Kuliah di Mana Sahdan Ketua RT Gen Z yang Viral? Ternyata Mahasiswa Jurusan Teknik
Sabtu, 19 Juli 2025 - 08:14 WIB
loading...
A
A
A
Di usianya yang baru menginjak 20 tahun, Sahdan mematahkan stigma akan penilaian masyarakat yang meragukan potensi anak muda. Lebih lanjut ia mengatakan “Ada yang bilang Gen Z itu males gerak, gak bisa kerja, atau gak bakal ada pembangunan,” ungkap Sahdan.
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ini maju sebagai ketua RT dengan sejumlah program yang akan memberi kebermanfaatan bagi warganya, salah satunya pengecoran jalan yang sukses dilakukan pada usia 2 bulan menjabat.
Baca juga: Tak Terima Ditegur, Pelaku Balap Liar Robohkan Pagar Milik Ketua RT di Pasar Rebo
Namun tak hanya itu, dengan pengelolaan swadaya Sahdan ingin menunaikan program berbagi sembako jelang ramadan, pemasangan CCTV di sejumlah titik rawan pencurian, hingga pembelian hewan kurban setiap iduladha.
Lebih lanjut, program bantuan sosial lainnya yaitu sumbangan bagi warga yang sakit sebesar Rp200.000 dan warga yang meninggal sebesar Rp500.000 lengkap dengan penyediaan kain kafan, papan nisan, hingga ongkos gali kubur.
“Setiap warga hanya membayar iuran sebesar Rp10.000 per bulan yang dialokasikan untuk dana bantuan bagi warga yang sakit atau meninggal, serta untuk kebutuhan keamanan lingkungan,” jelasnya.
Baca juga: Aurel Hermansyah Kaget Atta Halilintar Ditawarkan Jabatan, Jadi Ketua RT di Pondok Indah
Program ini ia gagas dengan mengadaptasi nilai-nilai Muhammadiyah seperti kebaikan sosial dan kebermanfaatan mulai dari bantuan warga, pemberdayaan ekonomi kecil, hingga pelayanan cepat.
Program Kerja
Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) ini maju sebagai ketua RT dengan sejumlah program yang akan memberi kebermanfaatan bagi warganya, salah satunya pengecoran jalan yang sukses dilakukan pada usia 2 bulan menjabat.
Baca juga: Tak Terima Ditegur, Pelaku Balap Liar Robohkan Pagar Milik Ketua RT di Pasar Rebo
Namun tak hanya itu, dengan pengelolaan swadaya Sahdan ingin menunaikan program berbagi sembako jelang ramadan, pemasangan CCTV di sejumlah titik rawan pencurian, hingga pembelian hewan kurban setiap iduladha.
Lebih lanjut, program bantuan sosial lainnya yaitu sumbangan bagi warga yang sakit sebesar Rp200.000 dan warga yang meninggal sebesar Rp500.000 lengkap dengan penyediaan kain kafan, papan nisan, hingga ongkos gali kubur.
“Setiap warga hanya membayar iuran sebesar Rp10.000 per bulan yang dialokasikan untuk dana bantuan bagi warga yang sakit atau meninggal, serta untuk kebutuhan keamanan lingkungan,” jelasnya.
Baca juga: Aurel Hermansyah Kaget Atta Halilintar Ditawarkan Jabatan, Jadi Ketua RT di Pondok Indah
Program ini ia gagas dengan mengadaptasi nilai-nilai Muhammadiyah seperti kebaikan sosial dan kebermanfaatan mulai dari bantuan warga, pemberdayaan ekonomi kecil, hingga pelayanan cepat.
Lihat Juga :