Shahnaz Haque Berbagi Tips Mendidik Anak Agar Bisa Berpikir Kritis
Jum'at, 14 Maret 2025 - 14:44 WIB
loading...
A
A
A
Tidak hanya tentang pola pikir, Shahnaz juga menyoroti pentingnya keterampilan motorik tangan yang sering kali terabaikan di era digital ini.
Dalam dunia yang semakin bergantung pada teknologi, seperti tablet atau laptop, banyak anak yang lebih fokus pada jempol mereka daripada pada kemampuan untuk menulis tangan.
Shahnaz mengingatkan bahwa menulis tangan memberikan kesempatan bagi anak untuk benar-benar memahami informasi yang mereka terima, tidak hanya sekadar menghafal.
"Anak-anak perlu kembali menulis tangan karena itu membantu mereka memahami apa yang mereka pelajari, bukan sekadar menghafal," ujar Shahnaz.
Selain pentingnya mengaktifkan otak kiri (logika) dan otak kanan (kreativitas), Shahnaz juga membahas bagaimana otak tengah, yang mengatur intuisi dan insting, dapat dilatih untuk mempersiapkan anak menghadapi tantangan hidup.
Salah satu cara untuk melatih otak tengah ini adalah dengan membiarkan anak-anak menghadapi konsekuensi dari kelalaian mereka, atau yang dikenal dengan istilah "Power of Kepepet", mendorong mereka untuk belajar dari kesalahan dan mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka.
"Jangan selalu melindungi anak dari setiap masalah yang mereka hadapi," katanya. "Biarkan mereka belajar untuk menyelesaikan masalah sendiri. Dengan cara ini, anak-anak akan mengembangkan keterampilan emosional yang stabil, serta kemampuan untuk menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik,” pungkasnya.
Dalam dunia yang semakin bergantung pada teknologi, seperti tablet atau laptop, banyak anak yang lebih fokus pada jempol mereka daripada pada kemampuan untuk menulis tangan.
Shahnaz mengingatkan bahwa menulis tangan memberikan kesempatan bagi anak untuk benar-benar memahami informasi yang mereka terima, tidak hanya sekadar menghafal.
"Anak-anak perlu kembali menulis tangan karena itu membantu mereka memahami apa yang mereka pelajari, bukan sekadar menghafal," ujar Shahnaz.
Selain pentingnya mengaktifkan otak kiri (logika) dan otak kanan (kreativitas), Shahnaz juga membahas bagaimana otak tengah, yang mengatur intuisi dan insting, dapat dilatih untuk mempersiapkan anak menghadapi tantangan hidup.
Salah satu cara untuk melatih otak tengah ini adalah dengan membiarkan anak-anak menghadapi konsekuensi dari kelalaian mereka, atau yang dikenal dengan istilah "Power of Kepepet", mendorong mereka untuk belajar dari kesalahan dan mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka.
"Jangan selalu melindungi anak dari setiap masalah yang mereka hadapi," katanya. "Biarkan mereka belajar untuk menyelesaikan masalah sendiri. Dengan cara ini, anak-anak akan mengembangkan keterampilan emosional yang stabil, serta kemampuan untuk menghadapi tantangan hidup dengan lebih baik,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :