Shahnaz Haque Berbagi Tips Mendidik Anak Agar Bisa Berpikir Kritis
Jum'at, 14 Maret 2025 - 14:44 WIB
loading...
A
A
A
“Biarkan anak kita cerewet dan banyak pertanyaan, itu artinya cara berpikirnya hidup dan dia harus dilayani sejauh mungkin” sambung Shahnaz, melalui siaran pers, dikutip Jumat (14/3/2025).
Di saat seperti ini biasanya orang tua menjawab anak seperlunya. Padahal seharusnya orang tua menanggapi hingga rasa penasaran anak terjawab, karena sebenarnya mereka sedang berpikir kritis dengan pertanyaan-pertanyaannya.
Dalam podcast ini, Shahnaz mengemukakan harapannya dengan pemerintahan yang baru khususnya di bidang pendidikan.
“Kurikulum bisa berubah, namun yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita bisa membuat anak-anak Indonesia berpikir, bukan hanya berpikir dalam dua variabel. Anak-anak harus dilatih untuk berpikir dengan banyak cabang di dalam pikiran mereka, agar mereka mencintai pengetahuan. Tidak ada anak Indonesia yang tidak suka pengetahuan, betapapun sulitnya,” sebut Shahnaz.
Shahnaz juga memperkenalkan konsep pembelajaran yang melibatkan empat lingkaran atau yang dikenal dengan istilah quadruple loop learning process.
Proses ini dimulai dengan single loop, di mana anak menyelesaikan masalah yang ada, kemudian berlanjut ke double loop, di mana anak belajar dari kegagalan dan tantangan.
Pada triple loop, anak mulai membuat perencanaan yang matang dan merumuskan solusi alternatif yang lebih efektif. Akhirnya, pada quadruple loop, anak tidak hanya belajar teori, tetapi dapat mengaplikasikan pembelajarannya dalam kehidupan nyata.
Di saat seperti ini biasanya orang tua menjawab anak seperlunya. Padahal seharusnya orang tua menanggapi hingga rasa penasaran anak terjawab, karena sebenarnya mereka sedang berpikir kritis dengan pertanyaan-pertanyaannya.
Dalam podcast ini, Shahnaz mengemukakan harapannya dengan pemerintahan yang baru khususnya di bidang pendidikan.
“Kurikulum bisa berubah, namun yang terpenting saat ini adalah bagaimana kita bisa membuat anak-anak Indonesia berpikir, bukan hanya berpikir dalam dua variabel. Anak-anak harus dilatih untuk berpikir dengan banyak cabang di dalam pikiran mereka, agar mereka mencintai pengetahuan. Tidak ada anak Indonesia yang tidak suka pengetahuan, betapapun sulitnya,” sebut Shahnaz.
Shahnaz juga memperkenalkan konsep pembelajaran yang melibatkan empat lingkaran atau yang dikenal dengan istilah quadruple loop learning process.
Proses ini dimulai dengan single loop, di mana anak menyelesaikan masalah yang ada, kemudian berlanjut ke double loop, di mana anak belajar dari kegagalan dan tantangan.
Pada triple loop, anak mulai membuat perencanaan yang matang dan merumuskan solusi alternatif yang lebih efektif. Akhirnya, pada quadruple loop, anak tidak hanya belajar teori, tetapi dapat mengaplikasikan pembelajarannya dalam kehidupan nyata.
Lihat Juga :