Mahasiswa Baru USG Didorong Jadi Problem Solver di Era AI
Jum'at, 19 September 2025 - 15:42 WIB
loading...
A
A
A
"Jangan menelan informasi karena bisa jadi informasi yang diterima tidak valid sehingga perlu mengetahui literasi teknologi," tuturnya.
Ketiga adalah literasi antarmanusia. Menurutnya, jangan sampai kemajuan teknologi yang ada membuat kita tidak bisa berkomunikasi dengan bai kantarmanusia. ”Di Jepang ada manusia menikahi robot. Kita harus punya kemampuan berinteraksi dengan masyarakat, punya empati, etika, moral dan spiritualitas tinggi. Ini perlu kita tekankan. Jangan sampai kebalik, tujuan memanusiakan manusia, jangan sampai merobotkan manusia,” katanya.
Mahasiswa, kata Khairul Munadi, juga harus memiliki beberapa keterampilan, kreativitas, critical thinking, dan kolaborasi. Mahasiwa juga perlu menjadi pembelajar yang adaptif dan bisa mempelajari dan berinteraksi dengan banyak hal. Mahasiswa harus menjadi kreator, pencipta yang menghasilkan banyak kreasi. Bukan hanya pengguna, tapi pencipta.
"Saya mendorong adik-adik mahasiswa, dalam rangka belajar efektif dan efesien, perlu banyak belajar bersama, kolaboratif," tuturnya.
Pelaksanaan PKKMB Universitas Sunan Gresik berlangsung mulai 16-18 September 2025 yang diikuti sekitar 2.500 mahasiswa. Jumlah itu merupakan hasil seleksi ketat dari total sekitar 3.500 calon mahasiswa yang mendaftar sebagai mahasiswa angkatan pertama USG. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Aceh, Sumatera, Sulawesi, NTT, Jakarta, hingga Papua dan berbagai daerah lainnya di Indonesia.
Ketiga adalah literasi antarmanusia. Menurutnya, jangan sampai kemajuan teknologi yang ada membuat kita tidak bisa berkomunikasi dengan bai kantarmanusia. ”Di Jepang ada manusia menikahi robot. Kita harus punya kemampuan berinteraksi dengan masyarakat, punya empati, etika, moral dan spiritualitas tinggi. Ini perlu kita tekankan. Jangan sampai kebalik, tujuan memanusiakan manusia, jangan sampai merobotkan manusia,” katanya.
Mahasiswa, kata Khairul Munadi, juga harus memiliki beberapa keterampilan, kreativitas, critical thinking, dan kolaborasi. Mahasiwa juga perlu menjadi pembelajar yang adaptif dan bisa mempelajari dan berinteraksi dengan banyak hal. Mahasiswa harus menjadi kreator, pencipta yang menghasilkan banyak kreasi. Bukan hanya pengguna, tapi pencipta.
"Saya mendorong adik-adik mahasiswa, dalam rangka belajar efektif dan efesien, perlu banyak belajar bersama, kolaboratif," tuturnya.
Pelaksanaan PKKMB Universitas Sunan Gresik berlangsung mulai 16-18 September 2025 yang diikuti sekitar 2.500 mahasiswa. Jumlah itu merupakan hasil seleksi ketat dari total sekitar 3.500 calon mahasiswa yang mendaftar sebagai mahasiswa angkatan pertama USG. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai Aceh, Sumatera, Sulawesi, NTT, Jakarta, hingga Papua dan berbagai daerah lainnya di Indonesia.
(abd)
Lihat Juga :