Kukuhkan Ratusan Wisudawan, Universitas Pancasila Tegaskan Peran Cetak Generasi Unggul
Selasa, 20 Mei 2025 - 13:02 WIB
loading...
A
A
A
Dalam momentum ini, Siswono Yudo Husodo, turut menyampaikan pesan inspiratif kepada para wisudawan sebagai bekal menapaki perjalanan baru dalam kehidupan pasca kampus. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya semangat kerja, motivasi pencapaian (achievement motivation), dan inovasi bagi para wisudawan dalam menghadapi dunia kerja yang semakin kompetitif di era borderless world. Persaingan tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga lintas batas negara, yang ditandai dengan semakin mudahnya pekerja dan investor lintas negara. Dengan 9 juta pekerja Indonesia di luar negeri dan 400.000 pekerja asing di Indonesia, ia mendorong para lulusan untuk memperluas kemampuan, termasuk menguasai bahasa internasional seperti Mandarin, Jepang, atau Korea, selain Bahasa Inggris, sebagai bekal berkompetisi secara global.
Dr. Siswono optimis bahwa Indonesia memiliki masa depan cerah dalam konstelasi ekonomi global. Pada tahun 2035, Indonesia diperkirakan berada di peringkat 8 atau 9 sebagai ekonomi terbesar dunia, seiring dengan bergesernya pusat kegiatan ekonomi global ke Asia. Perubahan ini, menurutnya, membuka peluang besar bagi generasi muda Indonesia untuk berkontribusi dalam sektor-sektor strategis, khususnya manufaktur yang akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi utama. Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045, di mana Indonesia diproyeksikan menjadi negara maju yang signifikan secara global.
Ia menekankan pentingnya semangat belajar yang berkelanjutan seiring dengan perkembangan zaman yang pesat. “Hari ini Anda diwisuda menjadi sarjana, mengakhiri masa studi di UP. Dunia tengah berubah cepat, dan Anda tidak boleh berhenti belajar. Belajar tidak hanya terjadi di bangku kuliah, tetapi juga melalui pengalaman langsung dalam kehidupan bermasyarakat. Belajarlah sambil bekerja, dan bekerjalah sambil terus belajar,” ujarnya.
Dalam menghadapi era digital dan teknologi canggih, para lulusan juga diimbau untuk menguasai teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), robotik, dan bioteknologi, serta pentingnya penguasaan bahasa asing seperti Mandarin, Jepang, atau Korea sebagai bekal bersaing secara global. “Pemenang di masa depan adalah mereka yang mampu memanfaatkan teknologi secara tepat guna,” ujarnya seraya mengingatkan potensi tantangan seperti kesenjangan ekonomi, hilangnya pekerjaan akibat otomatisasi, dan penyalahgunaan teknologi yang perlu diantisipasi.
Pada wisuda kali ini para wisudawan/wati juga berkesempatan mendengarkan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, MD, PhD. Dalam orasinya ia menegaskan pentingnya sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas sebagai modal utama menuju visi Indonesia Emas 2045, yakni “Negara Nusantara berdaulat, maju, dan berkelanjutan”.
Dr. Siswono optimis bahwa Indonesia memiliki masa depan cerah dalam konstelasi ekonomi global. Pada tahun 2035, Indonesia diperkirakan berada di peringkat 8 atau 9 sebagai ekonomi terbesar dunia, seiring dengan bergesernya pusat kegiatan ekonomi global ke Asia. Perubahan ini, menurutnya, membuka peluang besar bagi generasi muda Indonesia untuk berkontribusi dalam sektor-sektor strategis, khususnya manufaktur yang akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi utama. Ia juga menyoroti pentingnya peran generasi muda dalam mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045, di mana Indonesia diproyeksikan menjadi negara maju yang signifikan secara global.
Ia menekankan pentingnya semangat belajar yang berkelanjutan seiring dengan perkembangan zaman yang pesat. “Hari ini Anda diwisuda menjadi sarjana, mengakhiri masa studi di UP. Dunia tengah berubah cepat, dan Anda tidak boleh berhenti belajar. Belajar tidak hanya terjadi di bangku kuliah, tetapi juga melalui pengalaman langsung dalam kehidupan bermasyarakat. Belajarlah sambil bekerja, dan bekerjalah sambil terus belajar,” ujarnya.
Dalam menghadapi era digital dan teknologi canggih, para lulusan juga diimbau untuk menguasai teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI), robotik, dan bioteknologi, serta pentingnya penguasaan bahasa asing seperti Mandarin, Jepang, atau Korea sebagai bekal bersaing secara global. “Pemenang di masa depan adalah mereka yang mampu memanfaatkan teknologi secara tepat guna,” ujarnya seraya mengingatkan potensi tantangan seperti kesenjangan ekonomi, hilangnya pekerjaan akibat otomatisasi, dan penyalahgunaan teknologi yang perlu diantisipasi.
Pada wisuda kali ini para wisudawan/wati juga berkesempatan mendengarkan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed, MD, PhD. Dalam orasinya ia menegaskan pentingnya sumber daya manusia yang sehat dan berkualitas sebagai modal utama menuju visi Indonesia Emas 2045, yakni “Negara Nusantara berdaulat, maju, dan berkelanjutan”.
Lihat Juga :