Ratusan Guru Besar Indonesia Desak Pemerintah Perjuangkan Kemerdekaan Palestina di PBB

Sabtu, 20 September 2025 - 10:00 WIB
loading...
Ratusan Guru Besar Indonesia...
Ratusan guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mendesak Pemerintah RI agar mengambil langkah nyata dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Foto/Humas UI.
A A A
JAKARTA - Ratusan guru besar dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mendesak Pemerintah RI agar mengambil langkah nyata dalam mendukung kemerdekaan Palestina . Mereka juga mendorong Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melakukan reformasi Dewan Keamanan yang dinilai tidak lagi relevan dengan perkembangan global.

Pernyataan sikap tersebut dibacakan oleh Rektor Universitas Indonesia (UI), Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah di Masjid Ukhuwah Islamiyah, Kampus UI Depok, Jumat (19/9/2025). Hingga kini, sebanyak 880 guru besar dari berbagai kampus di Indonesia telah menandatangani dukungan, baik secara daring maupun luring.

Baca juga: Senat AS Luncurkan Inisiatif Bersejarah untuk Akui Negara Palestina

“Kami berharap dukungan ini dapat mendorong Presiden RI Prabowo Subianto melakukan kalibrasi kebijakan luar negeri, agar Indonesia tetap konsisten mengawal perjuangan Palestina hingga merdeka,” ujar Prof. Heri.

Dalam pernyataannya, para guru besar meminta Pemerintah Indonesia terus mengawal implementasi keputusan Sidang Umum PBB ke-80 hingga terwujudnya negara Palestina yang berdaulat. Mereka menekankan pentingnya komitmen jangka panjang, termasuk penyelesaian aspek legal-formal seperti batas negara, mandat pemerintahan, hingga definisi bangsa Palestina.

Baca juga: Komunikasi Lumpuh di Kota Gaza, 800.000 Warga Palestina Terisolir seiring Gempuran Israel

Selain itu, para akademisi juga mendesak pemerintah memperjuangkan jaminan keamanan rakyat Palestina dengan mendorong pengiriman pasukan perdamaian PBB ke wilayah konflik. “Konflik Palestina-Israel pada hakikatnya adalah akibat dari penjajahan, okupasi, pengusiran paksa, dan perampasan wilayah bangsa Palestina oleh zionisme,” tegas Prof. Heri.

Guru besar juga menolak opsi relokasi penduduk Gaza dengan alasan apa pun, termasuk rekonstruksi pascaperang. Menurut mereka, pemerintah harus memastikan warga Palestina dapat kembali ke rumah mereka, sekaligus memberikan dukungan pendidikan, kesehatan, hingga perdagangan jangka panjang.

Mereka juga menyerukan reformasi Dewan Keamanan PBB agar lebih inklusif dan berkeadilan, termasuk penghapusan hak veto yang hanya dimiliki lima negara saat ini. “Reformasi DK PBB sangat penting untuk mendukung efektivitas pasukan perdamaian serta memastikan PBB tetap relevan dengan zaman,” jelas Prof. Heri.

Tak hanya itu, para guru besar mengingatkan masyarakat agar mewaspadai disinformasi terkait isu Palestina yang dilancarkan gerakan zionisme, termasuk narasi soal hubungan diplomatik Indonesia-Israel maupun penampungan pengungsi tanpa kepastian kepulangan.

Baca juga: Senator Yahudi AS Bernie Sanders: Perang Israel di Gaza Adalah Genosida

“Kami mendukung Presiden Prabowo Subianto menyuarakan komitmen Indonesia terhadap kemerdekaan Palestina dan reformasi DK PBB dalam Sidang Umum PBB ke-80 pada 23 September 2025,” pungkasnya.

Sementara itu, Periset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Siti Zuhro, menambahkan bahwa para guru besar yang menandatangani pernyataan sikap berasal dari lintas agama, bidang keilmuan, hingga generasi. “Ini menunjukkan kepedulian bangsa Indonesia yang sangat tinggi terhadap isu kemanusiaan di Gaza. Bahkan negara-negara Eropa dan Amerika juga menaruh perhatian serupa,” ujarnya.

Menurutnya, dukungan Indonesia bukan sekadar pernyataan, tetapi diwujudkan melalui kontribusi nyata berupa pangan dan bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
UI Dukung Program MBG...
UI Dukung Program MBG lewat Pendidikan, Riset, dan Evaluasi Ilmiah
Perkuat Barisan Intelektual,...
Perkuat Barisan Intelektual, Universitas Pancasila Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru
Sosok Prof Jhanghiz...
Sosok Prof Jhanghiz Syahrivar, Alumni President University Jadi Guru Besar Termuda
President University...
President University Kukuhkan 3 Guru Besar Baru, Perkuat Kualitas Akademik dan Riset
Momen Hari Kartini,...
Momen Hari Kartini, UMB Lantik 2 Guru Besar Perempuan Bidang Komunikasi dan Keuangan
Dulu Wartawan Kini Dekan,...
Dulu Wartawan Kini Dekan, Prof Eighty Usung Konsep BRIGHT Pimpin Fakultas Kedokteran Unair
Profil Saleem Khader...
Profil Saleem Khader Al-Ashqar, Kiper Palestina yang Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Kiper Palestina Saleem...
Kiper Palestina Saleem Al-Ashqar Tewas Dibunuh Tentara Israel di Gaza
Dunia Fokus ke Iran,...
Dunia Fokus ke Iran, Israel Justru Percepat Perebutan Lahan di Gaza dan Tepi Barat
Rekomendasi
UMKM Binaan Astra Tembus...
UMKM Binaan Astra Tembus ke Luar Negeri, Omzet Petani Naik Jadi Rp11,9 Miliar
154 Warga Terjangkit...
154 Warga Terjangkit ISPA Imbas Kebakaran TPA Jatiwaringin, Mayoritas Balita-Ibu Hamil
PLN EPI Dorong Bioenergi...
PLN EPI Dorong Bioenergi Jadi Motor Diversifikasi Energi Nasional
Berita Terkini
FITK UIN Sunan Kalijaga...
FITK UIN Sunan Kalijaga Borong 6 Penghargaan Bergengsi di PD-PGMI Indonesia Award 2026
Ikuti Forum Internasional...
Ikuti Forum Internasional GYC 2026 di Bangkok, Mahasiswa UBSI Siap Serap Pengalaman Global
MNC University Jadi...
MNC University Jadi Kampus Pertama Kunjungi Cikeas Art Gallery, Mahasiswa DKV Pelajari Masterpiece SBY
Kisah Fathan Diterima...
Kisah Fathan Diterima Kuliah Gratis di UGM, Anak Penjual Kantin yang Pantang Menyerah
ITPLN Buka Peluang Ikatan...
ITPLN Buka Peluang Ikatan Kerja Bagi Mahasiswa Lewat Kolaborasi dengan APITU
Larangan dan Sanksi...
Larangan dan Sanksi MPLS 2026, Atribut Tidak Relevan hingga Pungutan Biaya Dilarang
Infografis
Majelis Umum Dukung...
Majelis Umum Dukung Jalur Menuju Anggota Penuh Palestina di PBB
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved