10 Contoh Teks Cerita Fantasi, Beserta Strukturnya
Rabu, 13 November 2024 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
Kini ia menyadari bahwa ia memiliki sebuah pensil ajaib. Dengan sigap ia segera menggambar berbagai keperluan yang dibutuhkan oleh keluarganya. Ia menggambar beras, makanan, lauk-pauk, uang, dan berbagai kebutuhan lainnya.
Saat orang tua Laila datang, alangkah kagetnya mereka melihat rumah dipenuhi banyak benda yang mereka butuhkan. Ibunya hampir menangis karena merasa sangat bahagia kebutuhan mereka dapat tercukupi.
Meski begitu, Laila menggunakan pensil ajaibnya dengan bijak. Ia tidak sembarangan menciptakan benda dengan pensil ajaibnya. Ia tahu bahwa bersikap berlebihan nantinya akan menimbulkan petaka baik untuk dirinya maupun dengan keluarganya.
Putri dari Raja Altus, Aurora, adalah seorang gadis yang penasaran dan penuh impian. Sejak kecil, ia selalu ingin tahu tentang dunia di bawah awan, tetapi ayahnya selalu melarangnya untuk mendekati batas Kerajaan Awan.
Suatu hari, Aurora menemukan sebuah buku tua di perpustakaan istana yang menceritakan tentang “Permata Bumi”, sebuah batu permata yang tersembunyi di Bumi dan memiliki kekuatan untuk menghidupkan kembali apapun yang telah mati. Ketika membaca buku tersebut, Aurora teringat pada ibunya yang telah tiada sejak ia masih kecil. Aurora pun memutuskan untuk turun ke Bumi dan mencari permata itu demi membawa kembali ibunya.
Dengan menyamar, Aurora meninggalkan Kerajaan Awan dan terjun ke dunia manusia. Di Bumi, ia menghadapi berbagai tantangan, yaitu manusia yang tidak percaya padanya, binatang buas yang mengintai, dan pencuri yang mengincar permata itu untuk kekuasaan. Namun, tantangan terbesar muncul ketika Aurora menemukan permata itu di dalam gua tersembunyi. Di sana, ia dihadang oleh Roh Penjaga Bumi yang memberitahu Aurora bahwa jika ia menggunakan permata tersebut untuk menghidupkan ibunya, keseimbangan alam di Bumi akan terganggu, menyebabkan bencana alam yang dahsyat.
Aurora dihadapkan pada pilihan sulit, yakni menyelamatkan ibunya atau menjaga dunia dari kehancuran.
Dengan hati yang berat, Aurora memutuskan untuk tidak menggunakan permata itu. Ia memahami bahwa menyelamatkan dunia adalah tanggung jawab yang lebih besar daripada keinginan pribadinya. Ketika ia mengembalikan permata itu ke tempatnya, Roh Penjaga Bumi mengucapkan terima kasih dan memberinya hadiah berupa kebijaksanaan dan keberanian yang lebih besar.
Ketika Aurora kembali ke Kerajaan Awan, Raja Altus menyadari pengorbanan putrinya dan memberinya restu untuk menjadi penerus tahta kerajaan. Meskipun Aurora tidak bisa menghidupkan kembali ibunya, ia menemukan kedamaian dalam dirinya karena telah membuat keputusan yang benar. Kerajaan Awan tetap damai dan sejahtera, dan Aurora dikenal sebagai ratu yang bijaksana yang selalu mendahulukan kebaikan bagi semua.
Segerombolan anak sedang berjalan-jalan di tengah hutan. Anak-anak tersebut adalah Willy, Jo, Hans, dan Kimberly. Mereka berempat menemukan sebuah rumah besar yang terbuat dari coklat.
Saat masuk, ia menemui pemilik rumah coklat tersebut. Pemilik rumah tersebut adalah seorang nenek renta yang terlihat baik hati. Saat masuk ke dalam rumah, mereka berempat dibuat takjub oleh berbagai hidangan coklat yang ada. Bahkan dari dinding rumah, engsel pintu, dan berbagai benda lainnya semuanya terbuat dari coklat.
Hans dan Jo yang sangat menyukai coklat amat senang menemukan rumah yang terbuat dari serba coklat ini. Nenek tersebut mempersilahkan keempatnya untuk memakan coklat apapun yang ia mau sepuasnya. Jo dan Hans dengan lahap memakan semua coklat yang dihidangkan dengan rakus. Sedangkan Kimberly tidak suka coklat dan Willy hanya memakan sedikit saja.
Nenek tersebut memaksa Kimberly dan Willy agar menyantap coklat lebih banyak lagi. Willy jadi menyadari ada yang tidak beres dengan ini, ia mulai meminta Jo dan Hans untuk berhenti menyantap coklat dan pulang.
Nenek itu menjadi marah. Kimberly yang menyadari bahwa ini sudah tidak benar, memaksa Hans dan Jo untuk segera keluar rumah. Jo dan Hans kekenyangan, ia hampir saja tidak sanggup untuk berlari. Untungnya, Kimberly dan Willy membantunya dengan senang hati.
Nenek itu menjerit dan memekik seram melihat keempat anak tersebut meninggalkan rumah coklatnya. Tetapi, nenek tersebut tidak bisa berbuat apa-apa karena tenaga Kimberly dan Willy sudah cukup membantu kedua teman lainnya untuk pergi.
Sesampainya dirumah, mereka menceritakan kejadian yang ia alami kepada Kakek Hans. Kakek Hans mengatakan bahwa sebenarnya itu adalah jebakan dari penyihir agar anak-anak tadi bisa menjadi santapan makan malamnya. Merekaberempat bergidik ngeri.
Nina telah lama berpindah-pindah keluarga karena keluarga yang mengadopsinya selalu tiba-tiba melepaskannya. Panti asuhan bahkan sempat bertanya-tanya akan tersebut. Mereka bahkan sempat mempertanyakan apakah Nina adalah anak yang nakal? Karena keluarga yang mengadopsinya selalu beralasan tidak sanggup, atau bahkan ketakutan untuk mengasuh Nina.
Namun, sekarang sudah tak habis pikir karena ia telah berbahagia dengan keluarga barunya lebih dari dua tahun ini. Setelah merenungkan masa lalunya, Nina tak kuasa menahan bersin. Saat ia bersin, butiran percikan cahaya keemasan keluar dari embusan mulutnya. Nina kaget melihatnya dan makin terkejut melihat topi yang dikelilingi percikan cahaya itu kini melayang di hadapannya. “Lho, Nina sudah bisa menyihir sambil bangun ya sekarang,” ucap ibu tirinya yang tiba-tiba berada di samping Nina.
“Lho, Mama kok tiba-tiba muncul sih?” tanya Nina.
“Tebak…,” jawab ibunya.
“Apa? Nina bahkan tidak tahu apa yang mama omongin soal sihir-sihiran tadi,” balasnya.
“Kamu penyihir, Mama juga penyihir.”
“Ah mama ngomong apa sih,” tanya Nina.
Saat orang tua Laila datang, alangkah kagetnya mereka melihat rumah dipenuhi banyak benda yang mereka butuhkan. Ibunya hampir menangis karena merasa sangat bahagia kebutuhan mereka dapat tercukupi.
Meski begitu, Laila menggunakan pensil ajaibnya dengan bijak. Ia tidak sembarangan menciptakan benda dengan pensil ajaibnya. Ia tahu bahwa bersikap berlebihan nantinya akan menimbulkan petaka baik untuk dirinya maupun dengan keluarganya.
5. Rahasia Kerajaan Awan
Di sebuah dunia di atas awan, terdapat sebuah kerajaan megah bernama Kerajaan Awan. Kerajaan ini dipimpin oleh Raja Altus, yang dikenal sebagai pemimpin bijaksana dengan kekuatan untuk mengendalikan cuaca. Penduduk kerajaan hidup damai di atas awan, namun mereka harus mematuhi satu aturan penting: tidak ada yang boleh turun ke Bumi, karena itu dianggap sebagai pelanggaran besar.Putri dari Raja Altus, Aurora, adalah seorang gadis yang penasaran dan penuh impian. Sejak kecil, ia selalu ingin tahu tentang dunia di bawah awan, tetapi ayahnya selalu melarangnya untuk mendekati batas Kerajaan Awan.
Suatu hari, Aurora menemukan sebuah buku tua di perpustakaan istana yang menceritakan tentang “Permata Bumi”, sebuah batu permata yang tersembunyi di Bumi dan memiliki kekuatan untuk menghidupkan kembali apapun yang telah mati. Ketika membaca buku tersebut, Aurora teringat pada ibunya yang telah tiada sejak ia masih kecil. Aurora pun memutuskan untuk turun ke Bumi dan mencari permata itu demi membawa kembali ibunya.
Dengan menyamar, Aurora meninggalkan Kerajaan Awan dan terjun ke dunia manusia. Di Bumi, ia menghadapi berbagai tantangan, yaitu manusia yang tidak percaya padanya, binatang buas yang mengintai, dan pencuri yang mengincar permata itu untuk kekuasaan. Namun, tantangan terbesar muncul ketika Aurora menemukan permata itu di dalam gua tersembunyi. Di sana, ia dihadang oleh Roh Penjaga Bumi yang memberitahu Aurora bahwa jika ia menggunakan permata tersebut untuk menghidupkan ibunya, keseimbangan alam di Bumi akan terganggu, menyebabkan bencana alam yang dahsyat.
Aurora dihadapkan pada pilihan sulit, yakni menyelamatkan ibunya atau menjaga dunia dari kehancuran.
Dengan hati yang berat, Aurora memutuskan untuk tidak menggunakan permata itu. Ia memahami bahwa menyelamatkan dunia adalah tanggung jawab yang lebih besar daripada keinginan pribadinya. Ketika ia mengembalikan permata itu ke tempatnya, Roh Penjaga Bumi mengucapkan terima kasih dan memberinya hadiah berupa kebijaksanaan dan keberanian yang lebih besar.
Ketika Aurora kembali ke Kerajaan Awan, Raja Altus menyadari pengorbanan putrinya dan memberinya restu untuk menjadi penerus tahta kerajaan. Meskipun Aurora tidak bisa menghidupkan kembali ibunya, ia menemukan kedamaian dalam dirinya karena telah membuat keputusan yang benar. Kerajaan Awan tetap damai dan sejahtera, dan Aurora dikenal sebagai ratu yang bijaksana yang selalu mendahulukan kebaikan bagi semua.
6. Dunia Cokelat
Karya : Siti NurhayatiSegerombolan anak sedang berjalan-jalan di tengah hutan. Anak-anak tersebut adalah Willy, Jo, Hans, dan Kimberly. Mereka berempat menemukan sebuah rumah besar yang terbuat dari coklat.
Saat masuk, ia menemui pemilik rumah coklat tersebut. Pemilik rumah tersebut adalah seorang nenek renta yang terlihat baik hati. Saat masuk ke dalam rumah, mereka berempat dibuat takjub oleh berbagai hidangan coklat yang ada. Bahkan dari dinding rumah, engsel pintu, dan berbagai benda lainnya semuanya terbuat dari coklat.
Hans dan Jo yang sangat menyukai coklat amat senang menemukan rumah yang terbuat dari serba coklat ini. Nenek tersebut mempersilahkan keempatnya untuk memakan coklat apapun yang ia mau sepuasnya. Jo dan Hans dengan lahap memakan semua coklat yang dihidangkan dengan rakus. Sedangkan Kimberly tidak suka coklat dan Willy hanya memakan sedikit saja.
Nenek tersebut memaksa Kimberly dan Willy agar menyantap coklat lebih banyak lagi. Willy jadi menyadari ada yang tidak beres dengan ini, ia mulai meminta Jo dan Hans untuk berhenti menyantap coklat dan pulang.
Nenek itu menjadi marah. Kimberly yang menyadari bahwa ini sudah tidak benar, memaksa Hans dan Jo untuk segera keluar rumah. Jo dan Hans kekenyangan, ia hampir saja tidak sanggup untuk berlari. Untungnya, Kimberly dan Willy membantunya dengan senang hati.
Nenek itu menjerit dan memekik seram melihat keempat anak tersebut meninggalkan rumah coklatnya. Tetapi, nenek tersebut tidak bisa berbuat apa-apa karena tenaga Kimberly dan Willy sudah cukup membantu kedua teman lainnya untuk pergi.
Sesampainya dirumah, mereka menceritakan kejadian yang ia alami kepada Kakek Hans. Kakek Hans mengatakan bahwa sebenarnya itu adalah jebakan dari penyihir agar anak-anak tadi bisa menjadi santapan makan malamnya. Merekaberempat bergidik ngeri.
7. Sihir Nina
Alangkah beruntungnya Nina memiliki keluarga idaman yang sangat menyayanginya kali ini. Keluarga barunya benar-benar memperlakukannya bak anak kandung satu-satunya yang mereka miliki.Nina telah lama berpindah-pindah keluarga karena keluarga yang mengadopsinya selalu tiba-tiba melepaskannya. Panti asuhan bahkan sempat bertanya-tanya akan tersebut. Mereka bahkan sempat mempertanyakan apakah Nina adalah anak yang nakal? Karena keluarga yang mengadopsinya selalu beralasan tidak sanggup, atau bahkan ketakutan untuk mengasuh Nina.
Namun, sekarang sudah tak habis pikir karena ia telah berbahagia dengan keluarga barunya lebih dari dua tahun ini. Setelah merenungkan masa lalunya, Nina tak kuasa menahan bersin. Saat ia bersin, butiran percikan cahaya keemasan keluar dari embusan mulutnya. Nina kaget melihatnya dan makin terkejut melihat topi yang dikelilingi percikan cahaya itu kini melayang di hadapannya. “Lho, Nina sudah bisa menyihir sambil bangun ya sekarang,” ucap ibu tirinya yang tiba-tiba berada di samping Nina.
“Lho, Mama kok tiba-tiba muncul sih?” tanya Nina.
“Tebak…,” jawab ibunya.
“Apa? Nina bahkan tidak tahu apa yang mama omongin soal sihir-sihiran tadi,” balasnya.
“Kamu penyihir, Mama juga penyihir.”
“Ah mama ngomong apa sih,” tanya Nina.
Lihat Juga :