10 Contoh Teks Cerita Fantasi, Beserta Strukturnya
Rabu, 13 November 2024 - 14:10 WIB
loading...
A
A
A
“Gak percaya? Nanti kita belajar bareng-bareng ya,” balas Mama Nina sambil tiba-tiba menghilang meninggalkan serbuk keemasan yang Nina keluarkan saat bersin tadi.
Nina makin tidak paham apa yang sebenarnya terjadi dengan topi itu. Ia menggaruk-garuk kepalanya sambil bergumam dalam hati “kenapa sih ini”.
“Besok mama jelasin ya Nin, sekarang mama sibuk menyelesaikan pesanan tetangga,” ujar mamanya. Nina kaget lagi, karena suara mama terdengar di dalam pikirannya.
“Enggak kok, mama gak bisa baca pikiran kamu, mama cuma bisa ngomong, yang lain juga begitu.”
Kakek tua itu tampaknya sangat lelah dan tersungkur di jalan. Kakek itu lalu meminta tolong dan Elisa segera membantu kakek tersebut. Elisa kemudian mengobati luka kakek sembari berbincang. Kakek menanyakan tentang hidup Elisa dan Elisa menceritakan semuanya. Setelah cukup beristirahat Elisa menawarkan untuk mengantar si kakek akan tetapi kakek tua menolak dan memberikan sepotong kain.
Di dalam sepotong kain yang diberikan kakek tua, terdapat 3 butir jagung berwarna emas. Kakek tua berpesan bahwa jagung ini adalah jagung ajaib. Jika ditanam dengan ikhlas dan sabar maka akan membuahkan hasil yang memuaskan.
Elisa berterimakasih dan melanjutkan perjalanan untuk bekerja. Setelah pulang, Elisa menceritakan kejadian dan jagung emas kepada sang ibu. Sang ibu lalu meminta Elisa untuk menanam jagung tersebut di belakang rumah. Setiap pagi Elisa menyiram jagung dan siangnya ibunya membantu merawat jagung tersebut.
Setelah jagung tersebut tumbuh, betapa terkejutnya Elisa ketika hendak memasak jagung tapi seluruh biji jagung terbuat dari emas. Elisa kemudian menceritakan kepada sang ibu. Keduanya berencana menjual jagung emas itu.
Jagung emas tersebut selalu berbuah satu buah dalam seminggu sehingga keluarga Elisa kini hidup sejahtera. Setelah merasa serba cukup, hasil panen jagung lainnya kemudian dia bagikan biji jagung emas tersebut kepada tetangga dan orang miskin agar bisa menikmati hasil jagung tersebut. Meski sudah merasa cukup, Elisa masih selalu berbaik hati dan senang membantu sesama.
Nelayan tersebut sangat senang karena hasil pancingannya kali ini mendapatkan ikan mas besar yang cantik. “Wah, aku bakal makan ikan goreng yang sedap hari ini!” gumamnya.
Sesaat setelah nelayan tersebut memindahkan ikan kepada kantong air untuk dibawa ke rumah, ia mendengarkan sebuah tangisan. “Huhuhu tolong lepaskan aku”. Nelayan tersebut kebingungan dari mana asalnya suara tersebut?
“Aku dari dalam sini, aku ikan ajaib” Kata ikan tersebut. Nelayan tadi kaget bukan kepalang mendapati ikannya bisa bicara. “Lepaskan aku, aku akan menuruti semua permintaanmu” kata ikan tersebut. Karena nelayan itu tidak tega, ia melepaskan ikan tersebut tanpa meminta imbalan apapun.
Saat ikan tersebut telah dilepaskan, ia tiba-tiba menjelma menjadi gadis yang sangat cantik. Kemudian, nelayan dan gadis ikan tersebut menikah dan bahagia selamanya.
Ia selalu meminta dibelikan ini itu tanpa memikirkan apakah ibunya memiliki uang atau tidak. Ibunya selalu berusaha sabar, meskipun untuk mengumpulkan uang saja, ia harus berjalan sangat jauh dari hutan ke kota untuk menjual kayu bakarnya.
Suatu ketika, anak perempuan tersebut meminta ibunya menemani membeli baju baru di kota. Ia membeli baju sangat banyak dan meminta ibunya untuk membawakan semua barang belanjaannya. Ia memperlakukan ibunya seperti layaknya seorang pembantu.
Saat sedang perjalanan pulang, ada seseorang yang memanggil gadis itu. “Hai, gadis cantik, sungguh cantik parasmu. Sedang bersama ibumu kah dirimu?” tanya pemuda tersebut.
Gadis tersebut merasa malu untuk mengakui ibunya yang berpakaian lusuh. Gadis itu berkata, “Bukan, dia adalah pembantuku”.
Mendengar pernyataan tersebut, ibunya sangat kecewa dan sedih. Tanpa terasa sang ibu berdoa kepada Tuhan, “Ya Tuhan, aku sangat kecewa. Aku marah mempunyai anak yang hatinya keras bagaikan batu. Lebih baik jadikan dia batu saja”.
Ibunya berkata demikian sembari meninggalkan anaknya sendirian. Ibu itu berlari pulang dengan hati yang sangat kecewa.
Tiba-tiba langit menggelegar dan gadis itu berubah menjadi batu. Batu tersebut menangis dan mengeluarkan air mata. “Huhuhu, Ibu maafkan aku,” begitu tangisnya. Tangisnya membesar dan membuatnya menjadi danau dengan patung anak perempuan di sampingnya. Ia dikutuk menjadi batu menangis selamanya.
Sudah mulai memahami teks cerita fantasi, bukan? Dengan latar cerita yang menakjubkan, karakter yang unik, serta konflik yang menegangkan, teks cerita fantasi tidak hanya menghibur, tetapi juga sering menyampaikan pesan moral yang mendalam. Semoga contoh-contoh teks cerita fantasi diatas dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan cerita-cerita yang kreatif. Mari terus semangat belajar!
MG/Jasmine Putri Kusuma
Nina makin tidak paham apa yang sebenarnya terjadi dengan topi itu. Ia menggaruk-garuk kepalanya sambil bergumam dalam hati “kenapa sih ini”.
“Besok mama jelasin ya Nin, sekarang mama sibuk menyelesaikan pesanan tetangga,” ujar mamanya. Nina kaget lagi, karena suara mama terdengar di dalam pikirannya.
“Enggak kok, mama gak bisa baca pikiran kamu, mama cuma bisa ngomong, yang lain juga begitu.”
8. Elisa dan Tiga Butir Jagung Emas
Di sebuah gubuk tua, tinggallah seorang gadis bernama Elisa bersama ibu dan adiknya. Ayahnya telah meninggal sehingga tulang punggung keluarga hanyalah ibunya. Elisa harus putus sekolah karena ibunya sudah tidak sanggup membiayai sekolah Elisa. Untuk membantu ibunya, Elisa bekerja pada tetangganya yang memiliki rumah besar. Pada suatu pagi ketika hendak bekerja Elisa melihat kakek tua.Kakek tua itu tampaknya sangat lelah dan tersungkur di jalan. Kakek itu lalu meminta tolong dan Elisa segera membantu kakek tersebut. Elisa kemudian mengobati luka kakek sembari berbincang. Kakek menanyakan tentang hidup Elisa dan Elisa menceritakan semuanya. Setelah cukup beristirahat Elisa menawarkan untuk mengantar si kakek akan tetapi kakek tua menolak dan memberikan sepotong kain.
Di dalam sepotong kain yang diberikan kakek tua, terdapat 3 butir jagung berwarna emas. Kakek tua berpesan bahwa jagung ini adalah jagung ajaib. Jika ditanam dengan ikhlas dan sabar maka akan membuahkan hasil yang memuaskan.
Elisa berterimakasih dan melanjutkan perjalanan untuk bekerja. Setelah pulang, Elisa menceritakan kejadian dan jagung emas kepada sang ibu. Sang ibu lalu meminta Elisa untuk menanam jagung tersebut di belakang rumah. Setiap pagi Elisa menyiram jagung dan siangnya ibunya membantu merawat jagung tersebut.
Setelah jagung tersebut tumbuh, betapa terkejutnya Elisa ketika hendak memasak jagung tapi seluruh biji jagung terbuat dari emas. Elisa kemudian menceritakan kepada sang ibu. Keduanya berencana menjual jagung emas itu.
Jagung emas tersebut selalu berbuah satu buah dalam seminggu sehingga keluarga Elisa kini hidup sejahtera. Setelah merasa serba cukup, hasil panen jagung lainnya kemudian dia bagikan biji jagung emas tersebut kepada tetangga dan orang miskin agar bisa menikmati hasil jagung tersebut. Meski sudah merasa cukup, Elisa masih selalu berbaik hati dan senang membantu sesama.
9. Kisah Seorang Nelayan
Ada seorang nelayan miskin yang kesepian. Ia sedang termenung di pinggir danau sembari memancing ikan. Telah lama ia menunggu, tiba-tiba kailnya ada yang menarik tanda ada ikan yang terperangkap.Nelayan tersebut sangat senang karena hasil pancingannya kali ini mendapatkan ikan mas besar yang cantik. “Wah, aku bakal makan ikan goreng yang sedap hari ini!” gumamnya.
Sesaat setelah nelayan tersebut memindahkan ikan kepada kantong air untuk dibawa ke rumah, ia mendengarkan sebuah tangisan. “Huhuhu tolong lepaskan aku”. Nelayan tersebut kebingungan dari mana asalnya suara tersebut?
“Aku dari dalam sini, aku ikan ajaib” Kata ikan tersebut. Nelayan tadi kaget bukan kepalang mendapati ikannya bisa bicara. “Lepaskan aku, aku akan menuruti semua permintaanmu” kata ikan tersebut. Karena nelayan itu tidak tega, ia melepaskan ikan tersebut tanpa meminta imbalan apapun.
Saat ikan tersebut telah dilepaskan, ia tiba-tiba menjelma menjadi gadis yang sangat cantik. Kemudian, nelayan dan gadis ikan tersebut menikah dan bahagia selamanya.
10. Batu Menangis
Ada seorang anak perempuan yang sangat manja. Ia suka membeli barang-barang mewah padahal ibunya hanyalah seorang penjual kayu bakar. Meski begitu, jika ia tidak dituruti kemauannya, ia akan marah. Ia akan mulai merajuk dan menangis hingga ibunya menuruti segala permintaannya.Ia selalu meminta dibelikan ini itu tanpa memikirkan apakah ibunya memiliki uang atau tidak. Ibunya selalu berusaha sabar, meskipun untuk mengumpulkan uang saja, ia harus berjalan sangat jauh dari hutan ke kota untuk menjual kayu bakarnya.
Suatu ketika, anak perempuan tersebut meminta ibunya menemani membeli baju baru di kota. Ia membeli baju sangat banyak dan meminta ibunya untuk membawakan semua barang belanjaannya. Ia memperlakukan ibunya seperti layaknya seorang pembantu.
Saat sedang perjalanan pulang, ada seseorang yang memanggil gadis itu. “Hai, gadis cantik, sungguh cantik parasmu. Sedang bersama ibumu kah dirimu?” tanya pemuda tersebut.
Gadis tersebut merasa malu untuk mengakui ibunya yang berpakaian lusuh. Gadis itu berkata, “Bukan, dia adalah pembantuku”.
Mendengar pernyataan tersebut, ibunya sangat kecewa dan sedih. Tanpa terasa sang ibu berdoa kepada Tuhan, “Ya Tuhan, aku sangat kecewa. Aku marah mempunyai anak yang hatinya keras bagaikan batu. Lebih baik jadikan dia batu saja”.
Ibunya berkata demikian sembari meninggalkan anaknya sendirian. Ibu itu berlari pulang dengan hati yang sangat kecewa.
Tiba-tiba langit menggelegar dan gadis itu berubah menjadi batu. Batu tersebut menangis dan mengeluarkan air mata. “Huhuhu, Ibu maafkan aku,” begitu tangisnya. Tangisnya membesar dan membuatnya menjadi danau dengan patung anak perempuan di sampingnya. Ia dikutuk menjadi batu menangis selamanya.
Sudah mulai memahami teks cerita fantasi, bukan? Dengan latar cerita yang menakjubkan, karakter yang unik, serta konflik yang menegangkan, teks cerita fantasi tidak hanya menghibur, tetapi juga sering menyampaikan pesan moral yang mendalam. Semoga contoh-contoh teks cerita fantasi diatas dapat menjadi inspirasi untuk menciptakan cerita-cerita yang kreatif. Mari terus semangat belajar!
MG/Jasmine Putri Kusuma
(nnz)
Lihat Juga :