Cerita Stephani, Lulus UGM Jurusan Hukum dengan IPK 4.00: Ingin Membanggakan Orang Tua
Jum'at, 29 Agustus 2025 - 07:09 WIB
loading...
A
A
A
Motivasi Stephani memilih studi hukum diakuinya karena ia menyukai tantangan mengurusi perkara-perkara di persidangan yang memungkinkan ada yang menang dan kalah dalam sidang di meja hijau tersebut.
“Memenangkan perkara dalam sidang itu menjadi sesuatu yang menantang. Tapi selain itu, sebenarnya dari sisi lain fakultas hukum itu sangat versatile, ilmunya bisa digunakan untuk berbagai macam pekerjaan,” tuturnya.
Dalam menjalani perjalanan akademik, Stephani memegang prinsip sederhana, selalu punya tujuan baru, baik saat berhasil maupun gagal.
“Saya sering diberitahu bahwa hidup yang paling sederhana itu hidup yang senantiasa ada tujuannya. Ketika tujuan itu tercapai, buatlah tujuan baru. Ketika tujuan itu gagal, buat tujuan baru. Selalu hidup berorientasi kepada masa sekarang dan apa yang masa sekarang dapat kontribusikan kepada masa depan,” ungkapnya.
Ia bahkan mengutip filosofi pemain tenis legendaris Roger Federer sebagai pegangan hidup, a point is just a point, dalam artian hidup itu harus terus berjalan, kita tidak boleh terlalu terlena dalam prestasi kita dan tidak boleh juga terlalu terlena dalam kegagalan. “Tapi harus selalu melanjutkan hidup dengan tujuan baru,” pesannya.
“Memenangkan perkara dalam sidang itu menjadi sesuatu yang menantang. Tapi selain itu, sebenarnya dari sisi lain fakultas hukum itu sangat versatile, ilmunya bisa digunakan untuk berbagai macam pekerjaan,” tuturnya.
Dalam menjalani perjalanan akademik, Stephani memegang prinsip sederhana, selalu punya tujuan baru, baik saat berhasil maupun gagal.
“Saya sering diberitahu bahwa hidup yang paling sederhana itu hidup yang senantiasa ada tujuannya. Ketika tujuan itu tercapai, buatlah tujuan baru. Ketika tujuan itu gagal, buat tujuan baru. Selalu hidup berorientasi kepada masa sekarang dan apa yang masa sekarang dapat kontribusikan kepada masa depan,” ungkapnya.
Ia bahkan mengutip filosofi pemain tenis legendaris Roger Federer sebagai pegangan hidup, a point is just a point, dalam artian hidup itu harus terus berjalan, kita tidak boleh terlalu terlena dalam prestasi kita dan tidak boleh juga terlalu terlena dalam kegagalan. “Tapi harus selalu melanjutkan hidup dengan tujuan baru,” pesannya.
(nnz)
Lihat Juga :