Sepi Tepuk Tangan, Kuncir Toga Dipindahkan Keluarga di Rumah
Senin, 04 Mei 2020 - 07:03 WIB
loading...
A
A
A
Dua pekan sebelum wisuda, panitia dari UNS membuatkan grup WhatsApp untuk para wisudawan demi memudahkan koordinasi. Ketika geladi bersih, operator grup memberikan arahan. Saat geladih bersih, para wisudawan diminta standby di jam tertentu guna cek koneksi.
Setelah operator memberikan link dan password para peserta bisa bergabung dan satu persatu dicek koneksinya seperti suara operator, video, dan lainnya. Demi bisa mengikuti prosesi wisuda dengan lancar, Oky pun jauh-jauh hari mempersiapkan koneksi internet di rumahnya sebagus mungkin agar tidak putus-putus. Sebelum wisuda, panitia juga mengirimkan toga, samir, topi, ke alamat calon wisudawan masing-masing melalui pos. Ukuran toga bisa pas karena saat mendaftar wisuda online peserta harus mengisi formulir yang memuat identitas, ukuran toga, dan sebagainya.
Meski wisuda secara online, namun Oky merasa tidak terlalu masalah mengingat kondisinya memang di tengah wabah corona. Namun, berbeda dengan wisuda offline yang langsung mendapatkan ijazah, wisudawan online tetap harus mengurus ijazahnya ke kampus. “Tapi rasanya masih sedih banget, soalnya harapan saya ingin wisuda offline. Bagaimanapun (wisuda) adalah bagian dari memori perjuangan beberapa tahun kuliah,” ucapnya.
Rektor UNS Solo Jamal Wiwoho menyampaikan wisuda periode kedua 2020 ini memang diselenggarakan berbeda dengan wisuda yang sudah digelar UNS selama ini. “Tanpa mengurangi keabsahan dan kekhidmatan wisuda, tata upacara perhelatan wisuda UNS periode kedua harus dilaksanakan dengan telekonferensi atau via aplikasi Webex dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," katanya.
Sesuai kalender akademik UNS, sebenarnya pelaksanaan acara wisuda dijadwalkan 25 April lalu. Karena pertimbangan situasi dan kondisi pandemi Covid-19, UNS mengubah jadwal dan tata upacara wisudanya. (Ary Wahyu Wibowo)
Setelah operator memberikan link dan password para peserta bisa bergabung dan satu persatu dicek koneksinya seperti suara operator, video, dan lainnya. Demi bisa mengikuti prosesi wisuda dengan lancar, Oky pun jauh-jauh hari mempersiapkan koneksi internet di rumahnya sebagus mungkin agar tidak putus-putus. Sebelum wisuda, panitia juga mengirimkan toga, samir, topi, ke alamat calon wisudawan masing-masing melalui pos. Ukuran toga bisa pas karena saat mendaftar wisuda online peserta harus mengisi formulir yang memuat identitas, ukuran toga, dan sebagainya.
Meski wisuda secara online, namun Oky merasa tidak terlalu masalah mengingat kondisinya memang di tengah wabah corona. Namun, berbeda dengan wisuda offline yang langsung mendapatkan ijazah, wisudawan online tetap harus mengurus ijazahnya ke kampus. “Tapi rasanya masih sedih banget, soalnya harapan saya ingin wisuda offline. Bagaimanapun (wisuda) adalah bagian dari memori perjuangan beberapa tahun kuliah,” ucapnya.
Rektor UNS Solo Jamal Wiwoho menyampaikan wisuda periode kedua 2020 ini memang diselenggarakan berbeda dengan wisuda yang sudah digelar UNS selama ini. “Tanpa mengurangi keabsahan dan kekhidmatan wisuda, tata upacara perhelatan wisuda UNS periode kedua harus dilaksanakan dengan telekonferensi atau via aplikasi Webex dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," katanya.
Sesuai kalender akademik UNS, sebenarnya pelaksanaan acara wisuda dijadwalkan 25 April lalu. Karena pertimbangan situasi dan kondisi pandemi Covid-19, UNS mengubah jadwal dan tata upacara wisudanya. (Ary Wahyu Wibowo)
(ysw)
Lihat Juga :