GSIS 2025 Kenalkan Manfaat AI dalam Pembelajaran Bagi Insan Pendidikan
Kamis, 20 Maret 2025 - 16:42 WIB
loading...
A
A
A
“Di GSIS ini, para pejuang pendidikan itu datang, bertemu, dan networking, supaya kita semua dapat membangun support system yang kuat,” kata Pepita.
Menurut Pepita, dengan hadirnya AI dalam dunia pendidikan, saat ini ada peluang baru yang terbentang di depan mata. “AI telah menetapkan batasan-batasan baru dalam dunia pendidikan. Menciptakan peluang sekaligus tantangan, yang mungkin tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Jadi kita harus terus update dan upgrade diri kita dalam literasi AI, agar bisa menavigasi pesatnya perkembangan teknologi AI ini,” kata Pepita lagi.
Di samping empat Keynote Sessions tersebut, GSIS 2025 juga menghadirkan 36 Parallel Sessions yang dibawakan oleh 18 Pembicara yang merupakan praktisi dalam dunia pendidikan.
Parallel Sessions membahas dengan detail tentang praktik-praktik baik pemanfaatan AI dalam konteks pendidikan. Peserta dapat memilih sendiri kelas-kelas sesuai dengan tema yang dibutuhkannya.
Peserta, yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia, terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesinya. Berpuasa di bulan Ramadan tak mengurangi semangat para pendidik ini untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
“Programnya bagus untuk mendapatkan inspirasi. Saya berterima kasih pada REFO karena sudah memberikan insights baru dalam pembelajaran,” ujar Maesaroh dari SMA Terpadu Baiturrahman, Bandung.
“Acaranya oke, dan REFO sangat profesional dalam mengorganisasi event ini. Semoga acara seperti ini bisa dilakukan dua kali dalam setahun,” ungkap Thomas Juniwarto dari Kinderfield Highfield Indonesia, Jakarta.
Menurut Pepita, dengan hadirnya AI dalam dunia pendidikan, saat ini ada peluang baru yang terbentang di depan mata. “AI telah menetapkan batasan-batasan baru dalam dunia pendidikan. Menciptakan peluang sekaligus tantangan, yang mungkin tidak pernah kita pikirkan sebelumnya. Jadi kita harus terus update dan upgrade diri kita dalam literasi AI, agar bisa menavigasi pesatnya perkembangan teknologi AI ini,” kata Pepita lagi.
Di samping empat Keynote Sessions tersebut, GSIS 2025 juga menghadirkan 36 Parallel Sessions yang dibawakan oleh 18 Pembicara yang merupakan praktisi dalam dunia pendidikan.
Parallel Sessions membahas dengan detail tentang praktik-praktik baik pemanfaatan AI dalam konteks pendidikan. Peserta dapat memilih sendiri kelas-kelas sesuai dengan tema yang dibutuhkannya.
Peserta, yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia, terlihat sangat antusias mengikuti setiap sesinya. Berpuasa di bulan Ramadan tak mengurangi semangat para pendidik ini untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
“Programnya bagus untuk mendapatkan inspirasi. Saya berterima kasih pada REFO karena sudah memberikan insights baru dalam pembelajaran,” ujar Maesaroh dari SMA Terpadu Baiturrahman, Bandung.
“Acaranya oke, dan REFO sangat profesional dalam mengorganisasi event ini. Semoga acara seperti ini bisa dilakukan dua kali dalam setahun,” ungkap Thomas Juniwarto dari Kinderfield Highfield Indonesia, Jakarta.
Lihat Juga :