Pesan Veronica Tan untuk Mahasiswa: Seimbangkan IQ Tinggi dengan Akal Budi
Rabu, 06 Agustus 2025 - 15:08 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, Riskesdas 2023 menunjukkan sekitar 2 % penduduk usia di atas 15 tahun mengalami gangguan mental seperti depresi, kecemasan, dan skizofrenia. Data ini menempatkan Indonesia pada risiko masyarakat rapuh secara mental, terutama di kalangan Gen Z.
Tekanan akademik, paparan media sosial, dan ekspektasi sosial yang tinggi menjadi beberapa faktor penyebabnya. Generasi muda hari ini tumbuh dalam lanskap digital yang begitu cepat dan tak selalu ramah.
Meski demikian, Veronica meyakini bahwa mereka memiliki kapasitas luar biasa untuk beradaptasi dan berkembang, asal mampu menjaga keseimbangan antara logika dan nurani.
“Kalian sekarang jauh lebih terpapar informasi dari berbagai sumber. Resiliensi kalian harus lebih kuat dari generasi kami dulu. Jangan biarkan emosi kalian melebihi akal sehat,” ujarnya kepada para Tanoto Scholars.
Keseimbangan antara Emosi, Nalar, dan Nilai
Veronica menyoroti pentingnya kemampuan generasi muda untuk menyeleksi informasi dan konten yang mereka konsumsi setiap hari. Ia menyebut paparan konten yang bersifat sensasional dan emosional di media sosial sebagai tantangan tersendiri dalam menjaga ketenangan batin dan kejernihan berpikir.
Alih-alih mengikuti arus konten viral yang tak mendidik, ia mendorong mahasiswa untuk memperkaya diri dengan bacaan bermutu, refleksi moral, dan dialog yang berlandaskan nilai.
“Kalau mau jadi champion of good, carilah bacaan yang berkualitas. Keseimbangan antara emosi dan akal budi itu penting. Jangan sampai kehilangan akal hanya karena emosi sesaat,” tuturnya.
Tekanan akademik, paparan media sosial, dan ekspektasi sosial yang tinggi menjadi beberapa faktor penyebabnya. Generasi muda hari ini tumbuh dalam lanskap digital yang begitu cepat dan tak selalu ramah.
Meski demikian, Veronica meyakini bahwa mereka memiliki kapasitas luar biasa untuk beradaptasi dan berkembang, asal mampu menjaga keseimbangan antara logika dan nurani.
“Kalian sekarang jauh lebih terpapar informasi dari berbagai sumber. Resiliensi kalian harus lebih kuat dari generasi kami dulu. Jangan biarkan emosi kalian melebihi akal sehat,” ujarnya kepada para Tanoto Scholars.
Keseimbangan antara Emosi, Nalar, dan Nilai
Veronica menyoroti pentingnya kemampuan generasi muda untuk menyeleksi informasi dan konten yang mereka konsumsi setiap hari. Ia menyebut paparan konten yang bersifat sensasional dan emosional di media sosial sebagai tantangan tersendiri dalam menjaga ketenangan batin dan kejernihan berpikir.
Alih-alih mengikuti arus konten viral yang tak mendidik, ia mendorong mahasiswa untuk memperkaya diri dengan bacaan bermutu, refleksi moral, dan dialog yang berlandaskan nilai.
“Kalau mau jadi champion of good, carilah bacaan yang berkualitas. Keseimbangan antara emosi dan akal budi itu penting. Jangan sampai kehilangan akal hanya karena emosi sesaat,” tuturnya.
Lihat Juga :