Melawan Banjir dengan Buku Digital, Jejak Perubahan dari SDN Tambakrejo 1 Semarang
Sabtu, 03 Mei 2025 - 15:39 WIB
loading...
A
A
A
Sebagai guru yang turut menyaksikan transformasi ini, Erma Khristiyowati, S.Pd., berbagi pengalamannya. "Sebagai guru di sekolah ini, saya sangat mengapresiasi hadirnya Subadi yang diprakarsai oleh Pak Tri," ujarnya.
"Inovasi ini membuat membaca menjadi kegiatan yang lebih menyenangkan. Siswa lebih aktif, mandiri, dan terbiasa mencari informasi melalui sumber digital yang terpercaya. Ini sungguh membantu kami dalam menyelaraskan pembelajaran yang sesuai dengan zamannya," kara Erma.
Perubahan itu pun berbicara lewat angka. Tri menjabarkan, tingkat literasi pada Rapor Pendidikan Sekolah yang pada 2022 tercatat 50 persen melonjak menjadi 88,89 persen pada 2024.
Numerasi yang semula hanya 26,67 persen kini merangkak naik menjadi 77,78 persen. Di tengah keterbatasan fasilitas, angka-angka ini bukan sekadar statistik. Mereka adalah hasil dari semangat, kerja keras, dan kolaborasi seluruh warga sekolah.
Prestasi formal pun tak ketinggalan. SDN Tambakrejo 01 kini menjadi Sekolah Penggerak Kota Semarang, meraih Pelaksana Terbaik 2 Sekolah Ramah Anak pada 2024, serta menjadi rujukan bagi banyak sekolah lain dalam pengelolaan literasi dan numerasi.
Namun, bagi Tri Sugiyono, pencapaian ini bukan tujuan akhir. Ia memandang perubahan yang sesungguhnya ada pada wajah-wajah kecil yang kini lebih suka membaca, lebih aktif berimajinasi, dan lebih gigih belajar.
“Dengan Subadi siswa menjadi lebih semangat membaca dan menulis,” kata Tri.
Pada Hari Pendidikan Nasional 2025 ini, dengan tema "Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua," kisah SDN Tambakrejo 01 berdiri sebagai bukti nyata bahwa pendidikan bermutu tidak harus lahir dari gedung megah atau fasilitas berlimpah.
"Inovasi ini membuat membaca menjadi kegiatan yang lebih menyenangkan. Siswa lebih aktif, mandiri, dan terbiasa mencari informasi melalui sumber digital yang terpercaya. Ini sungguh membantu kami dalam menyelaraskan pembelajaran yang sesuai dengan zamannya," kara Erma.
Perubahan itu pun berbicara lewat angka. Tri menjabarkan, tingkat literasi pada Rapor Pendidikan Sekolah yang pada 2022 tercatat 50 persen melonjak menjadi 88,89 persen pada 2024.
Numerasi yang semula hanya 26,67 persen kini merangkak naik menjadi 77,78 persen. Di tengah keterbatasan fasilitas, angka-angka ini bukan sekadar statistik. Mereka adalah hasil dari semangat, kerja keras, dan kolaborasi seluruh warga sekolah.
Prestasi formal pun tak ketinggalan. SDN Tambakrejo 01 kini menjadi Sekolah Penggerak Kota Semarang, meraih Pelaksana Terbaik 2 Sekolah Ramah Anak pada 2024, serta menjadi rujukan bagi banyak sekolah lain dalam pengelolaan literasi dan numerasi.
Namun, bagi Tri Sugiyono, pencapaian ini bukan tujuan akhir. Ia memandang perubahan yang sesungguhnya ada pada wajah-wajah kecil yang kini lebih suka membaca, lebih aktif berimajinasi, dan lebih gigih belajar.
“Dengan Subadi siswa menjadi lebih semangat membaca dan menulis,” kata Tri.
Pada Hari Pendidikan Nasional 2025 ini, dengan tema "Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua," kisah SDN Tambakrejo 01 berdiri sebagai bukti nyata bahwa pendidikan bermutu tidak harus lahir dari gedung megah atau fasilitas berlimpah.
(nnz)
Lihat Juga :