Pakar Pendidikan Ina Liem Kasih Paham Roy Suryo soal UTS Insearch di Riwayat Pendidikan Gibran
Kamis, 25 September 2025 - 16:27 WIB
loading...
Pakar Pendidikan Internasional Ina Liem angkat bicara mengenai UTS Insearch yang ada di riwayat pendidikan Gibran. Foto/Instagram Ina Liem.
A
A
A
JAKARTA - Riwayat pendidikan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka kembali dipersoalkan oleh Roy Suryo dan sejumlah pihak, khususnya terkait status pendidikan di University of Technology Sydney (UTS) Insearch.
Bahkan, Roy bersama rombongan sempat mendatangi Kemendikdasmen untuk meminta penjelasan resmi mengenai dugaan penyetaraan ijazah putra sulung Presiden Jokowi itu.
Baca juga: Roy Suryo Datangi Kemendikdasmen, Pertanyakan Ijazah Gibran Setara SMA
Selain itu, muncul pula surat keterangan dari Kemendikbud yang menyebutkan bahwa pendidikan Gibran di UTS Insearch setara dengan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Polemik semakin ramai setelah pakar forensik Rismon Sianipar menilai adanya kejanggalan dalam ijazah yang diterbitkan lembaga tersebut.
Menanggapi polemik ini, pakar pendidikan internasional sekaligus CEO Jurusanku, Ina Liem, angkat bicara. Ina menegaskan bahwa perdebatan yang digoreng terus-menerus berpotensi menyesatkan publik.
Baca juga: Mengenal UTS Insearch yang Ada di Riwayat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka
“Sebetulnya saya ogah ya ikut-ikutan komentar dalam isu ijazah palsu, karena jelas ini ranah politis. Tapi ketika Pak Roy Suryo mempertanyakan logikanya, dan ini kebetulan memang ranah saya, saya merasa perlu meluruskan. Penyesatan yang dikampanyekan terus-menerus itu lama-lama bisa jadi seolah kebenaran,” tegas Ina, dikutip dari Instagram pribadinya @inaliem18, Kamis (25/9/2025).
Ina menjelaskan bahwa dirinya sudah 24 tahun berkecimpung di dunia pendidikan internasional dan kini menjabat sebagai penasihat senior dalam bidang transnational education. Bahkan, sebelumnya ia sempat bekerja 9 tahun di universitas di Australia.
Baca juga: Roy Suryo Bongkar Kejanggalan Riwayat Pendidikkan Gibran di Kemendikdasmen
Menurut Ina, Insearch bukan universitas, melainkan pathway program atau foundation menuju jenjang universitas di Australia. Program ini setara dengan kelas 12 di Indonesia dan menjadi jalur resmi bagi banyak pelajar internasional untuk bisa diterima di kampus ternama, termasuk University of Technology Sydney (UTS).
“Begini jelasinnya Pak Roy, ijazah SMA Indonesia atau negara lain tidak selalu otomatis setara dengan SMA di Australia. Itu sebabnya banyak universitas membuka pathway program, semacam matrikulasi, yang disebut foundation. University of Melbourne punya Trinity College, UTS punya program foundation yang dikelola oleh Insearch,” papar Ina.
Lebih lanjut, Ina menegaskan bahwa banyak siswa Indonesia bahkan bisa masuk ke Insearch setelah kelas 11, atau dengan kurikulum Cambridge hanya sampai O-Level (setara kelas 10). Dari jalur itu, siswa dapat melanjutkan ke UTS maupun universitas lain di luar Australia.
“Program foundation ini diakui luas, bukan hanya oleh UTS. Bahkan, MDIS di Singapura yang pernah diikuti Mas Gibran juga menerima jalur ini. Kalau mau cari kebenaran itu gampang kok, program Insearch bahkan ada di Indonesia, ditawarkan melalui UIC College,” jelas Ina.
Bahkan, Roy bersama rombongan sempat mendatangi Kemendikdasmen untuk meminta penjelasan resmi mengenai dugaan penyetaraan ijazah putra sulung Presiden Jokowi itu.
Baca juga: Roy Suryo Datangi Kemendikdasmen, Pertanyakan Ijazah Gibran Setara SMA
Selain itu, muncul pula surat keterangan dari Kemendikbud yang menyebutkan bahwa pendidikan Gibran di UTS Insearch setara dengan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Polemik semakin ramai setelah pakar forensik Rismon Sianipar menilai adanya kejanggalan dalam ijazah yang diterbitkan lembaga tersebut.
Menanggapi polemik ini, pakar pendidikan internasional sekaligus CEO Jurusanku, Ina Liem, angkat bicara. Ina menegaskan bahwa perdebatan yang digoreng terus-menerus berpotensi menyesatkan publik.
Baca juga: Mengenal UTS Insearch yang Ada di Riwayat Pendidikan Gibran Rakabuming Raka
“Sebetulnya saya ogah ya ikut-ikutan komentar dalam isu ijazah palsu, karena jelas ini ranah politis. Tapi ketika Pak Roy Suryo mempertanyakan logikanya, dan ini kebetulan memang ranah saya, saya merasa perlu meluruskan. Penyesatan yang dikampanyekan terus-menerus itu lama-lama bisa jadi seolah kebenaran,” tegas Ina, dikutip dari Instagram pribadinya @inaliem18, Kamis (25/9/2025).
Ina menjelaskan bahwa dirinya sudah 24 tahun berkecimpung di dunia pendidikan internasional dan kini menjabat sebagai penasihat senior dalam bidang transnational education. Bahkan, sebelumnya ia sempat bekerja 9 tahun di universitas di Australia.
Baca juga: Roy Suryo Bongkar Kejanggalan Riwayat Pendidikkan Gibran di Kemendikdasmen
Menurut Ina, Insearch bukan universitas, melainkan pathway program atau foundation menuju jenjang universitas di Australia. Program ini setara dengan kelas 12 di Indonesia dan menjadi jalur resmi bagi banyak pelajar internasional untuk bisa diterima di kampus ternama, termasuk University of Technology Sydney (UTS).
“Begini jelasinnya Pak Roy, ijazah SMA Indonesia atau negara lain tidak selalu otomatis setara dengan SMA di Australia. Itu sebabnya banyak universitas membuka pathway program, semacam matrikulasi, yang disebut foundation. University of Melbourne punya Trinity College, UTS punya program foundation yang dikelola oleh Insearch,” papar Ina.
Lebih lanjut, Ina menegaskan bahwa banyak siswa Indonesia bahkan bisa masuk ke Insearch setelah kelas 11, atau dengan kurikulum Cambridge hanya sampai O-Level (setara kelas 10). Dari jalur itu, siswa dapat melanjutkan ke UTS maupun universitas lain di luar Australia.
“Program foundation ini diakui luas, bukan hanya oleh UTS. Bahkan, MDIS di Singapura yang pernah diikuti Mas Gibran juga menerima jalur ini. Kalau mau cari kebenaran itu gampang kok, program Insearch bahkan ada di Indonesia, ditawarkan melalui UIC College,” jelas Ina.
(nnz)
Lihat Juga :