Kongres ELITS ITS Soroti Tantangan AI di Indonesia: Infrastruktur Lemah hingga Etika Penggunaannya

Senin, 29 September 2025 - 14:14 WIB
loading...
Kongres ELITS ITS Soroti...
Suasana Kongres Ikatan Alumni Elektro ITS (ELITS) yang mengangkat tema Elektro vs Artificial Intelligence: Powering the Future.. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Ikatan Alumni Elektro ITS (ELITS) menggelar kongres dengan tema “Elektro vs Artificial Intelligence: Powering the Future.” Ratusan alumni lintas generasi berkumpul, sebagian datang dari dunia industri, sebagian lain dari lembaga pemerintah dan startup, bahkan ada yang sudah dikenal publik sebagai tokoh nasional.

Tema ini bukan sekadar jargon. Di tengah gempuran teknologi, semua sepakat bahwa elektro sebagai disiplin ilmu klasik yang melahirkan insinyur-insinyur andal kini harus berdialog serius dengan artificial intelligence (AI), yang menjadi arus besar perubahan dunia. Dan dalam forum itu, empat tokoh utama memberikan sudut pandang berbeda, lengkap dengan refleksi, kritik, hingga tawaran jalan ke depan.

Baca juga: Inisiasi Karangan Bibit Tanaman Semarakkan Dies Natalis ke-64 ITS

Prof. Adhi Dharma Wibawa: AI, Etika, dan PR Panjang Indonesia


Sesi pencerahan dari paparan menghadirkan empat narasumber, salah satunya Prof. Dr. Ir. Adhi Dharma Wibawa, Kepala Pusat Studi Kecerdasan Artifisial dan Teknologi Digital ITS. Dari awal, ia menggarisbawahi betapa pentingnya forum seperti kongres ini.

“Acara ini sangat positif, Saya kira alumni elektro hanya berkecimpung di bidang elektro, ternyata ada yang jadi pengusaha karung, ada juga yang buka catering. Itu mengejutkan sekaligus membanggakan. Topiknya pun relevan, bagaimana kolaborasi alumni diperkuat dengan perkembangan teknologi AI” ujarnya mantap.

Prof. Adhi mencontohkan penerapan sederhana AI.

“Di industri karung misalnya, dengan memanfaatkan data lampau, situasi pasar, atau perilaku konsumen, AI bisa diberdayakan untuk meningkatkan daya saing. Prediksi pasar, pola perilaku konsumen, analisis kompleks berbasis big data—semuanya pas untuk AI,” paparnya.
Namun, ia juga mengingatkan bahwa kesiapan Indonesia belum sepenuhnya matang.

“Kalau bicara kesiapan, banyak aspek yang harus dipertimbangkan. Infrastruktur salah satunya. Bayangkan kita ingin membuat ChatGPT berbahasa Jawa. Itu butuh hardware mahal untuk mesin belajar, dataset bahasa Jawa yang harus dikumpulkan dan diolah. Sementara negara-negara maju sudah jauh melangkah,” jelasnya.
Adhi juga menyinggung kelemahan Indonesia pada aspek kelistrikan.

“Singapura lebih stabil dalam supply listrik. Kita di Indonesia masih ada kekhawatiran. Kalau mesin pembelajar sedang running lalu listrik padam, itu jadi isu serius,” katanya
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ingin Kuliah AI? Ini...
Ingin Kuliah AI? Ini 20 Universitas di Indonesia yang Membuka Jurusan Kecerdasan Buatan
Kemendikdasmen Buka...
Kemendikdasmen Buka Akses Pelatihan AI dan Coding untuk Guru melalui Ruang GTK
Kisah Arga, Mahasiswa...
Kisah Arga, Mahasiswa Penerima KIP Kuliah yang Raih Penghargaan Berkat Temuan Celah Claude AI
MICoCS 2026: Akademisi...
MICoCS 2026: Akademisi Dunia Kupas Tantangan AI bagi Industri Media dan Komunikasi
MNC University Bahas...
MNC University Bahas Masa Depan Produksi Iklan di Era AI melalui Talkshow KRUFEST
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
AI Ubah Cara Mengelola...
AI Ubah Cara Mengelola Proyek, Kompetensi Project Manager Tetap Jadi Kunci Kepemimpinan
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Universitas di AS Membatasi...
Universitas di AS Membatasi Mahasiswa Baru Menggunakan AI
Rekomendasi
Ekonom Beberkan Utang...
Ekonom Beberkan Utang Pemerintah Indonesia, Nilainya Tembus Segini
Doa agar Dijauhkan dari...
Doa agar Dijauhkan dari Perceraian dan Konflik Rumah Tangga
Pemerintah Bangun Ekosistem...
Pemerintah Bangun Ekosistem Pendidikan Berkualitas lewat Revitalisasi Sekolah
Berita Terkini
Motivasi 2.000 Pelajar...
Motivasi 2.000 Pelajar Muhammadiyah, Mentan Amran: Struggle Now, Enjoy Your Life-Enjoy Now, Struggle for Life
Peserta Penmaba Jalur...
Peserta Penmaba Jalur Disabilitas UNJ 2026 Meningkat, Ini Jurusan Favoritnya
BINUS Career Bekali...
BINUS Career Bekali Mahasiswa dan Alumni Strategi Hadapi Dunia Kerja yang Kian Kompetitif
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Seminar Series Navigating The Future untuk Siapkan Pemimpin Visioner Berdaya Saing Global
Beasiswa LPDP 2026:...
Beasiswa LPDP 2026: Cara Memilih Perguruan Tinggi di Luar Daftar Tujuan LPDP
Pendaftaran TKA SMA...
Pendaftaran TKA SMA 2026 Akan Segera Dibuka, Begini Cara Daftarnya
Infografis
Aturan Seragam Sekolah...
Aturan Seragam Sekolah 2026: Panduan Lengkap SD, SMP, hingga SMA/SMK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved