Polmed Gelar Diskusi Memperkuat Peran Pendidikan Vokasi dalam Pembangunan
Sabtu, 07 Desember 2024 - 20:42 WIB
loading...
A
A
A
“Beberapa poin utama yang harus menjadi prioritas dalam pengembangan pendidikan vokasi. Salah satunya adalah pembelajaran harus berorientasi pada kebutuhan industri,” katanya.
Alfi memberikan masukan penting mengenai pengembangan kurikulum pendidikan vokasi. “Kami menyarankan agar institusi pendidikan vokasi meminta masukan langsung dari sektor industri untuk mengembangkan kurikulumnya. Dengan cara ini, praktik pendidikan dapat berjalan lebih maksimal dan menghasilkan lulusan yang benar-benar siap kerja,” ujarnya. Baca juga: Indonesia BEST Outlook 2025 Ungkap PR Besar Menuju Indonesia Emas 2045
WKU Koordinator VI Bidang Ristek dan Pengembangan SDM Kamar Dagang Indsutri (Kadin) Sumut
Ispan F Fachruddin menekankan pentingnya masukan dari sektor industri dalam proses pengembangan kurikulum . Kadin menyerukan agar pendidikan vokasi terus berkolaborasi dengan industri untuk memastikan keselarasan antara pembelajaran dan kebutuhan tenaga kerja.
“Kami mendukung langkah pendidikan vokasi untuk lebih banyak berinteraksi dengan industri. Masukan langsung dari pelaku industri sangat penting dalam pengembangan kurikulum sehingga materi yang diajarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” katanya.
Alfi memberikan masukan penting mengenai pengembangan kurikulum pendidikan vokasi. “Kami menyarankan agar institusi pendidikan vokasi meminta masukan langsung dari sektor industri untuk mengembangkan kurikulumnya. Dengan cara ini, praktik pendidikan dapat berjalan lebih maksimal dan menghasilkan lulusan yang benar-benar siap kerja,” ujarnya. Baca juga: Indonesia BEST Outlook 2025 Ungkap PR Besar Menuju Indonesia Emas 2045
WKU Koordinator VI Bidang Ristek dan Pengembangan SDM Kamar Dagang Indsutri (Kadin) Sumut
Ispan F Fachruddin menekankan pentingnya masukan dari sektor industri dalam proses pengembangan kurikulum . Kadin menyerukan agar pendidikan vokasi terus berkolaborasi dengan industri untuk memastikan keselarasan antara pembelajaran dan kebutuhan tenaga kerja.
“Kami mendukung langkah pendidikan vokasi untuk lebih banyak berinteraksi dengan industri. Masukan langsung dari pelaku industri sangat penting dalam pengembangan kurikulum sehingga materi yang diajarkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” katanya.
(poe)
Lihat Juga :