Unika Atma Jaya Gelar Konferensi Internasional Bahas Solusi Ramah Lingkungan Industri Tekstil
Minggu, 16 Februari 2025 - 09:07 WIB
loading...
Unika Atma Jaya sukses menggelar International Conference of The German-Indonesia, ENA-Tex Project. Foto/UAJ.
A
A
A
JAKARTA - Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya sukses menggelar International Conference of The German-Indonesia, ENA-Tex Project. Konferensi ini diselenggarakan dalam rangka penutupan projek dengan presentasi hasil dan mendiskusikan antara industri tekstil dan komunitas akademik.
Bagaimana industri tekstil di Indonesia bisa berproduksi secara berkelanjutan? Mitra Indonesia dan Jerman dalam proyek BMBF EnaTex mengembangkan pendekatan baru dan mengoptimalkan proses untuk menjawab pertanyaan ini.
Dengan luaran: hingga 40 persen energi dapat dihemat di masa depan melalui berbagai tindakan, seperti persiapan penyempurnaan, pewarnaan, dan penyelesaian akhir.
"Banyak negara kini menerapkan tarif tinggi untuk bahan bakar fosil sebagai respons terhadap isu perubahan iklim. Di Eropa, produk berbasis bahan bakar fosil dikenakan biaya lebih mahal, sementara industri tekstil global mulai menutut rantai pasokan yang bebas karbon. Karena itu, industri Tekstil dan Garmen di Indonesia perlu bersiap mengadopsi regulasi seperti European Green Deal," ungkap Dr. Juliana Murniati, Unika Atma Jaya, melalui siaran pers, Minggu (16/2/2025).
Lebih lanjut, Murni juga menjelaskan bahwa elama empat tahun, proyek EnaTex mengkaji peluang yang tersedia bagi perusahaan industri tekstil Indonesia untuk menghemat energi fosil, sehingga dapat terus bertahan di pasar global.
EnaTex didanai oleh Kementerian Pendidikan dan riset Jerman dengan dua perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi anggota konsorsium ini, yakni Unika Atma Jaya, Jakarta dan Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil, Bandung.
Begitu pula SriTex dan Harapan Kurnia selaku mitra industri sebagai mitra dalam proyek ini. Konsorsium Jerman terdiri dari lembaga penelitian IZES, University of Applied Sciences, Niederrhein, perusahaan Brückner Trockentechnik GmbH & Co. KG dan Sunfarming.
Bagaimana industri tekstil di Indonesia bisa berproduksi secara berkelanjutan? Mitra Indonesia dan Jerman dalam proyek BMBF EnaTex mengembangkan pendekatan baru dan mengoptimalkan proses untuk menjawab pertanyaan ini.
Dengan luaran: hingga 40 persen energi dapat dihemat di masa depan melalui berbagai tindakan, seperti persiapan penyempurnaan, pewarnaan, dan penyelesaian akhir.
"Banyak negara kini menerapkan tarif tinggi untuk bahan bakar fosil sebagai respons terhadap isu perubahan iklim. Di Eropa, produk berbasis bahan bakar fosil dikenakan biaya lebih mahal, sementara industri tekstil global mulai menutut rantai pasokan yang bebas karbon. Karena itu, industri Tekstil dan Garmen di Indonesia perlu bersiap mengadopsi regulasi seperti European Green Deal," ungkap Dr. Juliana Murniati, Unika Atma Jaya, melalui siaran pers, Minggu (16/2/2025).
Lebih lanjut, Murni juga menjelaskan bahwa elama empat tahun, proyek EnaTex mengkaji peluang yang tersedia bagi perusahaan industri tekstil Indonesia untuk menghemat energi fosil, sehingga dapat terus bertahan di pasar global.
EnaTex didanai oleh Kementerian Pendidikan dan riset Jerman dengan dua perguruan tinggi di Indonesia yang menjadi anggota konsorsium ini, yakni Unika Atma Jaya, Jakarta dan Sekolah Tinggi Teknologi Tekstil, Bandung.
Begitu pula SriTex dan Harapan Kurnia selaku mitra industri sebagai mitra dalam proyek ini. Konsorsium Jerman terdiri dari lembaga penelitian IZES, University of Applied Sciences, Niederrhein, perusahaan Brückner Trockentechnik GmbH & Co. KG dan Sunfarming.
Lihat Juga :