Cerita Eifie, Atlet Disabilitas yang Sukses Tembus UGM lewat Jalur PBUTM 2025
Senin, 04 Agustus 2025 - 08:45 WIB
loading...
A
A
A
Namun kali ini, semesta berpihak. Eifie resmi diterima di Program Studi Akuntansi, FEB UGM. Tangis haru pun pecah di pelukan sang ibu. “Langsung peluk Ibu. Nangis banget,” ucapnya.
Ketertarikannya pada akuntansi tumbuh sejak SMA, berkat guru yang inspiratif dan cara belajar yang menyenangkan. Ia berharap bisa menjadi akuntan atau auditor profesional, sembari tetap mengejar mimpi menjadi atlet nasional bahkan internasional.
Kini, Eifie bersyukur bisa kuliah di UGM dengan bantuan subsidi UKT 100%. Ia bertekad memanfaatkan masa kuliahnya sebaik mungkin: aktif organisasi, ikut lomba, hingga program magang. Meski sibuk sebagai mahasiswa, ia tetap menjalani latihan tiga kali seminggu untuk menjaga performa atletik. “Aku mau mecahin rekor pribadi dan ngalahin lawan-lawan yang selama ini susah dikalahkan,” ujarnya penuh semangat.
Bagi Eifie, pendidikan adalah kunci untuk membentuk prinsip hidup dan keteguhan dalam mengambil keputusan. Ia menutup kisahnya dengan pesan menyentuh untuk anak muda lainnya:
“Nggak usah dengerin omongan orang yang menjatuhkan. Semua punya waktunya masing-masing.”
Ketertarikannya pada akuntansi tumbuh sejak SMA, berkat guru yang inspiratif dan cara belajar yang menyenangkan. Ia berharap bisa menjadi akuntan atau auditor profesional, sembari tetap mengejar mimpi menjadi atlet nasional bahkan internasional.
Tekad Kuat dan Pesan untuk Generasi Muda
Kini, Eifie bersyukur bisa kuliah di UGM dengan bantuan subsidi UKT 100%. Ia bertekad memanfaatkan masa kuliahnya sebaik mungkin: aktif organisasi, ikut lomba, hingga program magang. Meski sibuk sebagai mahasiswa, ia tetap menjalani latihan tiga kali seminggu untuk menjaga performa atletik. “Aku mau mecahin rekor pribadi dan ngalahin lawan-lawan yang selama ini susah dikalahkan,” ujarnya penuh semangat.
Bagi Eifie, pendidikan adalah kunci untuk membentuk prinsip hidup dan keteguhan dalam mengambil keputusan. Ia menutup kisahnya dengan pesan menyentuh untuk anak muda lainnya:
“Nggak usah dengerin omongan orang yang menjatuhkan. Semua punya waktunya masing-masing.”
(nnz)
Lihat Juga :