Wujudkan Kampus Berdampak, UNJ Siap Ciptakan Inovasi untuk Ketahanan Pangan
Kamis, 22 Mei 2025 - 20:34 WIB
loading...
A
A
A
Ia juga mendukung dan mengapresiasi kebijakan pemerintah dalam menetapkan harga gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram, bukan gabah kering giling, sebagai bentuk perlindungan terhadap petani. Menurutnya, hal ini penting agar keuntungan tidak hanya dinikmati tengkulak, tetapi juga petani secara langsung.
Baca juga: Dosen DKV MNC University Jadi Juri Lomba Komik Digital Siswa SMA/SMK di Jaksel
Lebih lanjut, Prof. Komarudin menyatakan bahwa UNJ siap menjadi kampus yang berdampak, tidak hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga menghasilkan inovasi nyata dalam isu strategis nasional seperti ketahanan pangan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan sinergi berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai kemandirian pangan Indonesia.
![Wujudkan Kampus Berdampak, UNJ Siap Ciptakan Inovasi untuk Ketahanan Pangan]()
Foto/UNJ.
Sementara itu, dalam sesi pemaparan materi, Handito Joewono menekankan pentingnya sinergi antara UNJ dan dunia usaha. Ia mengusulkan pembentukan inkubator startup pangan yang dapat menjadi ruang bagi mahasiswa dan dosen dalam mengembangkan ide-ide inovatif serta mewujudkannya menjadi bisnis berkelanjutan.
Handito juga mendorong UNJ untuk mengembangkan modul kewirausahaan berbasis kearifan lokal. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali keterampilan bisnis yang kontekstual dan relevan dengan kondisi Indonesia.
Baca juga: Dosen DKV MNC University Jadi Juri Lomba Komik Digital Siswa SMA/SMK di Jaksel
Lebih lanjut, Prof. Komarudin menyatakan bahwa UNJ siap menjadi kampus yang berdampak, tidak hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga menghasilkan inovasi nyata dalam isu strategis nasional seperti ketahanan pangan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan sinergi berbagai pemangku kepentingan untuk mencapai kemandirian pangan Indonesia.

Foto/UNJ.
Sementara itu, dalam sesi pemaparan materi, Handito Joewono menekankan pentingnya sinergi antara UNJ dan dunia usaha. Ia mengusulkan pembentukan inkubator startup pangan yang dapat menjadi ruang bagi mahasiswa dan dosen dalam mengembangkan ide-ide inovatif serta mewujudkannya menjadi bisnis berkelanjutan.
Handito juga mendorong UNJ untuk mengembangkan modul kewirausahaan berbasis kearifan lokal. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali keterampilan bisnis yang kontekstual dan relevan dengan kondisi Indonesia.
Lihat Juga :