Kisah Baida Rani, Guru Madrasah yang Setia Mengajar di Pedalaman 3T demi Anak Negeri
Sabtu, 19 Juli 2025 - 20:30 WIB
loading...
A
A
A
“Awalnya saya kaget, karena harus jauh dari suami dan keluarga dan fasilitas serba terbatas. Tapi ketika melihat semangat anak-anak untuk belajar, semua rasa lelah itu hilang,” ujar Rani, mengutip laman Kemenag, Sabtu (19/7/2025).
Madrasah tempat Rani mengajar hanya memiliki ruang kelas sederhana. Sebagian siswa harus duduk berdesakan karena minimnya meja dan kursi. Namun, antusiasme mereka untuk menuntut ilmu luar biasa. Tak jarang, mereka datang dengan berjalan kaki sejauh 3 hingga 5 kilometer setiap hari.
Baca juga: Top, Siswa Indonesia Sabet 4 Medali di Olimpiade Kimia Dunia
Rani mengajar sebagai guru kelas. Di sela-sela kesibukan mengajar, ia juga membantu para guru senior menyusun program belajar tambahan bagi siswa yang tertinggal. Tidak jarang, ia juga turun tangan dalam kegiatan sosial dan pembangunan lingkungan madrasah, mulai dari membersihkan halaman hingga membantu perbaikan ringan bangunan.
“Saya merasa inilah bentuk nyata dari pengabdian sebagai guru. Bukan hanya mengajar, tapi juga ikut membangun karakter dan semangat anak-anak di sini,” tambahnya.
Meski berada jauh dari keramaian kota, Rani tidak merasa sendiri. Ia membentuk komunitas kecil bersama beberapa guru muda lainnya yang juga ditempatkan di daerah terpencil. Mereka saling menyemangati, berbagi materi ajar.
Kementerian Agama mengakui peran besar para guru CPNS seperti Rani dalam mengangkat kualitas pendidikan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Kepala Madrasah tempat Rani mengajar Ridawati Sinaga S.Pd menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dedikasi para guru muda.
Madrasah tempat Rani mengajar hanya memiliki ruang kelas sederhana. Sebagian siswa harus duduk berdesakan karena minimnya meja dan kursi. Namun, antusiasme mereka untuk menuntut ilmu luar biasa. Tak jarang, mereka datang dengan berjalan kaki sejauh 3 hingga 5 kilometer setiap hari.
Baca juga: Top, Siswa Indonesia Sabet 4 Medali di Olimpiade Kimia Dunia
Rani mengajar sebagai guru kelas. Di sela-sela kesibukan mengajar, ia juga membantu para guru senior menyusun program belajar tambahan bagi siswa yang tertinggal. Tidak jarang, ia juga turun tangan dalam kegiatan sosial dan pembangunan lingkungan madrasah, mulai dari membersihkan halaman hingga membantu perbaikan ringan bangunan.
“Saya merasa inilah bentuk nyata dari pengabdian sebagai guru. Bukan hanya mengajar, tapi juga ikut membangun karakter dan semangat anak-anak di sini,” tambahnya.
Meski berada jauh dari keramaian kota, Rani tidak merasa sendiri. Ia membentuk komunitas kecil bersama beberapa guru muda lainnya yang juga ditempatkan di daerah terpencil. Mereka saling menyemangati, berbagi materi ajar.
Kementerian Agama mengakui peran besar para guru CPNS seperti Rani dalam mengangkat kualitas pendidikan di daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Kepala Madrasah tempat Rani mengajar Ridawati Sinaga S.Pd menyampaikan rasa bangga dan terima kasih atas dedikasi para guru muda.
Lihat Juga :