Pengabdian Masyarakat UNJ, Meningkatkan Daya Saing UMKM Kepulauan Seribu
Selasa, 23 September 2025 - 14:05 WIB
loading...
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelesaikan rangkaian kegiatan dalam skema Program Pengabdian Masyarakat 2025 di Kepulauan Seribu. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menyelesaikan rangkaian kegiatan dalam skema Program Pengabdian Masyarakat 2025. Kali ini program bertajuk Socialpreneurship 5.0: Model Digitalisasi Inovasi Workflow Bisnis untuk Daya Saing UMKM dan Ekonomi Kreatif melalui Kemitraan Masyarakat di Kepulauan Seribu.
Program ini didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Kemendiktisaintek ). Ini sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung UMKM lokal menuju kemandirian digital dan peningkatan daya saing industri kreatif nasional.
Rangkaian kegiatan strategis meliputi, pertama, Sosialisasi Awal dan Pemetaan UMKM (25 Juni 2025). Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Kelurahan Pulau Tidung dan dialog langsung bersama pelaku UMKM lokal. Sosialisasi ini memperkenalkan konsep Socialpreneurship 5.0 dan rencana pendampingan berbasis teknologi digital yang akan diimplementasikan. Baca juga: Genap Setahun PTNBH, UNJ Pacu Transformasi Menuju World Class University
Kedua, Pendampingan Intensif dan Digitalisasi (23-25 Juli 2025). Tim melakukan pelatihan dan pendampingan intensif selama tiga hari dengan fokus pengenalan sistem manajemen usaha berbasis Notion (SmartFlow). Kemudian, penyusunan laporan keuangan digital (3 bulan) dan produksi konten promosi media sosial.
![Pengabdian Masyarakat UNJ, Meningkatkan Daya Saing UMKM Kepulauan Seribu]()
Selanjutnya pembuatan katalog digital berbasis QR Code, dan strategi branding visual dan digital UMKM. UMKM dilatih langsung dalam penggunaan sistem dan diajak mempraktikkan digitalisasi operasional usahanya secara bertahap dan terstruktur.
Ketiga, Kunjungan Akhir dan Penyerahan Teknologi (5 Agustus 2025). Sebagai puncak kegiatan, tim kembali ke Pulau Tidung untuk menyerahkan aplikasi Notion (SmartFlow) siap pakai untuk manajemen usaha digital. Kemudian mesin spinner pengering minyak untuk mitra UMKM kuliner untuk meningkatkan kualitas makanan, mengurangi minyak berlebih, dan meningkatkan daya simpan produk
“Mesin spinner ini sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas gorengan, lebih renyah dan tidak berminyak. Pelanggan langsung merespons positif,” kata Cesilia Aulia Rahma, pelaku UMKM Tentengan Seribu.
Program ini menghasilkan dampak konkret dan terukur. Pertama, frekuensi pencatatan transaksi meningkat dari 0 menjadi 2–3 kali per minggu. Kedua, laporan keuangan digital 3 bulan disusun oleh mitra. Ketiga, tiga konten promosi video dihasilkan dan digunakan oleh UMKM.
Keempat, katalog digital QR Code mulai digunakan dalam distribusi produk. Kelima, peningkatan pemahaman mitra terhadap manajemen usaha berbasis teknologi. Keenam, peningkatan kecepatan pelaporan dan pencatatan keuangan. Ketujuh, satu mesin spinner digunakan oleh mitra aktif.
Keberhasilan program ini tidak hanya dilihat dari capaian teknis, namun juga dari perubahan pola pikir pelaku UMKM terhadap pentingnya inovasi dan teknologi dalam menghadapi tantangan pasar modern. Pendekatan human-centered digitalization yang diterapkan membuat proses adopsi teknologi terasa lebih dekat dan relevan dengan kebutuhan harian para mitra. ”Mahasiswa sebagai pendamping juga mendapatkan pengalaman praktis dalam mengimplementasikan solusi nyata berbasis riset di tengah masyarakat,” kata Ketua Tim Pengusul Prof Puji Wahono.
Prof Puji menuturkan, UNJ berkomitmen terus memperkuat sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam program pengabdian serupa. Model Socialpreneurship 5.0 yang dikembangkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi rujukan replikasi di wilayah kepulauan lainnya atau daerah dengan karakteristik usaha mikro serupa. Baca juga: Tanggapi Keresahan UMKM, Pramono: Kawasan Tanpa Rokok Khusus untuk Ruang Tertutup
”Dengan penguatan ekosistem UMKM melalui digitalisasi, edukasi, dan kemitraan lintas sektor, transformasi ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan bukan lagi sekadar visi melainkan sebuah keniscayaan,” lanjutnya. Kolaborasi antarakademisi dan mahasiswa ini menjadi bentuk konkret pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dalam mendukung transformasi sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
Kegiatan ini dilaksanakan tim dosen dan mahasiswa UNJ. Ketua Tim Pengusul Prof Puji Wahono (NIDN: 0002016010). Anggota dosen yakni Fajri Hamdani (NIDN: 0003069604), Shandy Aditya (NIDN: 0008048403), dan Fauzan Fadlullah (0023059701). Mahasiswa pelaksana yakni Hasbina Althea (1714422018), Royyan Akhmad Umar Sholih (1714422050), dan Salsabilla Dhinny (1714422086).
Program ini didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ( Kemendiktisaintek ). Ini sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung UMKM lokal menuju kemandirian digital dan peningkatan daya saing industri kreatif nasional.
Rangkaian kegiatan strategis meliputi, pertama, Sosialisasi Awal dan Pemetaan UMKM (25 Juni 2025). Kegiatan diawali dengan kunjungan ke Kelurahan Pulau Tidung dan dialog langsung bersama pelaku UMKM lokal. Sosialisasi ini memperkenalkan konsep Socialpreneurship 5.0 dan rencana pendampingan berbasis teknologi digital yang akan diimplementasikan. Baca juga: Genap Setahun PTNBH, UNJ Pacu Transformasi Menuju World Class University
Kedua, Pendampingan Intensif dan Digitalisasi (23-25 Juli 2025). Tim melakukan pelatihan dan pendampingan intensif selama tiga hari dengan fokus pengenalan sistem manajemen usaha berbasis Notion (SmartFlow). Kemudian, penyusunan laporan keuangan digital (3 bulan) dan produksi konten promosi media sosial.

Selanjutnya pembuatan katalog digital berbasis QR Code, dan strategi branding visual dan digital UMKM. UMKM dilatih langsung dalam penggunaan sistem dan diajak mempraktikkan digitalisasi operasional usahanya secara bertahap dan terstruktur.
Ketiga, Kunjungan Akhir dan Penyerahan Teknologi (5 Agustus 2025). Sebagai puncak kegiatan, tim kembali ke Pulau Tidung untuk menyerahkan aplikasi Notion (SmartFlow) siap pakai untuk manajemen usaha digital. Kemudian mesin spinner pengering minyak untuk mitra UMKM kuliner untuk meningkatkan kualitas makanan, mengurangi minyak berlebih, dan meningkatkan daya simpan produk
“Mesin spinner ini sangat membantu kami dalam meningkatkan kualitas gorengan, lebih renyah dan tidak berminyak. Pelanggan langsung merespons positif,” kata Cesilia Aulia Rahma, pelaku UMKM Tentengan Seribu.
Program ini menghasilkan dampak konkret dan terukur. Pertama, frekuensi pencatatan transaksi meningkat dari 0 menjadi 2–3 kali per minggu. Kedua, laporan keuangan digital 3 bulan disusun oleh mitra. Ketiga, tiga konten promosi video dihasilkan dan digunakan oleh UMKM.
Keempat, katalog digital QR Code mulai digunakan dalam distribusi produk. Kelima, peningkatan pemahaman mitra terhadap manajemen usaha berbasis teknologi. Keenam, peningkatan kecepatan pelaporan dan pencatatan keuangan. Ketujuh, satu mesin spinner digunakan oleh mitra aktif.
Keberhasilan program ini tidak hanya dilihat dari capaian teknis, namun juga dari perubahan pola pikir pelaku UMKM terhadap pentingnya inovasi dan teknologi dalam menghadapi tantangan pasar modern. Pendekatan human-centered digitalization yang diterapkan membuat proses adopsi teknologi terasa lebih dekat dan relevan dengan kebutuhan harian para mitra. ”Mahasiswa sebagai pendamping juga mendapatkan pengalaman praktis dalam mengimplementasikan solusi nyata berbasis riset di tengah masyarakat,” kata Ketua Tim Pengusul Prof Puji Wahono.
Prof Puji menuturkan, UNJ berkomitmen terus memperkuat sinergi antara akademisi dan masyarakat dalam program pengabdian serupa. Model Socialpreneurship 5.0 yang dikembangkan dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi rujukan replikasi di wilayah kepulauan lainnya atau daerah dengan karakteristik usaha mikro serupa. Baca juga: Tanggapi Keresahan UMKM, Pramono: Kawasan Tanpa Rokok Khusus untuk Ruang Tertutup
”Dengan penguatan ekosistem UMKM melalui digitalisasi, edukasi, dan kemitraan lintas sektor, transformasi ekonomi lokal yang inklusif dan berkelanjutan bukan lagi sekadar visi melainkan sebuah keniscayaan,” lanjutnya. Kolaborasi antarakademisi dan mahasiswa ini menjadi bentuk konkret pelaksanaan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dalam mendukung transformasi sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir.
Kegiatan ini dilaksanakan tim dosen dan mahasiswa UNJ. Ketua Tim Pengusul Prof Puji Wahono (NIDN: 0002016010). Anggota dosen yakni Fajri Hamdani (NIDN: 0003069604), Shandy Aditya (NIDN: 0008048403), dan Fauzan Fadlullah (0023059701). Mahasiswa pelaksana yakni Hasbina Althea (1714422018), Royyan Akhmad Umar Sholih (1714422050), dan Salsabilla Dhinny (1714422086).
(poe)
Lihat Juga :