Cerita Imam, Mahasiswa UNY yang Perkuat Timnas Voli U-21 di Kejuaraan Dunia China
Sabtu, 23 Agustus 2025 - 11:22 WIB
loading...
A
A
A
Bagi Imam, tampil di FIVB Men’s U-21 World Championship adalah kebanggaan tersendiri. Ini merupakan kali pertama Indonesia berlaga di ajang bergengsi tersebut.
“Senang sekali, karena Indonesia akhirnya bisa ikut serta. Meski cukup kaget melihat perbedaan postur tubuh, anatomi, maupun budaya antara pemain dalam negeri dan luar negeri, pengalaman ini sangat berharga. Saya belajar banyak tentang attitude, SDM, dan juga kebersamaan dengan rekan satu tim,” tutur pria kelahiran Yogyakarta 14 Mei 2005 tersebut.
Selain mengharumkan nama Indonesia, Imam juga bangga bisa membawa nama UNY ke panggung internasional. “Saya ingin memperkenalkan budaya Indonesia melalui voli dan menunjukkan bahwa mahasiswa FIKK UNY bisa bersaing di level dunia,” tambahnya. Walau prestasi akademik sempat terpengaruh, Imam mengaku kehidupan pribadinya semakin mandiri, disiplin, dan sportif. Dukungan keluarga, terutama orang tua, menjadi sumber kekuatan utama.
Ke depan, pehobi bola voli itu bercita-cita bisa menembus tim inti Timnas Senior dan menggantikan idolanya, Rivan Nurmulki. Ia juga menitip pesan kepada PBVSI Pusat untuk lebih memperhatikan daerah-daerah yang jarang terjangkau. “Saya yakin banyak atlet berbakat di pelosok yang belum terlihat,” papar Imam.
“Jangan patah semangat, jangan lupakan ibadah. Ketika terpuruk, hanya Tuhan yang bisa menolong. Perbanyak sedekah, tahajud, dan jangan lupa usaha keras,” pesan Imam.
“Senang sekali, karena Indonesia akhirnya bisa ikut serta. Meski cukup kaget melihat perbedaan postur tubuh, anatomi, maupun budaya antara pemain dalam negeri dan luar negeri, pengalaman ini sangat berharga. Saya belajar banyak tentang attitude, SDM, dan juga kebersamaan dengan rekan satu tim,” tutur pria kelahiran Yogyakarta 14 Mei 2005 tersebut.
Selain mengharumkan nama Indonesia, Imam juga bangga bisa membawa nama UNY ke panggung internasional. “Saya ingin memperkenalkan budaya Indonesia melalui voli dan menunjukkan bahwa mahasiswa FIKK UNY bisa bersaing di level dunia,” tambahnya. Walau prestasi akademik sempat terpengaruh, Imam mengaku kehidupan pribadinya semakin mandiri, disiplin, dan sportif. Dukungan keluarga, terutama orang tua, menjadi sumber kekuatan utama.
Ke depan, pehobi bola voli itu bercita-cita bisa menembus tim inti Timnas Senior dan menggantikan idolanya, Rivan Nurmulki. Ia juga menitip pesan kepada PBVSI Pusat untuk lebih memperhatikan daerah-daerah yang jarang terjangkau. “Saya yakin banyak atlet berbakat di pelosok yang belum terlihat,” papar Imam.
“Jangan patah semangat, jangan lupakan ibadah. Ketika terpuruk, hanya Tuhan yang bisa menolong. Perbanyak sedekah, tahajud, dan jangan lupa usaha keras,” pesan Imam.
(nnz)
Lihat Juga :