Webinar UT Bahas Optimalisasi Zakat di Era Modern
Minggu, 01 Desember 2024 - 11:13 WIB
loading...
A
A
A
“Kepada seluruh peserta, saya harap dapat mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusiasme sehingga kita semua dapat membawa pulang ilmu dan wawasan yang bermanfaat untuk diterapkan di bidang masing-masing,” ucap Wakil Rektor Bidang Inovasi, Riset, Kerjasama, dan Bisnis UT, melalui siaran pers, Minggu (1/12/1024).
Tiga narasumber hadir memberikan perspektif mendalam, yakni Tito, Compliance and AML-CFT Group BSI yang memaparkan bagaimana implementasi mekanisme zakat di BSI; Dr. Muhammad Choirin, Kepala LSP BAZNAS yang membagikan wawasan penting terkait peran badan amil zakat dalam kolaborasi dengan lembaga perbankan syariah efektivitas pengumpulan dan penyaluran zakat; Dr. Indah Fauziah Ulfah, yang memberikan pandangan akademis terkait edukasi zakat digital antara harapan dan tantangan.
Narasumber pertama, Tito, selaku Compliance and AML-CFT Group BSI menyampaikan perbedaan besar antara BSI dan Bank lainnya yaitu Bank Konvensional hanya mengenakan pajak atas pendapatan usahanya, sementara BSI tidak hanya membayar pajak namun juga membayar zakat atas laba perusahaannya.
Maka dari itu Tito mengajak mahasiswa UT untuk mendorong pembayaran zakat dengan membuka rekening di BSI atau dengan menggunakan layanan pembayaran yang ada di BSI seperti pembayaran uang kuliah.
Kepala LSP BAZNAS, menyoroti bagaimana memaksimalkan literasi zakat secara masif dan terukur, dengan cara memperkuat kompetensi, menerapkan modernisasi dan digitalisasi pengelolaan zakat nasional, serta dengan meningkatkan sinergi dan kolaborasi.
Tiga narasumber hadir memberikan perspektif mendalam, yakni Tito, Compliance and AML-CFT Group BSI yang memaparkan bagaimana implementasi mekanisme zakat di BSI; Dr. Muhammad Choirin, Kepala LSP BAZNAS yang membagikan wawasan penting terkait peran badan amil zakat dalam kolaborasi dengan lembaga perbankan syariah efektivitas pengumpulan dan penyaluran zakat; Dr. Indah Fauziah Ulfah, yang memberikan pandangan akademis terkait edukasi zakat digital antara harapan dan tantangan.
Narasumber pertama, Tito, selaku Compliance and AML-CFT Group BSI menyampaikan perbedaan besar antara BSI dan Bank lainnya yaitu Bank Konvensional hanya mengenakan pajak atas pendapatan usahanya, sementara BSI tidak hanya membayar pajak namun juga membayar zakat atas laba perusahaannya.
Maka dari itu Tito mengajak mahasiswa UT untuk mendorong pembayaran zakat dengan membuka rekening di BSI atau dengan menggunakan layanan pembayaran yang ada di BSI seperti pembayaran uang kuliah.
Kepala LSP BAZNAS, menyoroti bagaimana memaksimalkan literasi zakat secara masif dan terukur, dengan cara memperkuat kompetensi, menerapkan modernisasi dan digitalisasi pengelolaan zakat nasional, serta dengan meningkatkan sinergi dan kolaborasi.
Lihat Juga :