Kisah Ruswandi, Lulus Doktor ITS 2,5 Tahun dengan 29 Publikasi Internasional
Sabtu, 11 Januari 2025 - 09:18 WIB
loading...
A
A
A
Untuk menjawab permasalahan tersebut, Ruswandi mengembangkan teknik pengontrolan optimal berbasis Multi Band Power System Stabilizer (MBPSS). Metode ini bertujuan untuk menjaga stabilitas pasokan listrik meskipun terjadi perubahan signifikan dalam output energi terbarukan.
Menurut peraih predikat Cumlaude ini, pendekatan tersebut dirancang guna meningkatkan keandalan sistem tenaga listrik di Sulbagsel.
Baca juga: Bagaimana Nasib Gelar Doktor Bahlil Lahadalia? Ini Update dari Rektor Baru UI
Penyempurnaan metode pengontrolan ini turut didukung oleh penerapan Mayfly Algorithm (MA), algoritma kecerdasan buatan yang terinspirasi dari perilaku kawanan lalat capung dewasa.
Sebagai bagian dari konsep kecerdasan kelompok (swarm intelligence), MA berperan dalam mengoptimalkan kinerja MBPSS, sehingga sistem tenaga listrik menjadi lebih adaptif terhadap perubahan yang terjadi pada output PLTB.
Selain keberhasilannya dalam penelitian, Ruswandi juga memiliki rekam jejak akademik yang membanggakan dengan H-indeks 20 di Google Scholar. H-indeks ini menunjukkan bahwa ia telah menghasilkan sedikitnya 20 publikasi yang masing-masing dikutip minimal 20 kali, menandakan pengakuan yang luas terhadap kontribusinya dalam dunia akademik dan riset.
“Atmosfer akademik yang kondusif di ITS mendukung produktivitas riset,” ungkap Ruswandi bersyukur,melalui siaran pers, Sabtu (11/1/2025).
Menurut peraih predikat Cumlaude ini, pendekatan tersebut dirancang guna meningkatkan keandalan sistem tenaga listrik di Sulbagsel.
Baca juga: Bagaimana Nasib Gelar Doktor Bahlil Lahadalia? Ini Update dari Rektor Baru UI
Penyempurnaan metode pengontrolan ini turut didukung oleh penerapan Mayfly Algorithm (MA), algoritma kecerdasan buatan yang terinspirasi dari perilaku kawanan lalat capung dewasa.
Sebagai bagian dari konsep kecerdasan kelompok (swarm intelligence), MA berperan dalam mengoptimalkan kinerja MBPSS, sehingga sistem tenaga listrik menjadi lebih adaptif terhadap perubahan yang terjadi pada output PLTB.
Selain keberhasilannya dalam penelitian, Ruswandi juga memiliki rekam jejak akademik yang membanggakan dengan H-indeks 20 di Google Scholar. H-indeks ini menunjukkan bahwa ia telah menghasilkan sedikitnya 20 publikasi yang masing-masing dikutip minimal 20 kali, menandakan pengakuan yang luas terhadap kontribusinya dalam dunia akademik dan riset.
“Atmosfer akademik yang kondusif di ITS mendukung produktivitas riset,” ungkap Ruswandi bersyukur,melalui siaran pers, Sabtu (11/1/2025).
Lihat Juga :