Istiqomah Meneliti, 2 Dosen UNEJ Kembali Masuk Daftar Peneliti Berpengaruh Dunia 2025
Kamis, 02 Oktober 2025 - 16:41 WIB
loading...
A
A
A
Pelet inilah yang nantinya menjadi bahan baku siap pakai. Sama seperti pelet plastik konvensional, pelet biokomposit ini bisa diproses lebih lanjut dengan teknik injection molding atau film blowing untuk membuat produk nyata, misalnya kemasan ramah lingkungan. Dengan cara ini, limbah pelepah pisang yang tadinya tidak bernilai bisa berubah menjadi material baru yang berdaya guna tinggi.
Asrofi tidak hanya berhenti di lingkup laboratorium, hasil penelitiannya sudah diterapkan oleh mitra kerjasama industri bioplastik yang ada di Tangerang dalam bentuk tas kresek ramah lingkungan. Keunggulannya tas kresek ini bisa hancur bersatu dengan tanah menjadi kompos. Bahkan jika dilarutkan di air panas, maka tas kresek berbahan limbah pelepah pisang ini hancur seketika.
“Namun harga tas kresek berbahan limbah pelepah pisang ini masih mahal untuk ukuran masyarakat Indonesia, bisa dua hingga tiga kali lipat harga tas kresek konvensional. Memang butuh proses, harus ada edukasi, membangun literasi dan ekosistem mengenai manfaat pengurangan plastik konvensional agar masyarakat bisa paham dan akhirnya mau menggunakan plastik berbahan bio komposit,” imbuh Asrofi.
Senada dengan Asrofi, Prof. Bambang Kuswandi bersyukur berhasil mempertahankan prestasi ini. Menurut Wakil Rektor IV bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi UNEJ ini, istiqomah pada satu bidang menjadi salah satu resepnya ada di deretan dua persen ilmuwan berpengaruh dunia. Pria asal Sumenep ini memutuskan fokus meneliti bio sensor semenjak menempuh kuliah doktoral di Inggris.
Walaupun waktunya banyak tersita menjalankan amanah sebagai Wakil Rektor di UNEJ, dosen senior di Fakultas Farmasi ini terus melakukan riset. Caranya dengan berkolaborasi dengan sesama kolega dosen maupun mahasiswa yang dibimbingnya. Khususnya mahasiswa program doktoral. Penelitian terakhirnya mengenai pengembangan mikrofluida berbasis kertas sebagai penanda biologis untuk mendeteksi penyakit degeneratif semisal kadar gula pada penderita diabetes, kadar asam urat, kadar kolesterol dan lainnya.
“Sementara untuk riset kolaborasi, saya bersama Asrofi tengah mengembangkan penelitian pelepah pisang untuk bahan filtrasi air. Menanggapi tawaran kerja sama penelitian dari Kyoto University yang penelitinya hadir di kampus Tegalboto di awal bulan September lalu,” ungkap Prof. Bambang Kuswandi.
Sementara itu ditemui secara terpisah, Rektor UNEJ menyambut gembira raihan prestasi kedua dosen ini. Menurut Iwan Taruna, keberadaan dua dosen di daftar dua persen peneliti berpengaruh dunia tahun 2025 versi Stanford University bersama Elsevier BV membuktikan UNEJ mampu berbicara di tingkat dunia.
“UNEJ terus mendorong dosennya untuk terus meneliti, mempublikasikan di jurnal ilmiah nasional dan internasional hingga hilirisasi hasil riset. Beberapa skema yang sudah dilakukan dengan hibah penelitian, termasuk juga insentif bagi peneliti yang berhasil mempublikasikan risetnya di Scopus atau Web of Science,” tutur Iwan Taruna
Asrofi tidak hanya berhenti di lingkup laboratorium, hasil penelitiannya sudah diterapkan oleh mitra kerjasama industri bioplastik yang ada di Tangerang dalam bentuk tas kresek ramah lingkungan. Keunggulannya tas kresek ini bisa hancur bersatu dengan tanah menjadi kompos. Bahkan jika dilarutkan di air panas, maka tas kresek berbahan limbah pelepah pisang ini hancur seketika.
“Namun harga tas kresek berbahan limbah pelepah pisang ini masih mahal untuk ukuran masyarakat Indonesia, bisa dua hingga tiga kali lipat harga tas kresek konvensional. Memang butuh proses, harus ada edukasi, membangun literasi dan ekosistem mengenai manfaat pengurangan plastik konvensional agar masyarakat bisa paham dan akhirnya mau menggunakan plastik berbahan bio komposit,” imbuh Asrofi.
Senada dengan Asrofi, Prof. Bambang Kuswandi bersyukur berhasil mempertahankan prestasi ini. Menurut Wakil Rektor IV bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi UNEJ ini, istiqomah pada satu bidang menjadi salah satu resepnya ada di deretan dua persen ilmuwan berpengaruh dunia. Pria asal Sumenep ini memutuskan fokus meneliti bio sensor semenjak menempuh kuliah doktoral di Inggris.
Walaupun waktunya banyak tersita menjalankan amanah sebagai Wakil Rektor di UNEJ, dosen senior di Fakultas Farmasi ini terus melakukan riset. Caranya dengan berkolaborasi dengan sesama kolega dosen maupun mahasiswa yang dibimbingnya. Khususnya mahasiswa program doktoral. Penelitian terakhirnya mengenai pengembangan mikrofluida berbasis kertas sebagai penanda biologis untuk mendeteksi penyakit degeneratif semisal kadar gula pada penderita diabetes, kadar asam urat, kadar kolesterol dan lainnya.
“Sementara untuk riset kolaborasi, saya bersama Asrofi tengah mengembangkan penelitian pelepah pisang untuk bahan filtrasi air. Menanggapi tawaran kerja sama penelitian dari Kyoto University yang penelitinya hadir di kampus Tegalboto di awal bulan September lalu,” ungkap Prof. Bambang Kuswandi.
Sementara itu ditemui secara terpisah, Rektor UNEJ menyambut gembira raihan prestasi kedua dosen ini. Menurut Iwan Taruna, keberadaan dua dosen di daftar dua persen peneliti berpengaruh dunia tahun 2025 versi Stanford University bersama Elsevier BV membuktikan UNEJ mampu berbicara di tingkat dunia.
“UNEJ terus mendorong dosennya untuk terus meneliti, mempublikasikan di jurnal ilmiah nasional dan internasional hingga hilirisasi hasil riset. Beberapa skema yang sudah dilakukan dengan hibah penelitian, termasuk juga insentif bagi peneliti yang berhasil mempublikasikan risetnya di Scopus atau Web of Science,” tutur Iwan Taruna
(nnz)
Lihat Juga :