9 IAIN Berubah Jadi UIN, Ini Daftar Lengkap 11 PTKN yang Beralih Status
Senin, 26 Mei 2025 - 20:04 WIB
loading...
A
A
A
Seleksi rektor di lingkungan PTKN pun disebut lebih demokratis dan transparan. Proses ini dimulai dari penjaringan lokal oleh senat kampus yang juga melibatkan mahasiswa, berlanjut ke panitia seleksi independen berisi tokoh pendidikan nasional, hingga tahap finalisasi di tingkat kementerian.
"Panitia seleksi terdiri dari akademisi senior yang bebas dari kepentingan pribadi. Kemenag juga menggandeng Itjen dan BNPT untuk menilai integritas dan potensi radikalisme. Tujuan kami jelas: melahirkan rektor yang berjiwa kebangsaan," tegasnya.
Menag juga menyoroti kesenjangan anggaran antara PTKN dan perguruan tinggi umum. Ia mengungkapkan bahwa satu fakultas kedokteran di PTN umum bisa memiliki anggaran lebih besar dibandingkan seluruh anggaran PTKN se-Indonesia.
Untuk itu, Nasaruddin mengajak pemerintah daerah ikut berperan dalam mendukung kampus-kampus keagamaan agar mampu bersaing dan berkembang lebih cepat.
Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, mewakili Istana menyampaikan arahan langsung dari Presiden RI.
Presiden, kata Juri, menekankan pentingnya kesinambungan arah pembangunan PTKN dengan visi nasional, termasuk dalam proses seleksi rektor yang kini dikomunikasikan sejak tahap lima besar calon.
"Transformasi PTKN tidak boleh berhenti di perubahan nama. Perlu peningkatan tata kelola, kurikulum, dan kompetensi lulusan," ujar Juri.
Presiden juga mendorong agar kurikulum PTKN segera direvisi agar lebih adaptif terhadap tantangan masa depan seperti digitalisasi, transisi energi, dan ketahanan pangan.
Presiden berharap dalam waktu mendatang, akan ada PTKN yang masuk dalam 100 besar universitas terbaik dunia. Target ini, menurut Juri, bukan sekadar simbolik, tetapi strategi konkret demi kemajuan pendidikan nasional.
"Panitia seleksi terdiri dari akademisi senior yang bebas dari kepentingan pribadi. Kemenag juga menggandeng Itjen dan BNPT untuk menilai integritas dan potensi radikalisme. Tujuan kami jelas: melahirkan rektor yang berjiwa kebangsaan," tegasnya.
Menag juga menyoroti kesenjangan anggaran antara PTKN dan perguruan tinggi umum. Ia mengungkapkan bahwa satu fakultas kedokteran di PTN umum bisa memiliki anggaran lebih besar dibandingkan seluruh anggaran PTKN se-Indonesia.
Untuk itu, Nasaruddin mengajak pemerintah daerah ikut berperan dalam mendukung kampus-kampus keagamaan agar mampu bersaing dan berkembang lebih cepat.
Wakil Menteri Sekretaris Negara, Juri Ardiantoro, mewakili Istana menyampaikan arahan langsung dari Presiden RI.
Presiden, kata Juri, menekankan pentingnya kesinambungan arah pembangunan PTKN dengan visi nasional, termasuk dalam proses seleksi rektor yang kini dikomunikasikan sejak tahap lima besar calon.
"Transformasi PTKN tidak boleh berhenti di perubahan nama. Perlu peningkatan tata kelola, kurikulum, dan kompetensi lulusan," ujar Juri.
Presiden juga mendorong agar kurikulum PTKN segera direvisi agar lebih adaptif terhadap tantangan masa depan seperti digitalisasi, transisi energi, dan ketahanan pangan.
Presiden berharap dalam waktu mendatang, akan ada PTKN yang masuk dalam 100 besar universitas terbaik dunia. Target ini, menurut Juri, bukan sekadar simbolik, tetapi strategi konkret demi kemajuan pendidikan nasional.
(nnz)
Lihat Juga :