Kisah Fajar, Raih Gelar Sarjana Berkat Kursus hingga Jadi Pengusaha Muda
Jum'at, 01 November 2024 - 09:09 WIB
loading...
A
A
A
Setelah mengikuti pelatihan, Fajar akhirnya dapat merintis usahanya bernama Addewa. Ia pun bisa membayar biaya pendaftaran kuliah. Meskipun di awal-awal kuliah sempat memiliki tantangan, Fajar tidak pernah kalah semangat.
“Tahun pertama kuliah di semester 1-2 mengalami kesusahan membagi waktu menerima orderan dengan kuliah, akan tetapi di semester ketiga dan seterusnya sudah bisa beradaptasi,” pungkas Fajar.
![Kisah Fajar, Raih Gelar Sarjana Berkat Kursus hingga Jadi Pengusaha Muda]()
Foto/Ditjen Diksi.
Bisnis Fajar pun tergolong lancar dan ia sudah memiliki pelanggan tetap. Untuk mengembangkan usahanya, ia pun rajin memasarkan jasanya di Instagram. Meskipun saat ini belum mempunyai karyawan tetap, jika lagi banyak pesanan, Fajar pun memberikan kesempatan kepada adik-adiknya di LKP Tatik Modes untuk bisa bekerja bersamanya.
Ia menerima jasa membuat jas, baju, dan berbagai busana lainnya, tak hanya satuan, tetapi juga borongan. Ia pun pernah mendapatkan orderan sampai dengan 3.000 pcs. Dengan bertekad ketekunan, ia pernah mendapatkan omzet lebih dari Rp10 juta dengan penghasilan bersih sampai Rp6 juta.
“Alhamdulillah, saya bisa berpenghasilan sendiri dan bahkan membiayai kuliah sendiri sampai lulus,” pungkasnya.
“Tahun pertama kuliah di semester 1-2 mengalami kesusahan membagi waktu menerima orderan dengan kuliah, akan tetapi di semester ketiga dan seterusnya sudah bisa beradaptasi,” pungkas Fajar.

Foto/Ditjen Diksi.
Bisnis Fajar pun tergolong lancar dan ia sudah memiliki pelanggan tetap. Untuk mengembangkan usahanya, ia pun rajin memasarkan jasanya di Instagram. Meskipun saat ini belum mempunyai karyawan tetap, jika lagi banyak pesanan, Fajar pun memberikan kesempatan kepada adik-adiknya di LKP Tatik Modes untuk bisa bekerja bersamanya.
Ia menerima jasa membuat jas, baju, dan berbagai busana lainnya, tak hanya satuan, tetapi juga borongan. Ia pun pernah mendapatkan orderan sampai dengan 3.000 pcs. Dengan bertekad ketekunan, ia pernah mendapatkan omzet lebih dari Rp10 juta dengan penghasilan bersih sampai Rp6 juta.
“Alhamdulillah, saya bisa berpenghasilan sendiri dan bahkan membiayai kuliah sendiri sampai lulus,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :