Kemendiktisaintek Percepat Hilirisasi Riset, Gandeng Kampus, Industri, dan Pemda

Jum'at, 01 Agustus 2025 - 06:00 WIB
loading...
Kemendiktisaintek Percepat...
Mendiktisaintek Brian Yuliarto (kiri) dalam taklimat media Penguatan Riset untuk Percepatan Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi. Foto/Diktisaintek.
A A A
JAKARTA - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Kemendiktisaintek ) berkomitmen menguatkan riset yang berdampak dan menjawab permasalahan masyarakat melalui program-programnya.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto dalam taklimat media “Penguatan Riset untuk Percepatan Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi” di kantor Kemdiktisaintek, Kamis (31/7/2025).

“Kami dorong riset-riset agar mampu menjawab tantangan riil masyarakat, dan hasilnya dapat dihilirisasi menjadi produk yang siap dimanfaatkan atau dikomersialisasikan,” tegasnya, melalui siaran pers, dikutip Jumat (1/8/2025).

Baca juga: Jawa Terlalu Padat Dokter, Pemerintah Gerak Cepat Sebar Ribuan Spesialis ke Daerah

Hal ini senada dengan arahan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya terobosan di bidang sains dan teknologi untuk menjawab kebutuhan bangsa dan menjaga daya saing Indonesia di tengah perkembangan global.

Untuk dapat mencapai hal tersebut, riset dasar atau fundamental perlu dikuasai bersama dengan riset terapan yang akan memiliki hasil yang dibutuhkan masyarakat. Penguasaan ini dimulai dari pengembangan ekosistem riset yang diawali di perguruan tinggi, yang bersifat multidisipliner dan kolaboratif.

Brian juga mendorong kolaborasi lintas sektor agar berperan strategis dalam optimalisasi akademik di perguruan tinggi. Di tingkat pemerintah daerah, Kemdiktisaintek mendorong Pemda untuk berkolaborasi dengan perguruan tinggi untuk memecahkan masalah seperti tata kota atau pengelolaan sampah.

Baca juga: Ditjen Riset dan Pengembangan Kemendiktisainstek Puji Fakultas Vokasi Unair

Harapannya, kampus dapat menjadi sentra riset dan pengembangan di kawasannya masing-masing. Sementara itu, di tingkat pemerintah pusat, kerja sama dengan berbagai kementerian terus diperluas.

“Kami telah bertemu dan mendiskusikan kerja sama dengan Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan Perikanan, Kementerian ESDM, dan Kementerian/Lembaga lainnya. Beberapa kebutuhan kami akan libatkan dosen, bahkan mahasiswa,” kata Menteri Brian.

Kemendiktisaintek akan mendorong keterlibatan kampus melalui dosen dan mahasiswanya. Brian menyatakan, terdapat sangat banyak dosen berkapasitas riset tinggi. Hal ini dapat dikembangkan lagi melalui kerja sama strategis lintas sektor.

Lebih jauh, dibahas potensi kontribusi mahasiswa untuk mengembangkan daerah melalui berbagai program seperti Kuliah Kerja Nyata (KKN), contohnya dalam program pembibitan dan irigasi, pengurangan stunting, dan program-program bersifat operasional lainnya.

Program-program yang dikembangkan diharapkan dapat berperan strategis dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dan industri dengan kapasitas riset perguruan tinggi, sehingga setiap hasil penelitian dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan dan kesejahteraan masyarakat secara merata.

Dukung Asta Cita Presiden


Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang), Fauzan Adziman menyatakan bahwa kemitraan menjadi kata kunci dalam pengembangan dan eksekusi program-program Kemdiktisaintek. Utamanya dalam tahap komersialisasi, di mana dibutuhkan program transfer teknologi melalui kemitraan.

“Kami merancang program dengan seksama dari hulu ke hilir, supaya betul-betul bermanfaat bagi masyarakat. Kami menjalin kerja sama erat dengan industri, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), akademisi, investor, hingga Pemerintah Daerah (Pemda),” jelas Dirjen Fauzan.

Keenam Program Prioritas Riset Nasional dirancang untuk mendukung Asta Cita. Antara lain Program Penguatan Penelitian dan Pengembangan sejalan dengan Asta Cita 1 dan 2, Program Peningkatan Talenta Penelitian dan Pengembangan sejalan dengan Asta Cita 3, Program Pengembangan Kawasan Sains dan Teknologi sejalan dengan Asta Cita 4, Program Peningkatan Hilirisasi Hasil Penelitian dan Kerja Sama sesuai dengan Asta Cita 5, dan Program Pengembangan Kemitraan untuk Pemberdayaan Masyarakat serta Program Penguatan Pengabdian Kepada Masyarakat sejalan dengan Asta Cita ke-6, ke-7, dan ke-8. Hal ini merupakan bentuk komitmen Kemdiktisaintek untuk mengembangkan kesiapan sains dan teknologi dalam waktu dekat.

Hingga kini, lebih dari 3.300 proposal telah didanai dengan jumlah fokus tertinggi antara lain di bidang kesehatan, digitalisasi, ekonomi hijau, dan ekonomi kreatif. Kemendiktisaintek memastikan bahwa pendanaan ini tersebar merata di seluruh provinsi untuk memperkuat ekosistem riset se-Indonesia.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia-Prancis Sepakat...
Indonesia-Prancis Sepakat Perkuat Riset, Inovasi, dan Mobilitas Mahasiswa 2026
Disertasi Doktor Komunikasi...
Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
Riset LAPI ITB: Konektivitas...
Riset LAPI ITB: Konektivitas Digital Dongkrak PDRB dan Serap 685 Ribu Tenaga Kerja
Dugaan Kekerasan Seksual...
Dugaan Kekerasan Seksual di FHUI, Kemendiktisaintek Tegaskan Pemeriksaan Masih Berjalan
UAI dan University of...
UAI dan University of Edinburgh Dorong Inklusivitas di Dunia Riset dan Pendidikan Tinggi
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan Didorong Lewat Pelatihan Guru dan Kampus Berdampak Nyata
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
Debat Ketiga Calon Ketua...
Debat Ketiga Calon Ketua Hipmi Menyoroti Investasi, Hilirisasi hingga Pasar Modal
Rekomendasi
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Raih Penghargaan Kemendagri,...
Raih Penghargaan Kemendagri, Gubernur Khofifah: Hasil Sinergi Semua Elemen
Hubungan China dan Korut...
Hubungan China dan Korut Masuki Tahap Awal yang Baru
Berita Terkini
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
MNC University dan Universitas...
MNC University dan Universitas Bina Darma Berkolaborasi Gelar Seminar Hybrid Komunikasi Antarbudaya Internasional
Perkuat Literasi Anak...
Perkuat Literasi Anak Indonesia, Cerita Rakyat dan Kisah Teladan Hadir dalam Format Digital
Cek Hasil Seleksi Sekolah...
Cek Hasil Seleksi Sekolah Maung 2026 Hari Ini, Simak Jadwal SPMB Jabar Selanjutnya
Segera Dibuka, Begini...
Segera Dibuka, Begini Ketentuan dan Jadwal Jalur Domisili di SPMB Jakarta 2026
UI Tembus 15 Besar Dunia...
UI Tembus 15 Besar Dunia di Ajang Emerald Excellence Awards 2026
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved