75 Tahun Kardinal Suharyo, Yayasan Atma Jaya Hadirkan Buku Litani Sahaja
Selasa, 15 Juli 2025 - 18:46 WIB
loading...
A
A
A
”Buku ‘Litani Sahaja’ bukan hanya merupakan bentuk penghormatan kepada Romo Kardinal, tetapi juga menjadi pengingat dan penanda penting dalam perjalanan Unika Atma Jaya. Melalui buku ini, kita diajak untuk meneladani nilai-nilai hidup yang beliau jalani ‘kesederhanaan, kesetiaan, dan pelayanan penuh makna’ yang sejalan dengan semangat kami dalam membentuk insan yang unggul, berintegritas, dan mengabdi bagi sesama,” jelasnya.
Sebagai coffee table book, Litani Sahaja menghadirkan rangkaian foto dari berbagai masa dan tempat yang merekam jejak pelayanan Romo Kardinal, mulai dari Paroki Bintaran di Yogyakarta, Keuskupan Agung Semarang, hingga Keuskupan Agung Jakarta. Narasi visual ini menjadi jendela yang membuka kisah hidup beliau secara ringan namun tetap dalam.
Judul “Litani Sahaja” sendiri dipilih karena mencerminkan karakter khas Romo Kardinal. “Litani” adalah bentuk doa yang penuh pengulangan, bukan sebagai rutinitas kosong, tapi sebagai ikhtiar spiritual yang terus mengakar. “Sahaja” berarti sederhana.
Dua kata ini menggambarkan kehidupan Romo Kardinal yang konsisten dan tidak mencari sorotan, namun berdampak besar bagi banyak orang. Dalam setiap tindakan yang diulang seperti bertemu umat, memimpin misa, menyapa dengan rendah hati terkandung spiritualitas litani yang sederhana.
Romo Ignatius Kardinal Suharyo, Uskup Agung Jakarta, menyampaikan bahwa di usianya yang ke-75 tahun, segala sesuatu yang ia lakukan adalah demi kebaikan Gereja, bangsa, dan Tanah Air.
Sebagai coffee table book, Litani Sahaja menghadirkan rangkaian foto dari berbagai masa dan tempat yang merekam jejak pelayanan Romo Kardinal, mulai dari Paroki Bintaran di Yogyakarta, Keuskupan Agung Semarang, hingga Keuskupan Agung Jakarta. Narasi visual ini menjadi jendela yang membuka kisah hidup beliau secara ringan namun tetap dalam.
Judul “Litani Sahaja” sendiri dipilih karena mencerminkan karakter khas Romo Kardinal. “Litani” adalah bentuk doa yang penuh pengulangan, bukan sebagai rutinitas kosong, tapi sebagai ikhtiar spiritual yang terus mengakar. “Sahaja” berarti sederhana.
Dua kata ini menggambarkan kehidupan Romo Kardinal yang konsisten dan tidak mencari sorotan, namun berdampak besar bagi banyak orang. Dalam setiap tindakan yang diulang seperti bertemu umat, memimpin misa, menyapa dengan rendah hati terkandung spiritualitas litani yang sederhana.
Romo Ignatius Kardinal Suharyo, Uskup Agung Jakarta, menyampaikan bahwa di usianya yang ke-75 tahun, segala sesuatu yang ia lakukan adalah demi kebaikan Gereja, bangsa, dan Tanah Air.
Lihat Juga :