Kisah M Irsyad, Santri Tunanetra yang Berhasil Lolos ke Kampus Impiannya UGM
Kamis, 10 September 2020 - 20:32 WIB
loading...
A
A
A
“Ada teman-teman yang bantu. Saya tidak bisa membaca materi yang ada di buku, maka ditolong oleh teman yang membacakan,” kata bungsu dari enam bersaudara ini. (Baca juga: UGM Gelar Konferensi Sains Internasional secara Virtual )
Irsyad menyadari bahwa daerahnya masih menghadapi sejumlah persoalan sosial, mulai dari ketimpangan ekonomi hingga ketidakmerataan pendidikan. Karena itu ia berkeinginan untuk menempuh pendidikan yang akan menyiapkannya untuk membantu membangun daerahnya dan menjadi pembawa perubahan bagi kehidupan masyarakat setempat selepas menamatkan pendidikannya di SMA.
“Di sini banyak anak-anak yang tidak bersekolah karena kekhawatiran biaya atau kurangnya dorongan dari orang tua. Saya ingin berkontribusi untuk bisa menyelesaikan permasalahan seperti ini dan membantu masyarakat,” ungkapnya.
Memasuki tahun terakhirnya di Madrasah Aliah, Irsyad mulai berkeinginan untuk dapat berkuliah di UGM. Kedua orang tuanya sempat ragu dengan pilihan tersebut. Selama ini Irsyad memang selalu didampingi ketika beraktivitas di luar rumah sehingga mereka khawatir jika anaknya harus hidup sendiri jauh dari mereka di tempat yang baru.
Namun, Irsyad terus berusaha meyakinkan mereka, bahwa ia sudah siap untuk menghadapi tantangan yang akan muncul di kemudian hari dan akan belajar untuk hidup mandiri. Berbekal restu dari orang tua, ia pun memantapkan diri untuk mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru di UGM. (Baca juga: Kompetisi ICStar Hackathon, Kolaborasi UI-Telkom University Raih Juara 2 )
Irsyad menyadari bahwa daerahnya masih menghadapi sejumlah persoalan sosial, mulai dari ketimpangan ekonomi hingga ketidakmerataan pendidikan. Karena itu ia berkeinginan untuk menempuh pendidikan yang akan menyiapkannya untuk membantu membangun daerahnya dan menjadi pembawa perubahan bagi kehidupan masyarakat setempat selepas menamatkan pendidikannya di SMA.
“Di sini banyak anak-anak yang tidak bersekolah karena kekhawatiran biaya atau kurangnya dorongan dari orang tua. Saya ingin berkontribusi untuk bisa menyelesaikan permasalahan seperti ini dan membantu masyarakat,” ungkapnya.
Memasuki tahun terakhirnya di Madrasah Aliah, Irsyad mulai berkeinginan untuk dapat berkuliah di UGM. Kedua orang tuanya sempat ragu dengan pilihan tersebut. Selama ini Irsyad memang selalu didampingi ketika beraktivitas di luar rumah sehingga mereka khawatir jika anaknya harus hidup sendiri jauh dari mereka di tempat yang baru.
Namun, Irsyad terus berusaha meyakinkan mereka, bahwa ia sudah siap untuk menghadapi tantangan yang akan muncul di kemudian hari dan akan belajar untuk hidup mandiri. Berbekal restu dari orang tua, ia pun memantapkan diri untuk mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa baru di UGM. (Baca juga: Kompetisi ICStar Hackathon, Kolaborasi UI-Telkom University Raih Juara 2 )
Lihat Juga :