Unika Atma Jaya Kukuhkan 2 Guru Besar Baru Bidang Ekonomi Bisnis dan Teknik Industri

Rabu, 05 Februari 2025 - 19:44 WIB
loading...
Unika Atma Jaya Kukuhkan...
Unika Atma Jaya mengawali tahun 2025 dengan mengukuhkan 2 Guru Besar yaitu Prof. Ronald dan Prof. Rosdiana. Foto/UAJ.
A A A
JAKARTA - Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya mengawali tahun 2025 dengan mengukuhkan dua Guru Besar baru. Keduanya resmi menjadi Guru Besar Tetap di Unika Atma Jaya yang ke 25 dan 26, serta menambah jumlah anggota Dewan Guru Besar Unika Atma Jaya.

Kedua guru besar baru Unika Atma Jaya itu adalah Prof. Ir. Ronald Sukwadi, S.T., M.M., Ph.D., IPU. sebagai Guru Besar bidang Teknik Industri dari Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi, serta Prof. Rosdiana Sijabat, S.E., M.Si., Ph.D. sebagai Guru Besar Bidang Ekonomi Bisnis dari Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi.

Baca juga: Kejagung Beri Perlindungan Hukum bagi Guru Besar IPB Penghitung Kerugian Negara Kasus Timah

Prosesi pengukuhan dibuka oleh Rektor Unika Atma Jaya Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K), dan dipimpin oleh Prof. Dr. Laura F. N. Sudarnoto selaku Ketua Dewan Guru Besar Unika Atma Jaya.

Rektor Unika Atma Jaya, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K), dalam sambutannya menyampaikan apresiasi terhadap pencapaian kedua akademisi tersebut.

“Saya ucapkan selamat kepada kedua sahabat saya, Prof. Ir. Ronald Sukwadi dan Prof. Rosdiana Sijabat. Pencapaian ini merupakan kebanggaan bagi institusi dan merupakan komitmen komunitas Unika Atma Jaya dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas," katanya, melalui siaran pers, Rabu (5/2/2025).

Membangun Ekosistem Manufaktur Cerdas dengan Design for Smart Quality


Prof. Ronald dalam orasinya membahas mengenai transformasi industri manufaktur cerdas pada Industri 4.0 guna meningkatkan kualitas dan efisiensi produksi melalui metode Design for Smart Quality (DFSQ).

Disampaikan bahwa perkembangan industri 4.0 telah berjalan di beberapa negara maju seperti Jerman dan China dengan menerapkan integrasi Artificial Intelligence (AI), Internet Of Things (IoT), Big data, dan Blockchain dalam proses produksi. Proses manufaktur cerdas ini memanfaatkan otomasi dan sistem basis data guna memaksimalkan kualitas dan daya saing industri.

“DFSQ hadir sebagai solusi untuk meningkatkan kualitas produksi dengan pendekatan berbasis data dan sistem otomatis, sehingga industri dapat beradaptasi dengan tuntutan global yang semakin kompleks," ujarnya.

Design for Smart Quality (DFSQ) merupakan kerangka kerja perancangan sistem kualitas cerdas dengan basis Design for Six Sigma (DFSS) yang meliputi enam tahapan. Sistem ini telah diujicobakan di beberapa industri manufaktur di negara Taiwan dengan hasil yang menjanjikan dalam aspek peningkatan efisiensi dan penurunan produk cacat.

“DFSQ diharapkan dapat menciptakan ekosistem manufaktur cerdas yang lebih efisien, otomatis, dan berbasis data. Dengan penerapan teknologi yang tepat, industri manufaktur Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya di era digital serta menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan efisiensi yang lebih baik," ujar Prof. Ronald Sukwadi.

Ekonomi Digital sebagai Motor Pertumbuhan Masa Depan

Orasi ilmiah Prof. Rosdiana yang berjudul "Menggali Akar Pertumbuhan Ekonomi: Dinamika Ekonomi Klasik hingga Ekonomi Modern" membahas determinasi pertumbuhan ekonomi dari pemikiran klasik hingga modern. Ia mengulas peranan teknologi dan ekonomi digital sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang relevan pada masa sekarang.

“Ekonomi digital telah menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi, terutama dalam tiga aspek penting: transformasi bisnis berbasis teknologi seperti e-commerce dan pembayaran digital, dampak digitalisasi terhadap UMKM yang semakin kompetitif, serta posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi digital di Asia Tenggara dengan penetrasi internet yang terus meningkat," ujar Prof. Rosdiana Sijabat.

Lebih lanjut, Prof. Rosdiana memaparkan tantangan yang mengiringi eksistensi ekonomi digital seperti ketimpangan dalam akses teknologi dan perlunya kebijakan praktis dalam pengambangan infrastruktur digital. Maka dari itu beliau menekankan pentingnya pengembangan SDM dan regulasi yang mendorong inovasi untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Orasi ilmiah yang dibawakan Prof. Rosdiana menegaskan bahwa ekonomi digital bukan sekedar tren, namun secara lebih jauh merupakan motor pertumbuhan ekonomi masa depan. “Perlu adanya peningkatan literasi teknologi, penguatan di bidang infrastruktur digital, serta peluncuran inovasi terbarukan guna mengamankan posisi di kompetisi tingkat global,” ungkap Prof. Rosdiana.

“Atas nama Dewan Guru Besar Unika Atma Jaya, kepada Prof. Ronald dan Prof. Rosdiana kami mengucapkan selamat bergabung menjadi bagian dalam komunitas Dewan Guru Besar Unika Atma Jaya, kami menyambut dengan suka cita," ungkap Prof. Dr. Laura F. N. Sudarnoto, selaku Ketua Dewan Guru Besar Unika Atma Jaya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Unika Atma Jaya Luncurkan...
Unika Atma Jaya Luncurkan Ijazah Digital Berbasis Blockchain
Perkuat Barisan Intelektual,...
Perkuat Barisan Intelektual, Universitas Pancasila Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru
Sosok Prof Jhanghiz...
Sosok Prof Jhanghiz Syahrivar, Alumni President University Jadi Guru Besar Termuda
Unika Atma Jaya Masuk...
Unika Atma Jaya Masuk Daftar Universitas Terbaik THE Asia University Rankings 2026
President University...
President University Kukuhkan 3 Guru Besar Baru, Perkuat Kualitas Akademik dan Riset
Momen Hari Kartini,...
Momen Hari Kartini, UMB Lantik 2 Guru Besar Perempuan Bidang Komunikasi dan Keuangan
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Produk Tembakau Alternatif,...
Produk Tembakau Alternatif, Guru Besar Unpad: Bukan Pintu Masuk bagi Non-Perokok
Guru Besar Universitas...
Guru Besar Universitas Jayabaya Tekankan Pentingnya Pergeseran Paradigma dalam Hukum Kepailitan
Rekomendasi
Forum GPI4 di Peru,...
Forum GPI4 di Peru, Indonesia Tegaskan Komitmen Lindungi Gambut Dunia
Neraca Dagang RI Defisit...
Neraca Dagang RI Defisit USD1,61 Miliar, Pertama Kali sejak 2020
KPK Panggil Lagi Bos...
KPK Panggil Lagi Bos Maktour Fuad Hasan terkait Kasus Kuota Haji
Berita Terkini
MICoCS 2026: Akademisi...
MICoCS 2026: Akademisi Dunia Kupas Tantangan AI bagi Industri Media dan Komunikasi
Lowongan Internship...
Lowongan Internship Pertamina Group 2026 Dibuka, Tersedia 400 Lebih Posisi untuk Fresh Graduate!
S2 Psikologi Unika Atma...
S2 Psikologi Unika Atma Jaya Raih Akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT
Pengumuman Hasil Seleksi...
Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dirilis, Cek Akun SSCASN!
IPB University Akan...
IPB University Akan Buka Jalur RPL untuk Penerimaan Mahasiswa Baru S1 dan Pascasarjana
Guru Bisa Dapat Bantuan...
Guru Bisa Dapat Bantuan Pendidikan S1/D4, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
Infografis
Ini Pelaku Bisnis dan...
Ini Pelaku Bisnis dan Industri yang Terima Listrik Gratis
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved