PLTS, AI, hingga IoT, Kemendikdasmen Pamer Inovasi Hebat Guru SMK dan Instruktur LKP
Jum'at, 25 April 2025 - 16:19 WIB
loading...
A
A
A
Aplikasi yang dihasilkannya tersebut berupa mesin learning yang dipakai untuk memprediksi secara dini penyakit seseorang dari gejala yang timbul.
“Produk ini hasil Upskilling dan Reskilling, tapi kami mengembangkannya bersama guru-guru lainnya. Di sekolah kami juga punya ada komunitas pengembangan AI, bersama murid. Jadi, kami kembangkan di sana. Nantinya aplikasi ini dapat digunakan oleh masyarakat secara mandiri untuk mendeteksi penyakitnya,” terang Kurniawan tentang aplikasi berbasis AI tersebut.
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Tatang Muttaqin mengatakan, program ini mendukung peningkatan dan pemerataan kompetensi bagi pendidik dan tenaga kependidikan vokasi.
Ia mengatakan bahwa guru sekolah menengah kejuruan (SMK) dan instruktur lembaga kursus dan pelatihan (LKP) perlu merespons perkembangan teknologi yang sangat dinamis dan terus mengupayakan agar kompetensi profesionalnya dapat mengimbangi perkembangan teknologi dan siap diimplementasikan oleh calon lulusannya di dunia kerja.
“Pada era industri dan digital sekarang ini, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, mengubah kondisi sosial budaya masyarakat, termasuk mengubah pola dunia kerja. Guru SMK dan instruktur LKP harus dapat mengimbangi perkembangan itu agar pendidikan yang dikelolanya akan tetap relevan dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
“Produk ini hasil Upskilling dan Reskilling, tapi kami mengembangkannya bersama guru-guru lainnya. Di sekolah kami juga punya ada komunitas pengembangan AI, bersama murid. Jadi, kami kembangkan di sana. Nantinya aplikasi ini dapat digunakan oleh masyarakat secara mandiri untuk mendeteksi penyakitnya,” terang Kurniawan tentang aplikasi berbasis AI tersebut.
Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Tatang Muttaqin mengatakan, program ini mendukung peningkatan dan pemerataan kompetensi bagi pendidik dan tenaga kependidikan vokasi.
Ia mengatakan bahwa guru sekolah menengah kejuruan (SMK) dan instruktur lembaga kursus dan pelatihan (LKP) perlu merespons perkembangan teknologi yang sangat dinamis dan terus mengupayakan agar kompetensi profesionalnya dapat mengimbangi perkembangan teknologi dan siap diimplementasikan oleh calon lulusannya di dunia kerja.
“Pada era industri dan digital sekarang ini, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, mengubah kondisi sosial budaya masyarakat, termasuk mengubah pola dunia kerja. Guru SMK dan instruktur LKP harus dapat mengimbangi perkembangan itu agar pendidikan yang dikelolanya akan tetap relevan dan memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :