Transformasi Pendidikan Berbasis STEM Jadi Kunci Terwujudnya Generasi Unggul untuk Indonesia Emas
Selasa, 20 Mei 2025 - 18:42 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga menggarisbawahi data dari Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-71 dari 80 negara dalam literasi sains. Data ini menunjukkan bahwa meskipun anak-anak Indonesia bersekolah, mereka belum sepenuhnya diajarkan cara berpikir ilmiah.
Sementara itu, laporan Fixing the Foundation dari Bank Dunia mengungkapkan bahwa banyak program pelatihan guru di negara berpenghasilan menengah, termasuk Indonesia, belum dirancang secara efektif, terutama dalam hal penguasaan konten dan metodologi pengajaran STEM.
“Vietnam bisa menjadi contoh inspiratif. Mereka mereformasi kurikulum sejak 2010 dengan pendekatan berbasis proyek. Hasilnya, performa siswa mereka kini sejajar dengan negara-negara maju. Malaysia pun terus mendorong partisipasi siswa di jalur STEM melalui pelatihan guru, insentif sekolah, dan kemitraan dengan industri,” ujar Dr. Stephanie, yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) dan Presiden Universitas Pelita Harapan (UPH).
Ia menambahkan, Indonesia sejatinya memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan sains dan teknologi. Berbagai inisiatif seperti pelatihan robotik di Yogyakarta, kompetisi inovasi di Jakarta, hingga pengembangan alat berbasis Internet of Things (IoT) oleh mahasiswa di Surabaya menjadi bukti bahwa ekosistem inovasi mulai tumbuh dan patut diapresiasi.
Namun, potensi ini perlu diperkuat melalui sistem pendidikan yang mendukung serta kebijakan yang tepat. Menurutnya, inisiatif semacam ini harus diperluas dan diintegrasikan dengan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari sekolah dan guru, hingga pemerintah serta sektor swasta.
“Tidak semua anak harus jadi ilmuwan. Namun, setiap anak perlu tahu cara mengamati, berpikir, dan menyelesaikan masalah. Karena masa depan tak dibangun oleh hafalan, tetapi oleh keberanian untuk bertanya, mencoba, dan gagal, lalu bangkit kembali,” ucap Dr. Stephanie.
Transformasi Pendidikan Berbasis STEM
Dalam upaya mendorong transformasi sistem pendidikan Indonesia, Riady Foundation hadir mendukung penerapan pendidikan STEM di berbagai jenjang. Melalui program “STEM Indonesia Cerdas”, Riady Foundation bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi Sainstek, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta lebih dari 500 satuan pendidikan perintis di seluruh Indonesia.
Sementara itu, laporan Fixing the Foundation dari Bank Dunia mengungkapkan bahwa banyak program pelatihan guru di negara berpenghasilan menengah, termasuk Indonesia, belum dirancang secara efektif, terutama dalam hal penguasaan konten dan metodologi pengajaran STEM.
“Vietnam bisa menjadi contoh inspiratif. Mereka mereformasi kurikulum sejak 2010 dengan pendekatan berbasis proyek. Hasilnya, performa siswa mereka kini sejajar dengan negara-negara maju. Malaysia pun terus mendorong partisipasi siswa di jalur STEM melalui pelatihan guru, insentif sekolah, dan kemitraan dengan industri,” ujar Dr. Stephanie, yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH) dan Presiden Universitas Pelita Harapan (UPH).
Ia menambahkan, Indonesia sejatinya memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan sains dan teknologi. Berbagai inisiatif seperti pelatihan robotik di Yogyakarta, kompetisi inovasi di Jakarta, hingga pengembangan alat berbasis Internet of Things (IoT) oleh mahasiswa di Surabaya menjadi bukti bahwa ekosistem inovasi mulai tumbuh dan patut diapresiasi.
Namun, potensi ini perlu diperkuat melalui sistem pendidikan yang mendukung serta kebijakan yang tepat. Menurutnya, inisiatif semacam ini harus diperluas dan diintegrasikan dengan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari sekolah dan guru, hingga pemerintah serta sektor swasta.
“Tidak semua anak harus jadi ilmuwan. Namun, setiap anak perlu tahu cara mengamati, berpikir, dan menyelesaikan masalah. Karena masa depan tak dibangun oleh hafalan, tetapi oleh keberanian untuk bertanya, mencoba, dan gagal, lalu bangkit kembali,” ucap Dr. Stephanie.
Transformasi Pendidikan Berbasis STEM
Dalam upaya mendorong transformasi sistem pendidikan Indonesia, Riady Foundation hadir mendukung penerapan pendidikan STEM di berbagai jenjang. Melalui program “STEM Indonesia Cerdas”, Riady Foundation bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, Kementerian Pendidikan Tinggi Sainstek, Kementerian Kebudayaan, Kementerian Agama (Kemenag), Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta lebih dari 500 satuan pendidikan perintis di seluruh Indonesia.
Lihat Juga :