Cita-cita Jadi Notaris, Duiddo Imani Muhammad Jadi Wisudawan Termuda FH UGM 2025
Kamis, 04 September 2025 - 08:01 WIB
loading...
A
A
A
Oi mengaku bisa lulus di usia 20 tahun dikarenakan mulai mendaftar masuk pendidikan sekolah dasar di usia 5 tahun 7 bulan. Lalu saat di bangku SMA, ia mengikuti kelas akselerasi sehingga bisa lulus lebih cepat karena ia bisa menyelesaikan pendidikan SMA dalam waktu 2 tahun.
“Saya masuk SD di umur 5 tahun 7 bulan dan ikut akselerasi pas SMA lewat program Kelompok Belajar Cepat,” katanya, Rabu (3/9).
Selama perkuliahan, selain fokus pada akademik, ia juga memutuskan untuk mengembangkan potensi dirinya melalui aktif berorganisasi. Oi memilih DEMA Justicia sebagai tempatnya untuk terus belajar. Menurut Oi, melalui organisasi ia dapat belajar untuk memanajemen risiko, manajemen emosi, dan juga manajemen energi.
“Saya mendapatkan pengalaman sebagai pemimpin, pengalaman sebagai mahasiswa UGM yang seharusnya merakyat, yang seharusnya humble ya. Jadi, di organisasi itu, saya semua dapat,” ungkapnya.
Perihal skripsinya, Oi sedikit bercerita bahwa judul yang ia ambil adalah soal Analisis Perubahan Tanah Surat Ijo (Izin Pemakaian Tanah) menjadi Tanah Bersertifikat Hak Guna Bangunan di Kota Surabaya”.
Dalam skripsinya ini, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memiliki banyak tanah yang tersebar di wilayah kota. Namun, ternyata tanah tersebut telah dihuni dan digunakan oleh masyarakat sejak turun temurun. “Nah, jadi aku bahas apakah mungkin tanah dari Pemkot Surabaya itu bisa dialihkan menjadi tanah hak guna bangunan,” ujarnya.
“Saya masuk SD di umur 5 tahun 7 bulan dan ikut akselerasi pas SMA lewat program Kelompok Belajar Cepat,” katanya, Rabu (3/9).
Selama perkuliahan, selain fokus pada akademik, ia juga memutuskan untuk mengembangkan potensi dirinya melalui aktif berorganisasi. Oi memilih DEMA Justicia sebagai tempatnya untuk terus belajar. Menurut Oi, melalui organisasi ia dapat belajar untuk memanajemen risiko, manajemen emosi, dan juga manajemen energi.
“Saya mendapatkan pengalaman sebagai pemimpin, pengalaman sebagai mahasiswa UGM yang seharusnya merakyat, yang seharusnya humble ya. Jadi, di organisasi itu, saya semua dapat,” ungkapnya.
Perihal skripsinya, Oi sedikit bercerita bahwa judul yang ia ambil adalah soal Analisis Perubahan Tanah Surat Ijo (Izin Pemakaian Tanah) menjadi Tanah Bersertifikat Hak Guna Bangunan di Kota Surabaya”.
Dalam skripsinya ini, ia menjelaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memiliki banyak tanah yang tersebar di wilayah kota. Namun, ternyata tanah tersebut telah dihuni dan digunakan oleh masyarakat sejak turun temurun. “Nah, jadi aku bahas apakah mungkin tanah dari Pemkot Surabaya itu bisa dialihkan menjadi tanah hak guna bangunan,” ujarnya.
Lihat Juga :