Mendikti Saintek Brian Yuliarto: Kampus Harus Berdampak Nyata bagi Daerah Sekitar

Kamis, 17 April 2025 - 06:53 WIB
loading...
Mendikti Saintek Brian...
Mendikti Saintek Brian Yuliarto menerima kalungan kain tenun khas NTT di bandara A.A Bere Tallo, Atambua, NTT, Rabu (16/4/2025). Foto/Neneng Zubaidah.
A A A
KUPANG - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto melakukan kunjungan kerja perdananya ke luar Pulau Jawa dengan mengunjungi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Tiga kampus menjadi tujuannya yaitu Politeknik Negeri Kupang, Universitas Timor, dan Universitas Nusa Cendana.

Dalam kunjungannya tersebut, ia mengumumkan rencana peluncuran tagline baru Kemendikti Saintek yaitu “Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Berdampak” yang akan resmi diluncurkan pada 2 Mei mendatang.

Baca juga: Perpres sudah Terbit, Mendikti Pastikan Tukin Dosen ASN Segera Cair

“NTT kami pilih sebagai lokasi kunjungan pertama karena kami yakin kampus-kampus di daerah memiliki peran strategis untuk mendorong kemajuan wilayahnya masing-masing,” ujar Brian dalam sambutannya di Ruang VIP Room Bandara El Tari, Kupang, NTT Rabu (16/4/2025).

Menurutnya, tagline baru ini merupakan bentuk komitmen Kemendikti Saintek untuk memastikan bahwa keberadaan perguruan tinggi tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga membawa dampak nyata terhadap pembangunan sosial, ekonomi, dan teknologi di daerah sekitar.

Baca juga: Sosok Brian Yuliarto, Profesor ITB yang Disebut Gantikan Mendikti Saintek Satryo Brodjonegoro

Brian menyoroti pentingnya peran mahasiswa dalam memahami dan terlibat langsung dengan permasalahan di daerah. Ia mengapresiasi implementasi program Merdeka Belajar dan magang yang dinilai efektif dimanfaatkan oleh pemerintah daerah.

“Kami bahkan mengusulkan agar mahasiswa-mahasiswa terbaik bisa secara langsung mendampingi kepala daerah, seperti Gubernur, dalam kegiatan-kegiatan pemerintahan. Magang satu atau dua minggu saja akan memberikan pengalaman luar biasa bagi mereka,” jelasnya.

Ia berharap, dari interaksi langsung tersebut, mahasiswa dapat membuka wawasan baru tentang dunia pemerintahan serta memberikan ide-ide segar bagi para pemimpin daerah. Program ini diharapkan menjadi simbiosis mutualisme, di mana mahasiswa mendapatkan pengalaman, sementara pemda memperoleh masukan yang inovatif.

Brian juga menegaskan bahwa program Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Berdampak tidak hanya berfokus pada kampus besar bertaraf internasional, tetapi justru menargetkan kampus-kampus daerah yang berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi dan inovasi lokal.

“Di negara maju, kampus dinilai dari seberapa besar dampaknya terhadap ekonomi dan pengembangan wilayah. Kita ingin kampus-kampus di Indonesia juga menjadi pusat lahirnya solusi dan kemajuan teknologi,” tegasnya.

Kunjungan Mendikti Saintek ini berlangsung di Politeknik Negeri Kupang, Universitas Timor, dan Universitas Nusa Cendana. Ia mengajak seluruh pimpinan kampus untuk menyiapkan mahasiswa terbaiknya demi menyukseskan visi tersebut.

“Presiden ingin negara ini maju sejajar dengan negara-negara maju. Dan untuk itu, kampus harus menjadi prime mover-nya,” pungkasnya.

Sementara dalam sambutannya, Brian mengungkapkan bahwa kunjungan ke Politeknik Negeri Kupang menjadi lawatan pertamanya ke perguruan tinggi di luar Pulau Jawa sejak menjabat sebagai Mendikti Saintek.

“Di luar Jawa, di NTT ini saya hadir pertama kali, dan politeknik ini yang pertama saya kunjungi. Saya sangat senang melihat semangat mahasiswa saat praktik tadi, mereka antusias dan penuh mimpi besar. Ini adalah modal yang sangat berharga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Brian menegaskan bahwa arah baru pendidikan tinggi di Indonesia harus berorientasi pada dampak. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya menjadi pusat ilmu pengetahuan, tetapi juga harus hadir sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapi masyarakat sekitarnya.

“Kita ingin ada ukuran keberhasilan pendidikan tinggi, salah satunya adalah sejauh mana dampaknya terhadap lingkungan sekitar. Kita ingin hasil dari pengetahuan, SDM, dan inovasi yang dihasilkan kampus seperti Politeknik Negeri Kupang ini, memberi kontribusi nyata bagi Kota Kupang dan Provinsi NTT,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, Brian juga mengapresiasi berbagai kontribusi Politeknik Negeri Kupang, termasuk perannya dalam pengujian dan pengembangan teknologi lokal. Ia mendorong agar keunggulan-keunggulan lokal terus dikembangkan dan menjadi model bagi daerah lain.

“Kita sedang membangun sistem mentorship antara kampus besar di Jawa dengan kampus di daerah. Harapannya, teknologi dan solusi yang telah terbukti berhasil bisa diadopsi dan diimplementasikan di daerah yang sedang bertumbuh pesat seperti NTT,” tambahnya.

Ia juga menyambut baik komitmen pemerintah daerah yang telah menyampaikan sejumlah daftar permasalahan yang bisa disinergikan penyelesaiannya melalui perguruan tinggi.

Menutup kunjungan, Brian menyampaikan apresiasi kepada para dosen atas dedikasi mereka dalam membina mahasiswa. Ia berpesan kepada para mahasiswa agar selalu menghargai kampus dan para pengajarnya.

“Kampus ini adalah ibu kandung kalian. Kalau sudah berhasil nanti, jangan lupa kembali dan memberikan semangat kepada adik-adik kalian,” pesannya.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Web3 University Tour...
Web3 University Tour 2026 Digelar ITERA Lampung, Ratusan Mahasiswa Belajar Blockchain
President University...
President University Tembus 165 Besar Dunia di WURI 2026
Indonesia-Prancis Sepakat...
Indonesia-Prancis Sepakat Perkuat Riset, Inovasi, dan Mobilitas Mahasiswa 2026
APTISI Siapkan Ekosistem...
APTISI Siapkan Ekosistem Kampus Digital untuk Tingkatkan APK Pendidikan Tinggi
Unika Atma Jaya Luncurkan...
Unika Atma Jaya Luncurkan Ijazah Digital Berbasis Blockchain
Menjaga Kampus Tetap...
Menjaga Kampus Tetap Relevan Tanpa Menjadi 'Pabrik'
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Mendiktisaintek Brian...
Mendiktisaintek Brian Yuliarto Bakal Bawa Skandal Riset Palsu ke Jalur Hukum
Rekomendasi
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Formula 1 Lanjut ke...
Formula 1 Lanjut ke Barcelona, Antonelli Perlebar Dominasi di Klasemen? Nonton Streaming di VISION+
Perindo Sultra Bagi-bagi...
Perindo Sultra Bagi-bagi 500 Kupon BBM Pertamax Gratis untuk Ojol dan Warga Kendari
Berita Terkini
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
UKT dan Uang Pangkal...
UKT dan Uang Pangkal Jalur Mandiri Vokasi Undip 2026, Tes Online dari Rumah
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Midcare Expo 2026 FK...
Midcare Expo 2026 FK Unair, Dorong Mahasiswa Kembangkan Jiwa Kewirausahaan
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Infografis
3 Senjata Canggih Iran...
3 Senjata Canggih Iran yang Ciptakan Mimpi Buruk bagi AS dan Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved