Wujudkan Kampus Berdampak, UNJ Siap Ciptakan Inovasi untuk Ketahanan Pangan
Kamis, 22 Mei 2025 - 20:34 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, ia memperkenalkan program Sekolah Pangan yang merupakan bagian dari inisiatif Ayo Bisnis Pangan. Program ini dirancang untuk meningkatkan literasi dan keterampilan masyarakat serta mahasiswa di sektor pangan melalui pelatihan, konten edukatif, dan riset terapan.
“Perguruan tinggi seperti UNJ harus menjadi motor penggerak perubahan melalui kolaborasi aktif dengan dunia usaha demi mewujudkan ketahanan pangan yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Handito.
Sementara itu, Prof. Nizam menekankan bahwa perguruan tinggi perlu mempersiapkan lulusan yang berjiwa wirausaha, khususnya di sektor pangan. Ia menyoroti tingginya angka pengangguran lulusan sarjana serta rendahnya kemandirian pangan nasional.
“Indonesia memiliki potensi agraris yang besar, tetapi masih mengimpor gandum dan memiliki tingkat food waste yang tinggi. Kampus harus menjadi pusat inkubasi bisnis dan pengembangan teknologi,” kata Prof. Nizam.
Ia menyatakan bahwa penting untuk menanamkan semangat kewirausahaan sejak dini di lingkungan kampus agar lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja, terutama dalam menjawab tantangan pangan global.
“Perguruan tinggi seperti UNJ harus menjadi motor penggerak perubahan melalui kolaborasi aktif dengan dunia usaha demi mewujudkan ketahanan pangan yang inklusif dan berkelanjutan,” tegas Handito.
Sementara itu, Prof. Nizam menekankan bahwa perguruan tinggi perlu mempersiapkan lulusan yang berjiwa wirausaha, khususnya di sektor pangan. Ia menyoroti tingginya angka pengangguran lulusan sarjana serta rendahnya kemandirian pangan nasional.
“Indonesia memiliki potensi agraris yang besar, tetapi masih mengimpor gandum dan memiliki tingkat food waste yang tinggi. Kampus harus menjadi pusat inkubasi bisnis dan pengembangan teknologi,” kata Prof. Nizam.
Ia menyatakan bahwa penting untuk menanamkan semangat kewirausahaan sejak dini di lingkungan kampus agar lulusan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja, terutama dalam menjawab tantangan pangan global.
(nnz)
Lihat Juga :