Kisah Sabrina dan Davina, 2 Mahasiswi Jurusan Teknik yang Jadi Wisudawan Termuda ITS
Sabtu, 20 September 2025 - 18:35 WIB
loading...
A
A
A
Yakni Davina Panorama Viradhika dari S1 Teknik Industri ITS dan Wan Sabrina Mayzura dari S1 Teknik Informatika ITS, yang berhasil lulus ketika usianya baru genap 20 tahun 4 bulan setelah menyelesaikan perkuliahannya dalam kurun waktu delapan semester.
Davina memulai perjalanan pendidikannya di SDN Percobaan 2 Malang. Putri dari pasangan Dandung Kusdiantoro dan Tatik Yuniati ini mendapatkan program percepatan atau akselerasi saat duduk di bangku SMPN 3 Malang. Di sini, ia beradaptasi dengan mengikuti pembelajaran yang ritmenya cepat dan berhasil lulus dalam dua tahun.
Di jenjang SMA, gadis yang memiliki hobi bermain musik tersebut kembali berhasil mendapatkan program akselerasi yang membuatnya lulus lebih cepat lagi. Tepatnya di SMAN 3 Malang, Davina menjadi salah satu yang lulus lebih cepat di antara teman seangkatannya. Setelah lulus, ia memutuskan untuk berkuliah di ITS. “Saya kembali dipilih untuk mendapatkan program akselerasi saat SMA karena pernah ada riwayat di SMP,” jelasnya.
Saat berkuliah di ITS, gadis kelahiran 25 Mei 2005 ini mengakui tertarik dengan kepanitiaan dan manajerial. Hal ini ditunjukkannya saat bergabung di Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), terutama pada Departemen Industrial Engineering (IE) Fair. Tak hanya itu, ia juga aktif menjadi asisten laboratorium yang membawanya untuk bisa mengunjungi beberapa perusahaan besar seperti di PT Insera Sena selaku produsen sepeda merek Polygon.
Ke depan, usai diwisuda pada 28 September mendatang, Davina memilih untuk lebih mengeksplor dunia kerja yang membuatnya ingin mencoba banyak magang di bidang yang diinginkannya. “Saat ini saya akan eksplor pengalaman kerja yang sesuai dan linear dengan minat dan bidang saya,” pungkas gadis yang suka bermain bola basket tersebut.
Davina memulai perjalanan pendidikannya di SDN Percobaan 2 Malang. Putri dari pasangan Dandung Kusdiantoro dan Tatik Yuniati ini mendapatkan program percepatan atau akselerasi saat duduk di bangku SMPN 3 Malang. Di sini, ia beradaptasi dengan mengikuti pembelajaran yang ritmenya cepat dan berhasil lulus dalam dua tahun.
Di jenjang SMA, gadis yang memiliki hobi bermain musik tersebut kembali berhasil mendapatkan program akselerasi yang membuatnya lulus lebih cepat lagi. Tepatnya di SMAN 3 Malang, Davina menjadi salah satu yang lulus lebih cepat di antara teman seangkatannya. Setelah lulus, ia memutuskan untuk berkuliah di ITS. “Saya kembali dipilih untuk mendapatkan program akselerasi saat SMA karena pernah ada riwayat di SMP,” jelasnya.
Saat berkuliah di ITS, gadis kelahiran 25 Mei 2005 ini mengakui tertarik dengan kepanitiaan dan manajerial. Hal ini ditunjukkannya saat bergabung di Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), terutama pada Departemen Industrial Engineering (IE) Fair. Tak hanya itu, ia juga aktif menjadi asisten laboratorium yang membawanya untuk bisa mengunjungi beberapa perusahaan besar seperti di PT Insera Sena selaku produsen sepeda merek Polygon.
Ke depan, usai diwisuda pada 28 September mendatang, Davina memilih untuk lebih mengeksplor dunia kerja yang membuatnya ingin mencoba banyak magang di bidang yang diinginkannya. “Saat ini saya akan eksplor pengalaman kerja yang sesuai dan linear dengan minat dan bidang saya,” pungkas gadis yang suka bermain bola basket tersebut.
(nnz)
Lihat Juga :