Cucu Ki Hajar Dewantara Sebut 8 Keterampilan Dasar Ini Perlu Dikenalkan Sejak Dini
Jum'at, 02 Mei 2025 - 19:10 WIB
loading...
A
A
A
Dia menambahkan, "Kita perlu membekali siswa dengan keterampilan yang memungkinkan mereka untuk beradaptasi dan berinovasi dalam menghadapi tantangan yang terus berubah."
Membangun Kompetensi dan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai
Selain skill atau kompetensi, dalam konteks dunia yang semakin kompleks dan terhubung, Antarina SF Amir juga menyoroti pentingnya pengembangan kemampuan empati sosial (empathetic social skills) dan kepemimpinan etis (ethical leadership).
Kemampuan empati sosial memungkinkan individu untuk memahami dan merasakan perspektif orang lain, membangun hubungan yang positif, dan berkontribusi pada masyarakat secara konstruktif.
Sementara itu, kepemimpinan etis membekali individu dengan kemampuan untuk memimpin dengan integritas, tanggung jawab, dan moralitas.
“Pendidikan harus mampu mengembangkan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan moral yang tinggi,” tegasnya.
Hal ini relevan dengan tantangan-tantangan global seperti disinformasi, intoleransi, dan krisis kemanusiaan.
"Pendidikan karakter adalah tentang membentuk individu yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki nilai-nilai yang kuat dan ketika kita mengajarkan karakter, kita tidak hanya membentuk individu, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih baik," ujarnya.
Antarina menekankan bahwa pendidikan karakter tidak terbatas pada mata pelajaran tertentu, melainkan dapat diintegrasikan ke dalam seluruh kurikulum dan kegiatan sekolah.
Membangun Kompetensi dan Pendidikan Karakter Berbasis Nilai
Selain skill atau kompetensi, dalam konteks dunia yang semakin kompleks dan terhubung, Antarina SF Amir juga menyoroti pentingnya pengembangan kemampuan empati sosial (empathetic social skills) dan kepemimpinan etis (ethical leadership).
Kemampuan empati sosial memungkinkan individu untuk memahami dan merasakan perspektif orang lain, membangun hubungan yang positif, dan berkontribusi pada masyarakat secara konstruktif.
Sementara itu, kepemimpinan etis membekali individu dengan kemampuan untuk memimpin dengan integritas, tanggung jawab, dan moralitas.
“Pendidikan harus mampu mengembangkan individu yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan moral yang tinggi,” tegasnya.
Hal ini relevan dengan tantangan-tantangan global seperti disinformasi, intoleransi, dan krisis kemanusiaan.
"Pendidikan karakter adalah tentang membentuk individu yang tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga memiliki nilai-nilai yang kuat dan ketika kita mengajarkan karakter, kita tidak hanya membentuk individu, tetapi juga membangun masyarakat yang lebih baik," ujarnya.
Antarina menekankan bahwa pendidikan karakter tidak terbatas pada mata pelajaran tertentu, melainkan dapat diintegrasikan ke dalam seluruh kurikulum dan kegiatan sekolah.
Lihat Juga :