkualitas.
Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) telah menguji kelulusan akreditasi terhadap ketiga prodi yang baru ada di FKUI ini. Dengan ini dapat dipastikan bahwa program studi ini telah memenuhi standar pendidikan kedokteran Spesialis dan Subspesialis yang telah ditentukan.
Pembukaan prodi Spesialis Pendidikan Kedokteran Emergensi ini akan menjalani pendidikan selama delapan semester. Dengan menempuh pendidikan selama itu diharapkan dokter lulusan spesialis Emergensi mampu mengelola layanan emergensi, khususnya resusitasi, baik sebagai klinisi maupun manajerial.
Para lulusan dari Spesialis Emergensi ini nanti dapat bekerja di pelayanan pra-rumah sakit seperti Public Safety Center (PSC) di sini pasien mendapat penanganan pertama sebelum masuk Rumah Sakit, Layanan ambulans gawat darurat dimana petugas dapat menangani pasien infektif, pasien rawat intensif, dan kondisi geografis sulit, Layanan rujukan gawat darurat ke rumah sakit yang spesialis penyakitnya.
Baca juga: Dibuka hingga 13 Juni 2024, UI Buka Jurusan Baru S2 Terapan Industri Kreatif
Selain itu lulusan ini dapat memberikan layanan kebencanaan di berbagai instansi, termasuk Dinas Kesehatan, Pusat Krisis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Badan SAR Nasional (Basarnas).
Prodi pendidikan Subspesialis ini akan menempuh pendidikan lebih pendek yaitu selama empat semester serta dibagi dalam tiga tahap yang akan dilalui secara komprehensif. Ketiga tahap tersebut adalah Pembekalan, Magang, dan Mandiri.
Pada tahap pertama pembekalan para mahasiswa jenjang Sp2 ini akan melakukan pembelajaran yang mendalam dengan materi yang telah disiapkan. Hal ini tentunya untuk mendukung pemahaman dalam keilmuan masing-masing Subspesialis.
Selanjutnya, para mahasiswa yang telah melalui pembekalan mereka akan ditempatkan di rumah sakit pendidikan untuk mengikuti magang. Pada penempatan ini mereka akan mendapatkan pelatihan klinis dan intensif sesuai peminatan masing-masing.
5 Fakta 3 Prodi Baru Spesialis dan Subspesialis FK UI
1. Terakreditasi LAM-PTKes
Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan Indonesia (LAM-PTKes) telah menguji kelulusan akreditasi terhadap ketiga prodi yang baru ada di FKUI ini. Dengan ini dapat dipastikan bahwa program studi ini telah memenuhi standar pendidikan kedokteran Spesialis dan Subspesialis yang telah ditentukan.
2. Spesialis Pendidikan Emergensi
Pembukaan prodi Spesialis Pendidikan Kedokteran Emergensi ini akan menjalani pendidikan selama delapan semester. Dengan menempuh pendidikan selama itu diharapkan dokter lulusan spesialis Emergensi mampu mengelola layanan emergensi, khususnya resusitasi, baik sebagai klinisi maupun manajerial.
Para lulusan dari Spesialis Emergensi ini nanti dapat bekerja di pelayanan pra-rumah sakit seperti Public Safety Center (PSC) di sini pasien mendapat penanganan pertama sebelum masuk Rumah Sakit, Layanan ambulans gawat darurat dimana petugas dapat menangani pasien infektif, pasien rawat intensif, dan kondisi geografis sulit, Layanan rujukan gawat darurat ke rumah sakit yang spesialis penyakitnya.
Baca juga: Dibuka hingga 13 Juni 2024, UI Buka Jurusan Baru S2 Terapan Industri Kreatif
Selain itu lulusan ini dapat memberikan layanan kebencanaan di berbagai instansi, termasuk Dinas Kesehatan, Pusat Krisis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Badan SAR Nasional (Basarnas).
3. Subspesialis Jantung dan Pembuluh Darah dan Subspesialis Urologi
Prodi pendidikan Subspesialis ini akan menempuh pendidikan lebih pendek yaitu selama empat semester serta dibagi dalam tiga tahap yang akan dilalui secara komprehensif. Ketiga tahap tersebut adalah Pembekalan, Magang, dan Mandiri.
Pada tahap pertama pembekalan para mahasiswa jenjang Sp2 ini akan melakukan pembelajaran yang mendalam dengan materi yang telah disiapkan. Hal ini tentunya untuk mendukung pemahaman dalam keilmuan masing-masing Subspesialis.
Selanjutnya, para mahasiswa yang telah melalui pembekalan mereka akan ditempatkan di rumah sakit pendidikan untuk mengikuti magang. Pada penempatan ini mereka akan mendapatkan pelatihan klinis dan intensif sesuai peminatan masing-masing.
Lihat Juga :