Tukin Tak Kunjung Cair, Aliansi Dosen Kirim Karangan Bunga ke Kemendikti Saintek

Senin, 06 Januari 2025 - 15:24 WIB
loading...
Tukin Tak Kunjung Cair,...
Aksi massa Aliansi Dosen ASN Kemendiktisainte Seluruh Indonesia (ADAKSI) mengirimkan karangan bunga ke kantor Kemendiktisaintek, Senin (6/1/2024). Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Kantor Kemendiktisaintek banjir karangan bunga hari ini, Senin (6/1/2024). Karangan bunga tersebut dikirim oleh massa aksi Aliansi Dosen ASN Kemendiktisaintek Seluruh Indonesia (ADAKSI) sebagai ungkapan kekecewaan atas tunjangan kinerja (tukin) dosen yang tak kunjung disalurkan.

Koordinator Aksi Anggun Gunawan mengatakan, tukin dosen ASN yang secara regulasi ada sejak tahun 2020 namun sampai pemerintahan Presiden Prabowo Subianto kini tidak kunjung dipenuhi.

Baca juga: 8 Dosen Tetap Unhan Masuk Daftar Mutasi TNI Awal Desember 2024, Ada Nama Petinggi PSHT

Anggung mengatakan, sudah lebih dari 5 tahun berlalu dosen ASN baik dianaktirikan sebab sejak menerima SK sebagai ASN pegawai lain di kementerian ini langsung mendapatkan tukin.

"Ini bukan sekadar penundaan, melainkan pengabaian terhadap hak-hak dosen ASN di bawah naungan Kemendiktisaintek, katanya, melalui keterangan resmi, dikutip Senin (6/1/2025).

Baca juga: Gaji dan Tunjangan Basuki Hadimuljono sebagai Kepala Otorita IKN

Dia mengatakan, Nadiem Anwar Makarim pada akhir masa jabatannya sebagai Mendikbudristek menyatakan pemerintah akan merealisasikan tunjangan kinerja dosen ASN mulai Januari 2025.

Baca juga: Berapa Gaji Dosen Swasta per SKS di Indonesia? Begini Rinciannya

Namun, pernyataan terbaru Plt. Sekjen Kemendiktisaintek Togar Mangihut Simatupang pada 3 Januari 2025 menyebutkan, dana untuk Tukin belum tersedia dan belum diterbitkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait tukin dosen ASN Kemendiktisaintek ini.

ADAKSI memandang alasan ini mencerminkan lemahnya komitmen pemerintah. Regulasi dan janji ini sudah bergulir selama lima tahun. Tidak ada alasan bagi pemerintah untuk terus menunda hak yang sudah dijanjikan.

"Para dosen ASN adalah motor penggerak pendidikan tinggi, dan pengabaian seperti ini adalah tamparan terhadap integritas dan komitmen negara memajukan pendidikan tinggi di Indonesia," ujarnya.

3 Tuntutan ADAKSI


1. Pemerintah harus segera menerbitkan Perpres yang mengatur pemberian Tukin bagi dosen ASN.

2. Memastikan alokasi anggaran Tukin dalam APBN 2025.

3. Memberikan jadwal pasti untuk pelaksanaan pemberian Tukin bagi dosen ASN.

Ini bukan hanya soal kesejahteraan, tetapi soal keadilan. Dosen telah berkontribusi secara signifikan dalam membangun pendidikan tinggi Indonesia, namun pemerintah justru mengabaikan dosen-dosennya sendiri yang menjadi lokomotif kampus.

"Aksi ini merupakan pengingat bahwa dosen ASN tidak akan tinggal diam. Aliansi Dosen ASN Kemendiktisaintek Seluruh Indonesia akan terus bersuara hingga pemerintah memenuhi komitmennya. Pendidikan tinggi yang kuat tidak mungkin berdiri di atas ketidakadilan," kata dia.

Aksi ini juga mendapat dukungan penuh dari beberapa organisasi, antara lain: Green Engineering Society (GES), Forum Profesi Dosen Republik Indonesia (FPDRI), dan Forum Komunikasi Senat Politeknik Indonesia (FKSPI).

Organisasi-organisasi ini bersama ADAKSI mengingatkan pemerintah bahwa dosen ASN tidak akan diam. Mereka akan terus bersuara hingga pemerintah memenuhi janji yang telah dibuat.

"Pendidikan tinggi yang kuat dan berkelanjutan hanya bisa terwujud melalui penghargaan yang adil terhadap para dosen yang menjadi tulang punggung dunia akademik," pungkas dia.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendaftaran Poltek SSN...
Pendaftaran Poltek SSN 2026 Segera Dibuka? Lulusan Bisa Jadi CPNS
Nasib Guru Non-ASN,...
Nasib Guru Non-ASN, Kemendikdasmen Pastikan Tetap Mengajar dan Berpeluang Jadi ASN
Kabar Baik, TPG Guru...
Kabar Baik, TPG Guru Madrasah Mulai Dicairkan Pekan Ini, Proses SKAKPT Dipercepat
Harga Emas Melambung...
Harga Emas Melambung Terus, ASN Tetap Bisa Bayar Zakat Profesi
Cara Akses eKinerja...
Cara Akses eKinerja BKN dan Membuat SKP ASN dengan Mudah, Simak Panduannya
Wajib Tahu! Ini Cara...
Wajib Tahu! Ini Cara Aktivasi ASN Digital dan MFA untuk Mengakses Semua Layanan BKN
Ketum PGRI Prihatin...
Ketum PGRI Prihatin Guru Terpecah dalam Kubu ASN, PPPK dan Honorer
Pemilik Blueray Cargo...
Pemilik Blueray Cargo Ngaku Setor Rp30 Miliar ke Dedi Congor
ASN BPK Ditahan KPK...
ASN BPK Ditahan KPK setelah Terjaring OTT: Saya Enggak Terima Uang, Ini Enggak Adil
Rekomendasi
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Sambut HUT Jakarta,...
Sambut HUT Jakarta, Ratusan Sispala Ikuti Lomba Dayung di BKT Jaktim
HYROX Jakarta 2026 Siap...
HYROX Jakarta 2026 Siap Digelar, Peserta Jalani Persiapan Menuju Kompetisi
Berita Terkini
Teknik Elektro UMB Hadirkan...
Teknik Elektro UMB Hadirkan Teknologi Tepat Guna dan Akuaponik di Srengseng
Hasil Seleksi OSN-K...
Hasil Seleksi OSN-K SD dan SMP 2026 Diumumkan, Ini Link Resmi Pengumuman
UI Resmikan Arboretum...
UI Resmikan Arboretum Hutan, Ruang Terbuka Hijau untuk Edukasi hingga Healing
MPLS 2026 Hadir dengan...
MPLS 2026 Hadir dengan Aturan Baru, Simak 5 Perubahan Utamanya
THE Sustainability Impact...
THE Sustainability Impact Ratings 2026, Western Sydney University Raih Peringkat 3 Dunia
Penting, Ini Jadwal...
Penting, Ini Jadwal Simulasi dan Tes AKAP Beasiswa Indonesia Bangkit Kemenag 2026
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved