300 Siswa Siap Rebut Juara di Olimpiade Sains Nasional 2025
Kamis, 25 September 2025 - 20:30 WIB
loading...
A
A
A
“Dengan hadirnya IPS, kesempatan anak-anak untuk berkembang semakin terbuka. Kita ingin memberi ruang lebih banyak agar talenta sains Indonesia semakin beragam,” tambahnya.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen, Mariman Darto, menekankan bahwa OSN tidak semata-mata mencari pemenang, tetapi lebih jauh untuk membentuk karakter generasi muda.
Dalam paparannya, ia menegaskan, “Anda semua adalah juara sejati. Satu anak SD di sini bisa mengalahkan 2.500 peserta lain, dan satu anak SMP mampu menyisihkan lebih dari seribu peserta. Ini bukti nyata talenta hebat Indonesia,” ujarnya.
Mariman juga menyoroti pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam membangun karakter anak. Berdasarkan survei yang ia paparkan, dorongan orang tua pada prestasi cenderung lebih besar dibandingkan pada pembangunan karakter. “Padahal, kita berharap pembentukan karakter menjadi fondasi utama. Prestasi itu lahir karena karakternya,” tegasnya. Ia pun mengingatkan kembali tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yang digagas Menteri Pendidikan sebagai bekal membangun generasi mandiri dan berdaya saing.
OSN 2025 menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menghadirkan pendidikan bermutu yang bukan hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga berkarakter. Dengan bekal itu, generasi muda diharapkan mampu melangkah lebih jauh, tidak hanya berkompetisi di tingkat nasional, tetapi juga menjadikan Indonesia disegani di panggung dunia.
Sementara itu, Staf Ahli Bidang Manajemen Talenta Kemendikdasmen, Mariman Darto, menekankan bahwa OSN tidak semata-mata mencari pemenang, tetapi lebih jauh untuk membentuk karakter generasi muda.
Dalam paparannya, ia menegaskan, “Anda semua adalah juara sejati. Satu anak SD di sini bisa mengalahkan 2.500 peserta lain, dan satu anak SMP mampu menyisihkan lebih dari seribu peserta. Ini bukti nyata talenta hebat Indonesia,” ujarnya.
Mariman juga menyoroti pentingnya peran orang tua dan sekolah dalam membangun karakter anak. Berdasarkan survei yang ia paparkan, dorongan orang tua pada prestasi cenderung lebih besar dibandingkan pada pembangunan karakter. “Padahal, kita berharap pembentukan karakter menjadi fondasi utama. Prestasi itu lahir karena karakternya,” tegasnya. Ia pun mengingatkan kembali tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat yang digagas Menteri Pendidikan sebagai bekal membangun generasi mandiri dan berdaya saing.
OSN 2025 menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dalam menghadirkan pendidikan bermutu yang bukan hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga berkarakter. Dengan bekal itu, generasi muda diharapkan mampu melangkah lebih jauh, tidak hanya berkompetisi di tingkat nasional, tetapi juga menjadikan Indonesia disegani di panggung dunia.
(nnz)
Lihat Juga :