Almamater Dadan Hindayana, Kepala BGN yang Disorot karena MBG Sebabkan Keracunan Massal
Minggu, 28 September 2025 - 17:13 WIB
loading...
A
A
A
Data menunjukkan bahwa kasus banyak dialami oleh SPPG yang baru beroperasi karena SDM masih membutuhkan jam terbang. Dadan menambahkan, faktor lain yang turut memicu insiden tersebut adalah kualitas bahan baku, kondisi air, serta pelanggaran Standar Operasional Prosedur (SOP).
Baca juga: Instruksi Prabowo Atasi Kasus Keracunan MBG: SPPG Dilengkapi CCTV dan Alat Sterilisasi
Selain pernyataannya soal pentingnya minum susu 2 liter sehari yang sempat viral, riwayat pendidikan Dadan juga menarik untuk dibahas. Sebab, kiprahnya sebagai akademisi dan ilmuwan serangga ternyata punya perjalanan panjang sebelum akhirnya dipercaya Presiden untuk memimpin BGN.
Menjawab pertanyaan publik tentang kepala BGN Dadan Hindayana lulusan mana, jejak akademiknya dimulai di Institut Pertanian Bogor (IPB University). Pada tahun 1990, ia meraih gelar sarjana di bidang Proteksi Tanaman.
Tidak berhenti di situ, Dadan melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Tahun 1997, ia berhasil menamatkan studi S2 di Rheinische Friedrich-Wilhelms-Universität Bonn, Jerman, dengan fokus pada Entomologi Terapan. Dua tahun kemudian, ia juga menyelesaikan studi tambahan di Leibniz Universität Hannover, Jerman, yang memperkaya kompetensinya.
Baca juga: Prabowo Panggil Kepala BGN, Instruksikan Perbaikan Tata Kelola MBG
Baca juga: Instruksi Prabowo Atasi Kasus Keracunan MBG: SPPG Dilengkapi CCTV dan Alat Sterilisasi
Selain pernyataannya soal pentingnya minum susu 2 liter sehari yang sempat viral, riwayat pendidikan Dadan juga menarik untuk dibahas. Sebab, kiprahnya sebagai akademisi dan ilmuwan serangga ternyata punya perjalanan panjang sebelum akhirnya dipercaya Presiden untuk memimpin BGN.
Almameter Kepala BGN Dadan Hindayana, dari IPB Hingga Jerman
Menjawab pertanyaan publik tentang kepala BGN Dadan Hindayana lulusan mana, jejak akademiknya dimulai di Institut Pertanian Bogor (IPB University). Pada tahun 1990, ia meraih gelar sarjana di bidang Proteksi Tanaman.
Tidak berhenti di situ, Dadan melanjutkan pendidikan ke luar negeri. Tahun 1997, ia berhasil menamatkan studi S2 di Rheinische Friedrich-Wilhelms-Universität Bonn, Jerman, dengan fokus pada Entomologi Terapan. Dua tahun kemudian, ia juga menyelesaikan studi tambahan di Leibniz Universität Hannover, Jerman, yang memperkaya kompetensinya.
Baca juga: Prabowo Panggil Kepala BGN, Instruksikan Perbaikan Tata Kelola MBG
Lihat Juga :