Kisah Sabrina dan Davina, 2 Mahasiswi Jurusan Teknik yang Jadi Wisudawan Termuda ITS
Sabtu, 20 September 2025 - 18:35 WIB
loading...
Wan Sabrina Mayzura menjadi wisudawan termuda pada wisuda ke-132 ITS, Sabtu (20/9/2025). Foto/ITS.
A
A
A
SURABAYA - 2 mahasiswi jurusan Teknik Informatika dan Teknik Industri dinobatkan menjadi wisudawan termuda di wisuda ke-132 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Sabtu (20/9)/2025. Keduanya lulus saat berusia 20 tahun 4 bulan dengan masa kuliah 8 semester.
Adalah Wan Sabrina Mayzura atau yang akrab disapa Sabrina, memulai kisah perjuangan pendidikannya sejak di bangku SD pada usia yang masih 5 tahun. Di SDN 50 Bengkalis, Sabrina mulai beradaptasi dengan pembelajaran bersama teman-teman yang lebih tua usianya.
Baca juga: Kisah Safira Nur Aini, Wisudawan Magister Termuda UGM yang Peduli Pertanian
“Saat itu, tak banyak SD yang dapat menerima siswa seusia saya, sehingga saya bersyukur bisa sekolah duluan,” ungkap gadis kelahiran Pekanbaru, 20 Mei 2005 tersebut, melalui siaran pers, Sabtu (20/9/2025).
Tak ingin menyiakan kesempatan, putri dari pasangan Wan Muhammad Faizal dan Dariana tersebut juga menempuh masa pendidikan yang lebih cepat di SMAN 8 Pekanbaru. Penerima Beasiswa Pemerintah Provinsi Riau ini menyelesaikan SMA dalam kurun waktu dua tahun hingga melanjutkan pendidikan ke ITS di usia 16 tahun. Hal ini membuatnya merasakan bangku perkuliahan lebih dulu dibanding remaja seusianya.
Baca juga: Cerita Christopher, Jadi Dokter Gigi Spesialis di Usia 28 Tahun dan Lulusan Termuda UGM
Di ITS, gadis yang memiliki hobi menonton film tersebut memulai langkahnya sebagai mahasiswa baru dengan fokus di akademik serta bergabung di beberapa kegiatan nonakademik seperti kepanitiaan kegiatan. Tak hanya berfokus dalam kepanitiaan, sulung dari dua bersaudara tersebut juga memiliki banyak pengalaman di bidang pengabdian kepada masyarakat seperti Kuliah Kerja Nyata Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas).
Tak ingin berhenti memberi manfaat, kini Sabrina yang telah diwisuda pada hari pertama ini langsung meneruskan pendidikan di jenjang pascasarjana ITS untuk menempuh studi S2 dan S3 sekaligus dengan beasiswa FAST-D yang diterimanya dari ITS.
Baca juga: Cita-cita Jadi Notaris, Duiddo Imani Muhammad Jadi Wisudawan Termuda FH UGM 2025
Ia berharap dalam menempuh studi lanjutnya ini, ia dapat memberikan lebih banyak manfaat yang berdampak bagi orang lain. Harapan ini sejalan dengan komitmen ITS untuk memiliki dampak dalam keberlanjutan berdasarkan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke 4 yaitu Pendidikan Berkualitas.
Yakni Davina Panorama Viradhika dari S1 Teknik Industri ITS dan Wan Sabrina Mayzura dari S1 Teknik Informatika ITS, yang berhasil lulus ketika usianya baru genap 20 tahun 4 bulan setelah menyelesaikan perkuliahannya dalam kurun waktu delapan semester.
Davina memulai perjalanan pendidikannya di SDN Percobaan 2 Malang. Putri dari pasangan Dandung Kusdiantoro dan Tatik Yuniati ini mendapatkan program percepatan atau akselerasi saat duduk di bangku SMPN 3 Malang. Di sini, ia beradaptasi dengan mengikuti pembelajaran yang ritmenya cepat dan berhasil lulus dalam dua tahun.
Di jenjang SMA, gadis yang memiliki hobi bermain musik tersebut kembali berhasil mendapatkan program akselerasi yang membuatnya lulus lebih cepat lagi. Tepatnya di SMAN 3 Malang, Davina menjadi salah satu yang lulus lebih cepat di antara teman seangkatannya. Setelah lulus, ia memutuskan untuk berkuliah di ITS. “Saya kembali dipilih untuk mendapatkan program akselerasi saat SMA karena pernah ada riwayat di SMP,” jelasnya.
Saat berkuliah di ITS, gadis kelahiran 25 Mei 2005 ini mengakui tertarik dengan kepanitiaan dan manajerial. Hal ini ditunjukkannya saat bergabung di Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), terutama pada Departemen Industrial Engineering (IE) Fair. Tak hanya itu, ia juga aktif menjadi asisten laboratorium yang membawanya untuk bisa mengunjungi beberapa perusahaan besar seperti di PT Insera Sena selaku produsen sepeda merek Polygon.
Ke depan, usai diwisuda pada 28 September mendatang, Davina memilih untuk lebih mengeksplor dunia kerja yang membuatnya ingin mencoba banyak magang di bidang yang diinginkannya. “Saat ini saya akan eksplor pengalaman kerja yang sesuai dan linear dengan minat dan bidang saya,” pungkas gadis yang suka bermain bola basket tersebut.
Adalah Wan Sabrina Mayzura atau yang akrab disapa Sabrina, memulai kisah perjuangan pendidikannya sejak di bangku SD pada usia yang masih 5 tahun. Di SDN 50 Bengkalis, Sabrina mulai beradaptasi dengan pembelajaran bersama teman-teman yang lebih tua usianya.
Baca juga: Kisah Safira Nur Aini, Wisudawan Magister Termuda UGM yang Peduli Pertanian
“Saat itu, tak banyak SD yang dapat menerima siswa seusia saya, sehingga saya bersyukur bisa sekolah duluan,” ungkap gadis kelahiran Pekanbaru, 20 Mei 2005 tersebut, melalui siaran pers, Sabtu (20/9/2025).
Tak ingin menyiakan kesempatan, putri dari pasangan Wan Muhammad Faizal dan Dariana tersebut juga menempuh masa pendidikan yang lebih cepat di SMAN 8 Pekanbaru. Penerima Beasiswa Pemerintah Provinsi Riau ini menyelesaikan SMA dalam kurun waktu dua tahun hingga melanjutkan pendidikan ke ITS di usia 16 tahun. Hal ini membuatnya merasakan bangku perkuliahan lebih dulu dibanding remaja seusianya.
Baca juga: Cerita Christopher, Jadi Dokter Gigi Spesialis di Usia 28 Tahun dan Lulusan Termuda UGM
Di ITS, gadis yang memiliki hobi menonton film tersebut memulai langkahnya sebagai mahasiswa baru dengan fokus di akademik serta bergabung di beberapa kegiatan nonakademik seperti kepanitiaan kegiatan. Tak hanya berfokus dalam kepanitiaan, sulung dari dua bersaudara tersebut juga memiliki banyak pengalaman di bidang pengabdian kepada masyarakat seperti Kuliah Kerja Nyata Pengabdian kepada Masyarakat (KKN Abmas).
Tak ingin berhenti memberi manfaat, kini Sabrina yang telah diwisuda pada hari pertama ini langsung meneruskan pendidikan di jenjang pascasarjana ITS untuk menempuh studi S2 dan S3 sekaligus dengan beasiswa FAST-D yang diterimanya dari ITS.
Baca juga: Cita-cita Jadi Notaris, Duiddo Imani Muhammad Jadi Wisudawan Termuda FH UGM 2025
Ia berharap dalam menempuh studi lanjutnya ini, ia dapat memberikan lebih banyak manfaat yang berdampak bagi orang lain. Harapan ini sejalan dengan komitmen ITS untuk memiliki dampak dalam keberlanjutan berdasarkan Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke 4 yaitu Pendidikan Berkualitas.
Yakni Davina Panorama Viradhika dari S1 Teknik Industri ITS dan Wan Sabrina Mayzura dari S1 Teknik Informatika ITS, yang berhasil lulus ketika usianya baru genap 20 tahun 4 bulan setelah menyelesaikan perkuliahannya dalam kurun waktu delapan semester.
Davina memulai perjalanan pendidikannya di SDN Percobaan 2 Malang. Putri dari pasangan Dandung Kusdiantoro dan Tatik Yuniati ini mendapatkan program percepatan atau akselerasi saat duduk di bangku SMPN 3 Malang. Di sini, ia beradaptasi dengan mengikuti pembelajaran yang ritmenya cepat dan berhasil lulus dalam dua tahun.
Di jenjang SMA, gadis yang memiliki hobi bermain musik tersebut kembali berhasil mendapatkan program akselerasi yang membuatnya lulus lebih cepat lagi. Tepatnya di SMAN 3 Malang, Davina menjadi salah satu yang lulus lebih cepat di antara teman seangkatannya. Setelah lulus, ia memutuskan untuk berkuliah di ITS. “Saya kembali dipilih untuk mendapatkan program akselerasi saat SMA karena pernah ada riwayat di SMP,” jelasnya.
Saat berkuliah di ITS, gadis kelahiran 25 Mei 2005 ini mengakui tertarik dengan kepanitiaan dan manajerial. Hal ini ditunjukkannya saat bergabung di Himpunan Mahasiswa Teknik Industri (HMTI), terutama pada Departemen Industrial Engineering (IE) Fair. Tak hanya itu, ia juga aktif menjadi asisten laboratorium yang membawanya untuk bisa mengunjungi beberapa perusahaan besar seperti di PT Insera Sena selaku produsen sepeda merek Polygon.
Ke depan, usai diwisuda pada 28 September mendatang, Davina memilih untuk lebih mengeksplor dunia kerja yang membuatnya ingin mencoba banyak magang di bidang yang diinginkannya. “Saat ini saya akan eksplor pengalaman kerja yang sesuai dan linear dengan minat dan bidang saya,” pungkas gadis yang suka bermain bola basket tersebut.
(nnz)
Lihat Juga :